Lily Untuk Angga

Lily Untuk Angga
Part 13


__ADS_3

"lo berangkat bareng cewek lo?" Niel yang kebetulan baru sampai juga mendekati Angga sambil bertanya. Dia menatap punggung Lily yang berjalan ke arah gedung kelas sepuluh.


"hn" Angga membuka pintu mobil dan menyimpan bekal yang di serahkan Lily tadi untuk dia makan saat di kantor.


Mereka berdua berjalan berbarengan ke kelas mereka, Niel melirik temannya yang sibuk dengan hpnya.


"gak gila lo ya ngurusin kantor bokap lo sekaligus sekolah?" tanya Niel, Angga menggelengkan kepalanya "mana kelas dua belas lagi"


"mau bagaimana lagi" Angga memang tidak ada pilihan "yang gue bilang semalam lo ikutkan?"


"udah disogok, ya gue ikutlah"


"An.jir lo"


Lily memasuki kelas dan lagi lagi dia merasakan tatapan permusuhan dari teman teman cewek di kelas itu.


bruk


Lily menyentuh bahunya yang baru saja disenggol, tatapan tajam gadis yang menabraknya terlihat jelas "yatim munafik"


Keningnya mengkerut, Lily selalu tidak tahu kenapa dia tidak disukai, selama dia sekolah dia sama sekali tidak bertingkah, tidak pernah membuat masalah sama sekali.


"ekh" Lily kaget saat dia di dorong tiba tiba ke dinding dan seperti biasa yang lainnya hanya diam tak acuh.


"apa maksud lo dekat dekat dengan kak Angga? Muka lo itu jelek nyadar!" Gadis A berseru.


Lily tidak menjawab dia membuang muka ke samping.


"dasar murah, makanya bokap lo mati anaknya kelakuannya cari per-"


Plak


semua orang terdiam saat menatap Lily yang baru saja melayangkan tamparan ke gadis A.


"l..lo!"


plak


Sekali lagi tamparan mengenai wajahnya, saat yang lainnya mendekat dia menendang menarik satu dari mereka dan membantingnya membuat suasana kelas makin sunyi.


"akhhh..." ringisnya bersamaan dengan air mata yang berjatuhan.


"coba ulangi yang kamu bilang tadi" Lily melangkah mendekatinya membuatnya mundur.


Langkah Lily tertahan karena pundaknya di tahan salah satu teman cowok di kelasnya


"lo lebay banget sih, dia itu bercanda"

__ADS_1


"bercanda?" Lily terkekeh tapi matanya memerah menahan air matanya "wow... Candaan kalian lucu sekali! candaan mengatakan sesama perempuan murah? Ha" Lily meraih tangan cowok itu membantingnya ke lantai


"APA INI?" Wali kelas yang berjalan masuk berseru "Lilyana?"


"di.. Dia membanting mereka bu" mereka berseru menunjuk Lily "padahal mereka bercanda doang"


"yakin bercanda?" Rosa yang baru masuk kelas berseru


"Lilyana ikut ibu ke kantor guru"


Lily mengambil tasnya dan berjalan mengikut, dia melirik mereka yang menyeringai.


Sesampainya di ruang guru Lily di dudukkan di depan wali kelasnya


"kenapa kamu memukul mereka? Lilyana ibu kecewa dengan sikapmu"


Lily tidak mengatakan apa apa dan memilih diam


"Lilyana jawab ibu, kenapa kamu memukul mereka?"


Dia hanya menunduk tidak berniat menjawab sama sekali, dia tahu guru di depannya adalah sepupu dari si gadis A.


"Lilyana?"


