LEADER OF MAFIA

LEADER OF MAFIA
CHAPTER 76


__ADS_3

Sore hari Alex, Asyila, dan Sinta pulang ke mansion. awal nya Sinta ingin pulang terlebih dahulu tapi dilarang oleh Asyila karna masih ingin bermanja dengan mama nya.


di dalam mobil Asyila duduk bersama Sinta di belakang sementara Alex duduk di depan seperti supir


"kalo seperti ini aku terlihat seperti supir" ucap Alex


"sekali-kali kak, aku masih pengen sama mama" ujar Asyila memeluk Sinta


"nanti kau bisa bermanja dengan mama dirumah, sekarang kau pindah ke depan" suruh Alex


"sudah lah Alex biarkan adik mu disini, hanya sekali" ucap Sinta lembut


"baiklah" pasrah Alex lalu melajukan mobil nya


"kak, apa mau sudah siap melakukan ini" tanya Asyila


"mau tak mau harus mau, walaupun nanti harus menyakiti hati nya" jawab Alex


"kau tenang saja, semua akan baik-baik saja" kata Asyila


setelah percakapan itu semua tampak hening, Alex fokus menyetir, sedangkan Asyila? ia sudah tertidur di pelukan Sinta.


sampai di mansion Alex melepas seatbelt nya lalu turun dan membukakan pintu Sinta dan mengambil alih Asyila yang tertidur

__ADS_1


"selalu saja tertidur" ucap Alex


mereka masuk ke dalam mansion dan di sambut lara pelayan, mereka hanya membalas dengan senyuman. Alex membaringkan Asyila di kamar nya tak lupa menyelimuti adik nya itu.


Alex keluar dari kamar dan melihat Sinta ingin turun ke bawah


"ma, apa aku bisa melakukan nya, aku takut menyakiti hati nya" ucap Alex menunduk pelan


"coba saja dulu, ini hanya sementara" ujar Sinta menepuk pundak Alex


"kalau begitu mama ke bawah dulu mau bantu bibi buat makan malam" sambung Sinta diangguki Alex


~


"mama panggil Asyila dulu, pasti dia masih tidur" ucap Sinta, diangguki Alex yang sudah ada di meja makan dengan baju santai nya, hati nya merasa tak enak karna sudah ratusan telfon dan pesan dari Aurel ia abaikan.


"huff harus kuat, ini hanya sementara" Alex meletakkan handphone nya kembali dan mengabaikan telfon dari Aurel.


Sementara Aurel yang berada di kamar nya, ia merasa gelisah karna sudah ratusan kali ia menelfon dan memberi pesan kepada kekasih nya tak kunjung mendapat jawaban.


"ada apa dengan nya? tidak biasa nya dia seperti ini" ucap Aurel pada diri nya sendiri


"apa aku melakukan kesalahan? seperti nya tidak"

__ADS_1


"apa benar yang di katakan Laura kalau dia tadi membawa wanita lain ke perusahaan" Aurel merasa gelisah akan perkataan Laura tadi pagi


Flashback on


Laura yang hendak masuk ke dalam lift untuk mengejar Alex dan Asyila pun di hadang oleh satpam yang berjaga


"maaf nona, anda dilarang masuk" ucap satpam 1


"hein jangan kurang aja, saya ini calon Nyonya muda Nugraha" ujar Laura dengan sombongnya


"saya tidak peduli akan hal itu, sekarang nona pergi, dari pada kita berbuat kasar" ancam satpam 2


"huff baiklah, setelah aku menjadi Nyonya muda Nugraha kalian berdua akan saya pecat" ucap Laura lalu pergi meninggalkan gedung itu


Laura masuk kedalam mobil dan melajukan ke arah Cafe, sampai di cafe ia mencari tempat kosong dan memesan makanan, saat menunggu pesanan nya datang ia tak sengaja melihat Aurel bersama temannya, ia pun memiliki rencana agar hubungan Aurel dan Alex menjadi renggang


Laura mendekati Aurel yang sedang berbincang dengan teman perempuan nya


"bisa ikut gue sebentar, ada yang mau gue omongin ke lo" ucap Laura, Aurel mendongakkan kepala nya melihat siapa yang berbicara pada nya


"kalo nggak penting, aku nggak punya waktu" ketus Aurel


"gue tadi liat tunangan lo bawa wanita lain ke perusahaan" ucap Laura to the poin, Aurel diam saja

__ADS_1


"kalo lo nggak percaya lo tanya aja sama Alex besok" pungkas Laura lalu kembali ke meja nya


Flashback off


__ADS_2