
Sinta mengetuk pintu kamar Andin tapi tidak ada jawaban sama sekali. Sinta memutuskan untuk masuk kedalam, "Andin bangun sayang, kamu belum makan apapun dari tadi pagi" ucap Sinta menggoyang pelan tubuh Andin, "hmm" dehem Andin, "Andin buka mata mu" kata Sinta, "aku masih ngantuk bi, taro aja disitu makanan nya" ucap Andin membelakangi Sinta
"ini mama bukan bibi, cepat bangun kamu belum makan apapun dari tadi pagi" ujar Sinta, Andin membuka mata nya lalu membalikkan badan nya, "aku makan nanti saja ma, aku masih mau tidur" ucap Andin, "tapi kamu belum makan, kasian perut mu belum ada isi nya" kata Sinta
"mama ambilin yang baru ya" kata Sinta, "nggak usah ma, ini aja kasian bibi udah cape-cape bawa makanan kesini" larang Andin, "yaudah sekarang kamu makan sendiri atau mama suapin" tanya Sinta, "aku bisa makan sendiri ma" tambah Andin, "cuci muka dulu terus makan, mama keluar dulu" ujar Sinta mengusap kepala Andin lalu keluar dari kamar Andin
Andin beranjak dari tempat tidur nya lalu masuk ke kamar mandi, ia memutuskan untuk membersihkan diri. 15 menit kemudian Andin keluar dengan pakaian lengkap
__ADS_1
Andin mengambil piring berisi makanan lalu melahap nya sampai habis karna ia sudah merasa sangat lapar.
Setelah menghabiskan makanan nya, Andin melangkah menuju ke arah balkon kamar, ia melihat-melihat sekitar mansion. Mata Andin tidak sengaja menangkap seseorang yang sedang mengawasi mansion, Andin tersenyum miring melihat aksi orang itu, "kita lihat seberapa jauh kalian bergerak" ucap Andin
Andin masuk ke dalam lalu mengunci pintu balkon, Andin mengambil nampan berisi piring kosong lalu membawa nya ke dapur
"kak Alex bisa kita bicara berdua" tanya Andin, "tentu saja" balas Alex lalu beranjak dari duduk nya. mereka berdua berdiri sedikit menjauh dari ruang keluarga, "ada apa? apa ada masalah" tanya Alex, "heumm lebih tepat nya mainan baru datang" kata Andin, "apa kakak mengenal 2 orang yang kemarin mengaku orang tua pemilik tubuh ini" sambung Andin
__ADS_1
"dan benar pemilik tubuh ini anak mereka, dan dari laporan yang aku dapat mereka memperlakukan pemilik tubuh ini jauh lebih kejam dari pada apa yang mereka ceritakan kemarin kepada kita" lanjut Andin
"lebih baik kita selidiki masalah ini, kamu bisa memanfaatkan tubuh ini untuk mencari informasi lengkap" ucap Alex, "aku juga berfikiran seperti itu" tambah Andin, "kita bicara kan ini lagi nanti, lebih baik kita berkumpul sama yang lain" Andin mengangguk. Alex dan Andin pun bergabung dengan Sinta, Aurel dan Rachel.
Malam hari setelah makan malam, Alex dan Andin langsung ke ruang kerja Alex, "ini laporan yang ku dapat" ucap Andin menyerahkan sebuah map kepada Alex
"tapi untuk apa mereka mengusik keluarga kita" tanya Alex, "mungkin tujuan mereka sama dengan Tuan Garry" kata Andin, "kalau sampai mereka berani menyentuh mama atau anggota keluarga yang ada disini, aku tidak akan mengampuni mereka" sambung Andin dengan nada yang terdengar tegas
__ADS_1
"tadi sore aku lihat ada 2 orang yang sedang mengawasi keadaan mansion dan aku mengira itu suruhan Tuan Gernald" ucap Andin, "keamanan di mansion akan ku tambah, kakak khawatir terjadi apa-apa sama orang mansion" kata Alex
"hmm"