"mereka menabrak saya bu" cicit Lily


wali kelasnya itu menghela nafas panjang "kamu memukul mereka karena mereka menabrakmu? Lilyana, kamu mengecewakan ibu, selama ini ibu pikir kamu anak yang masuk akal tapi kamu tidak lebih dari anak nakal"


"untuk apa? Ibu melihat kamu memukul mereka" Wali kelas itu mengibaskan tangannya "besok kamu tidak usah ke sekolah, kamu ibu skors"


"Ada apa ini?" Pak Juan masuk dan melihat ke arah Lily yang menunduk


"ini pak, anak anak masih pagi sudah bikin ulah, dia memukul temannya" Wali kelasnya mendengus ke arah Lily "masalah sepele tapi langsung memukul temannya, makanya saya mau skors dia"


Pak Juan mengangkat sebelah alisnya "Bu Manda, saya pikir itu kurang tepat"


"hah? Apanya yang kurang benar? dia mem-"


"Lily, sudah berapa lama kamu di rundung?" tanya pak Juan memotong ucapan bu Manda, guru Wanita itu langsung berdiri


"Apa maksud bapak? Jelas jelas dia yang memukul temannya" seru Bu Manda menarik perhatian para guru


"Bu Manda, biar saya tanya, apa ibu benar benar seorang wali kelas?"


"Apa maksud bapak bertanya seperti itu? Saya melakukan ini untuk mendidik murid saya" serunya


Pak Juan menyeringai "dengan hanya memanggil satu pihak saja? Apa itu sikap mendidik?"

__ADS_1


"itu karena dia salah"


"ibu mengfonis dia salah, apa ibu sudah mencari tahu?" Juan mendengus dia memanggil seorang siswa yang kebetulan ada di kantor guru meminta catatan "kamu, tolong panggilkan semua siswa dari kelas sepuluh A ke ruang BK" dia melihat ke Lily "ini wewenang guru BK, kamu ikut bapak ke ruang BK."


Bu Manda ingin mencegah tapi kepala sekolah menahannya.


Lily mengikuti pak Juan dalam diam, kalau dia di skors entah alasan apa yang akan dia ucapkan pada Angga.


deg


Jantung Lily berdegup kencang melihat Angga yang tiba tiba muncul dari arah berlawanan.


Padahal dia baru memikirkannya!


"kenapa kamu tidak di kelas?" Pak Juan bertanya pada Angga yang berhenti di depannya, Lily dengan cepat berdiri di belakang Pak Juan agar tidak terlihat


Angga menggaruk lehernya "kebetulan pak Tres tidak datang jadi saya mengerjakan mtk yang bapak kasih tapi saya kurang paham nomor ini makanya saya cari bapak" jelasnya


Juan mengambil kertas dari tangan Angga menjelaskan apa yang kurang di pahaminya.


Kening Angga terangkat saat sadar Lily ada di sana


"ini kenapa pak?" tanya Angga menunjuk Lily dengan dagunya, Lily langsung menundukkan kepalanya. 


"bukan apa apa, kamu kembali ke kelas tidak usah berkeliaran" ketus pak Juan


"ya pak...  Saya kan penasaran pak, masalahnya ini anak, anak baik baik loh pak" seru Angga dia melirik Lily yang masih menunduk.


"dia memukul teman sekelasnya!" Angga langsung menatap Lily yang makin menunduk tidak lama suara riuh di dengar dan anak anak dari kelas Lily datang.


Rosa mendekati Lily memukul lengannya "kenapa lo nundukin kepala lo, lo gak salah be.go" seru Rosa.


"aku tidak bo.doh" cicit Lily.


Pak Juan menyuruh mereka masuk ke ruangannya, Angga menarik pelan tangan Lily


"Lily kenapa tidak cerita sama kakak?" tanya Angga dia menatap lurus ke Lily dengan lembut seperti menatap sesuatu yang akan pecah.


"Raksa Erlangga Fathoni!"  tegur Pak Juan


"iya pak Iya" dia kembali melihat Lily "kita bicara nanti" bisiknya


Lily menganggukkan kepalanya, Angga dengan cepat berbalik badan dan berjalan


"ke kelas Angga, bukan tempat lain!" kata Pak Juan karena melihat tujuan Angga ke arah lain


"Kenzo mau tanya sesuatu katanya pak" beritahu Angga

__ADS_1


Juan memutar bola mata jengah, kenapa anak anak osis jarang ada yang sopan padanya terlebih Angga, Niel dan Hari. Dia menoleh ke Lily dan cepat memintanya berjalan cepat untuk menyusulnya


*****


__ADS_2