LEADER OF MAFIA

LEADER OF MAFIA
CHAPTER 90


__ADS_3

Suasana ruang penyiksaan terasa begitu dingin, aura yang di hasilkam Asyila membuat bulu kuduk mereka berdiri


Asyila menghampiri Dimas dan Dita, mereka berdua menatap Asyila dengan tatapan takut.


"hai Tuan dan Nona muda Winata, apa kabar" tanya Asyila tersenyum miring


"jangan sentuh anak ku!" bentak Angga


"begini" Asyila mengusapkan ujung pisau yang ia bawa ke pipi Dimas sambil menekannya dan membuat Dimas menjerit kesakitan


"apa yang kau lakukan, jangan sakiti anakku!" teriak Sindy


"kak Ziyan, diantara 8 orang ini siapa dulu yang akan kita jadikan mainan" tanya Asyila sambil memainkan pisau lipat nya


"aku rasa kita bermain dengan si kembar ini, aku rasa jeritan mereka akan sangat merdu di telinga" jawab Ziyan


"hmm pilihan yang tepat, kalian berempat bermainlah terlebih dahulu, jangan sampai mati" Asyila menarik kursi untuk melihat pertunjukan yang ada di depannya

__ADS_1


Ziyan dan Fely bermain dengan Dimas sedangkan Jack dan Cyla bermain dengan Dita. suara jeritan yang Dimas dan Dita hasilkan karna ulah Ziyan dkk terdengar begitu merdu di telinga Asyila, tapi tidak dengan Keluarga Winata dan Eliezer.


"hentikan! saya mohon hentikan! jangan siksa anak ku" ucap Sindy yang sudah berderai air mata melihat kedua anak nya di siksa di depan mata kepala nya sendiri


Ziyan dkk seakan menulikan telinga, mereka berempat terus menyayat, mencambuk, memukul dan menyiram luka Dimas dan Dita dengan air lemon.


"stop!" ucap Asyila, Ziyan dkk pun menghentikan kegiatan mereka


"ck ck ck ck ck ini tak sebanding dengan apa yang ayah kalian lakukan" ujar Asyila melipat kedua tangan nya di dada


"kak hari ini aku akan pulang, kalian boleh bermain dengan mereka tapi tidak dengan Tuan Angga Winata karna itu akan menjadi urusan kakak ku" kata Asyila


"baiklah" ucap Ziyan dkk


"aku pergi dulu" pamit Asyila keluar dari ruang penyiksaan, karna Ziyan dkk sudah sangat begitu lelah mereka memutuskan untuk membersihkan diri di kamar masing-masing.


Di mansion Nugraha, Sinta duduk di ruang tengah menatap ke depan dengan pandangan kosong, sampai bayangan seseorang di depannya tidak di hiraukan

__ADS_1


"mama" panggil nya


suara itu? tidak mungkin, itu pasti hanya halusinasi ku saja. pikir Sinta


"mama" panggil nya memegang pundak Sinta, Sinta mengalihkan pandangannya melihat siapa yang memanggil nya, saat melihat siapa yang memanggilnya ia reflek berdiri.


ia mengulurkan tangan nya menyentuh wajah orang itu, ia berharap ini tidak mimpi. ingin sekali ia membuka suara tapi seakan mulutnya terkunci


"kenapa mama menangis hm" tanya nya mengusap air mata Sinta yang turun


"A...Asyila" Asyila mengangguk lalu memeluk erat tubuh Sinta


"maaf" cicit Asyila mempererat pelukan nya


NB:


Hanya sekedar informasi! Saya membuat cerita ini hanya untuk bersenang-senang, saya tidak pernah mengaharapkan kalian untuk vote, like, dan komen karna saya membuat cerita hanya sekedar bersenang-senang dan mengisi waktu luang. Mungkin terdengar aneh, tapi memang seperti itu. Kalau saya buat cerita hanya untuk bersenang-senang dan tidak mengharapkan apa-apa dari kalian.

__ADS_1


Saya juga tidak pernah memaksa kalian untuk membaca cerita saya, jadi jika kalian tidak suka lebih baik tidak usah di baca! dari pada komen negatif dan membuat mood saya turun!


Terima kasih!


__ADS_2