Lily Untuk Angga

Lily Untuk Angga
Part 57


__ADS_3

"Yo selamat datang!"


Lily berlahan mendorong Angga untuk melepaskannya, dia mengambil Farhan dan berjalan masuk ke dapur. Lily tidak pernah berfikir kalau teman teman Angga akan datang, terlebih selama dia tinggal di rumah itu, mereka tidak pernah berkunjung.


"Ap..APA APAAN ITU TADI!" Niel berseru sambil menunjuk Angga.


"Apa?" Angga bertanya dengan santai, dia berjalan ke sofa. "Ayo duduk!"


Mereka kembali menganga tidak percaya dengan muka polos Angga, mereka berjalan ke sofa Hari duduk di depannya memicing ke Angga.


"Aduh!" Mereka menoleh ke arah Dwi yang mengadu, dia mengangkat kakinya karena menginjak sesuatu "Lego kenapa ada disini?" tanyanya


"Kalau punya anak kecil, pasti bakal ada mainan dimana mana." jawab Angga masih dengan santai.


Ezra mengambil potongan lego melemparnya ke arah Angga "Jadi? Bisa jelaskan yang tadi?"


Angga memiringkan kepalanya "Apa? Memangnya tadi kenapa?"


"LO SAMA LILY KAM*RET!" seru mereka melempar Angga dengan apapun di tangan mereka. Angga tertawa puas, dia senang mengerjai mereka.


"Lah dia kan cewek gue, apa yang salah?".


Baru akan kembali mengumpati Angga, mereka diintrupsi oleh bude' Sum.


"Bude kenapa?" tanya Angga.


"Ibu nanyain, teman temannya tuan mau di buatin apa?" tanya bude Sum.


"Ibu?" Mereka memicingkan kepala ke arah Angga.


Pura pura tidak melihat Angga berbicara pada Bude Sum "Mereka semua di minum, air sungai yang belum di rebus saja mereka mereka minum." Candanya "Mereka minum apa saja."


Bude Sum mengangguk mengerti, dia kemudian pamit ke dapur. Angga kembali menegakkan duduknya, tapi terkejut mendapati wajah teman temannya yang maju ke arahnya.


"Woi apa ini? Gue gak minat sama batang!" serunya, Ezra memukul kepalanya "Apa apaan dah lo Jrak!."


"Kalian tinggal barengkan?" tanyanya, Angga tidak menjawab


"Wah parah lu, Ga!" Niel ikut menimpali "Mentang mentang tidak ada yang ngawasin lagi."


"Apaan sih Ah!" Dia mendorong mereka menjauh. "Kita juga gak ngapa ngapain!"


Dwi mendorong kepalanya "Gak ngapa npain kepala nenek moyang lo! Terus yang tadi itu apa ban*ke!"


Angga mengelus kepalanya "Orang pacarankan biasa kayak begituan."


"Iya sih." Hari menganggukkan kepalanya, Ezra memukul kepala mereka berdua "KENAPA GUE JUGA?"


"Soalnya lo Beg*!!" seru Ezra "Lo enak Ga, dah mau lulus. Kalau terjadi apa apa sama anak orang lo bisa nikahin, tapi bagaimana dengan dia? Dia masih satu SMA."


"Kan bisa nikah juga" Hari menyaut, kali ini Dwi dan Niel yang memukulnya

__ADS_1


"Lo diem Bang*at!" seru mereka.


"Si*lan! Kenapa gue mulu sih?"


Tanpa di sadari siapapun, bibir Angga melengkung ke atas, dia tersenyum tipis. Angga berterimah kasih dalam hati karena di pertemukan mereka, dia bertemu dengan orang orang yang benar benar memperhatikan bahkan memberitahu benar dan salahnya apa kelakuannya.


"Permisi!"


Mereka melihat ke asal suara, Lily berdiri mematung memegang nampan menatap mereka. Dwi mengambil nampan di tangan Lily.


"Biar saya saja, Kak!" ucap Lily tidak enak. Angga berdiri menghindari teman temannya, dia bersembunyi di belakang Lily. "Air panasnya nanti tumpah."


Angga melepaskan lengan Lily, dia membiarkan gadis kecil itu meletakkan gelas gelas berisi teh di atas meja. Saat hendak masuk Angga menahannya, dia merangkul Lily menatap teman temannya memprovokasi. Mereka berempat memutar mata jengah.


"Kenalkan! Lilyana Flowerencia Anderson Ah tidak Erlangga, istri gue!" ucapnya.


Puffff...


Niel, Hari dan Ezra yang kebetulan meminum minumannya menyembur karena kaget.


"HAH?!!" Mereka berseru kaget.


Angga menepuk pundak Lily "Ini Bini gue, Istri! Ngak paham? She is my wife!"


"Ban*ke!" Seru Niel, dia mengelap sudut bibirnya bekas minumnya.


