
Waktu terus berjalan, kini sudah 3 tahun lama nya Asyila tiada dan itu membuat Sinta terpuruk sampai sekarang, Alex dan Aurel berusaha membuat Sinta keluar dari keterpurukan nya tapi tak kunjung ada Hasil, di sisi lain Baby Rachel sudah berkembang menjadi gadis kecil yang menggemaskan.
"papa, mama mana" tanya Rachel, "mama lagi di dapur masak buat makan malam sayang" jawab Alex memangku putri kecil nya itu, "kamu udah wangi, siapa yang mandiin" tanya Alex, "mbak Andin pa, mbak Andi sangat baik sama Rachel kalau Rachel salah mbak Andin nggak pernah marah sama Rachel" ucap Rachel, "oh ya, memang nya Rachel pernah buat salah apa hm" tanya Alex
"mm waktu itu Rachel makan coklat waktu malam tapi mbak Andin nggak marah cuma ngingetin Rachel doang kalau nggak boleh makan coklat sering-sering" balas Rachel, "lalu sekarang mbak Andin nya kemana" tanya Alex, "tadi mbak Andin pamit ke kamar mandi mungkin bentar lagi datang" jawab Rachel
__ADS_1
"pada ngobrolin apaan sih kok kayak nya seru banget" tanya Aurel, "bahas mbak Andin ma" jawab Rachel beralih duduk di pangkuan Aurel, "memang nya mbak Andin kenapa hm" tanya Aurel, Rachel menggelengkan kepala nya, "mbak Andin baik, dia nggak pernah marah sama Rachel" jawab Rachel, Aurel mengangguk, "ayo makan malam dulu, mama udah siapin makanan kesukaan kamu" ujar Aurel
Rachel turun dari pangkuan Aurel dan berlari menuju meja makan, "Rachel jangan lari-lari nanti kamu jatuh" ucap Aurel, "hehe mama nggak usah khawatir aku baik-baik saja kok" kata Rachel, "jangan di ulangi, mama khawatir sama kamu" ucap Aurel di balas anggukan Rachel
Aurel menyiapkan makan malam untuk Sinta lalu membawa nya ke atas, Aurel mengetuk pintu kamar Sinta setelah mendapat ijin Aurel masuk ke dalam, "ma mama makan dulu ya" kata Aurel, "mama nggak lapar nak" ujar Sinta, "mama nggak boleh sampai telat makan atau kesehatan mama akan menurun" ucap Aurel, "biarkan saja, mama sudah tidak peduli lagi tentang itu" kata Sinta, "ma Asyila udah tenang di sana, Asyila akan sedih kalau liat mama seperti ini terus" jelas Aurel
__ADS_1
"mama sangat merindukan nya nak, mama udah lama nggak meluk dia, sudah 3 tahun dia pergi tapi bayangan nya masih terlihat jelas di sini" ucap Sinta menundukkan kepala nya, "bahkan mama sering mendengar suara nya terdengar sangat jelas disini" sambung Sinta, "sudah ma, sekarang mama makan dulu ya" bujuk Aurel
"mama bisa sendiri, kamu bisa ke bawah bersama yang lain" ujar Sinta, "baiklah nanti kalau sudah selesai aku akan kesini lagi" kata Aurel di balas anggukan Sinta
Setelah Aurel pergi, Sinta menatap makanan di hadapan nya, ia sama sekali tidak ada nafsu makan untuk memakannya, "apa sekarang kamu sudah bahagia di sana sayang, mama berusaha untuk mengikhlaskan mu tapi...tapi mama selalu saja mendengar suara dan bayangan mu disini" lirih Sinta.
__ADS_1