Dwi yang tadi hanya diam akhirnya tersadar, Ezra mendekati Angga dan tanpa ba bi bu dia memukulnya keras di perut.


Angga memegang perutnya tapi tertawa puas, melihat itu mereka mendekatinya mengeroyok Angga. Lily yang melihat itu hanya bisa syok, dia ingin melerai tapi bingung bagaimana.


"Dasar Pedo!"


"Tua bangka sia*an!"


"Ke neraka saja lo, Ban*ke!"


"Kakek sugino lo!"


Angga terus tertawa dan membiarkan dirinya di pukuli temannya, tak lama mereka berhenti karena capek juga.


"Ban*ke, badan gue sakit semua, sia*an!" Angga akhirnya mengeluh, Niel menendang kakinya. " Woi... Bini gue syok noh!"


Tersadar mereka semua menoleh ke arah Lily, seperti yang Angga bilang cewek itu hanya mematung. Lily mengkerutkan keningnya masih syok, apa laki laki mainnya sekasar itu?


Angga yang terbaring di lantai terbangun duduk berdampingan dengan teman temannya, dia tersenyum ke arah Lily seolah mengatakan kalau mereka hanya bercanda. Angga mengaduh karena lengannya di tampar Ezra.


"Ejrak! Ini sakit beg*!


"Kenapa kami tidak dikasih tau? Atau ini akal akalan lo!" tuding Ezra, Angga mencibir dia berdiri di samping Lily


"Enak saja!" Dia merogoh saku celananya dan mengambil hpnya, melemparkan ke pangkuan Ezra "Di situ ada Video pas gue ijab qobul di depan bokap gue!"

__ADS_1


Mereka berempat berkumpul untuk melihat video yang dimaksud Angga, Hp Angga memang jarang dikunci terlalu merepotkan menurutnya.


"Lily tidak tahu kakak nyimpan video itu." ucapnya dengan nada berbisik pada Angga.


Angga balas berbisik "Itu untuk bukti karena kita belum punya buku nikah. Kamu saja belum ada KTP."


Mereka berempat menganga melihat video itu, mereka tidak ingin mempercayainya tapi sangat jelas itu Asli, bahkan tampang cerah ayah Angga bisa terlihat di video itu.


"Apa?" tanyanya saat mereka menatapnya.


"Ini baru kami yang tahu?" tanya Hari.


Angga duduk di sofa menarik Lily di sampingnya "Selain orang di dalam video itu, yang kerja di rumah dan orang tua angkat Lily, ya kalian orang pertama yang tahu." jawab Angga


"Umur lo berapa Li?" tanya Ezra, Lily mengkerutkan keningnya dia melihat Angga sebentar sebelum menjawab


"Enam belas, Kak."


"Niel, Dwi, Hari telfon FBI atau apa bilang kita menemukan Pedo disini!" seru Ezra


Angga mengambil lego yang sempat dilemparkan padanya, dia melempar teman temannya kesal. "Ban*ke!"


"Emang lo pedo kan? Noh Lily bahkan belum punya KTP."


"Gue juga baru delapan belas, Anj- akh!" Angga meringis karena mendapat cubitan dari Lily "Tapi Li.."


Lily melirik ke ambang pintu dapur, di sana Farhan menonton mereka dengan tatapan penasaran. Angga hanya bisa menghela nafas, menahan umpatan yang akan dia lontarkan pada teman temannya.


Melihat Angga yang terdiam setelah mendapat pelototan Lily, mereka berempat tertawa puas. Angga mendelik ke arah mereka berempat, melemparkan bantal ke arah mereka.


"Jadi?" tanya Niel


"Apa?" Angga balik bertanya dengan nada kesal, Hari menyeringai padanya.


"Lo gak mau ngasih sesuatu gitu? Upah menjaga rahasia!" ucap Hari, dia menaik turunkan alisnya "Makan gratis misalnya atau saham gitu?"


"Kepala bapak kau saham!"


"Kepala bapak gue dah jadi tengkorak!" tawanya, Angga mendengus.


"Besok pulang dari sekolah, gue traktir! Tempatnya terserah kalian." pasrah Angga, Lily di sampingnya juga menatapnya dengan mata berbinar "Kalau Libur nanti kita ke Vila" bisiknya pada gadis itu.


"Dilarang romantisan saat ada kaum single di sini." kata Dwi.


"Yang penting gue makan gratis!" ucap Niel dan Hari bersamaan.


Ezra melihat Angga "Tapi Ga, kayaknya nginap di hotel enak kali ya?"


Angga menyeringai "Kalau mau mahal mahal, tanya nyonya saja. Duit kan sama dia!"


Angga menepuk kepala Lily, Ezra dan yang lainnya hanya diam mendengarnya.

__ADS_1


"Anjirr"


__ADS_2