Lily Untuk Angga

Lily Untuk Angga
Part 19


__ADS_3

"Tidak tinggal makan malam dulu, Kak?" tanya Lily, mereka berdiri di depan pintu untuk mengantar Melanie yang hendak pulang. Angga bersedekap dada sambil bersandar di pintu.


Melanie menggelengkan kepalanya masih dengan senyum manis.


"Masih ada beberapa barang yang harus aku kemasi" jawabnya Dia melirik Angga yang kebetulan sedang menguap


"Apa?" tanyanya karena Melanie mengernyit ke arahnya. "lo hati hati saja di negara orang"


"Negara orang juga, negara kelahiran Mami" ucap Melanie. "Titip salam ya buat Hari dan Niel, Aku tidak sempat ketemu mereka." Angga menganggukkan kepalanya.


Tak lama dia benar benar berbalik dan pergi menghilang di balik pagar. Angga mengangkat sebelah keningnya karena Lily menatapnya.


"Kenapa?" Lily menggelengkan kepalanya "Lily sama Melanie kenapa bisa langsung akrab?"


"Karena Kak Melanie baik" jawab Lily, Angga tidak menjawab tapi mengiyakan dalam hati ucapan Lily. Melanie memang baik makanya dia mau pacaran dengannya. "Cantik juga"


Angga menatap Lily yang penuh kekaguman, Angga hanya menepuk kepalanya. "Kamu juga!"


Lily memegang kepalanya dan menatap punggung Angga yang masuk lebih dulu ke dalam rumah.


Lily menepuk wajahnya karena merasakan panas yang tiba tiba. Dia tidak ingin jatuh, Angga pantas mendapatkan yang jauh lebih baik bukan sepertinya.


Dia menutup pintu berlari kecil masuk ke dalam rumah Dia langsung berlari ke dapur untuk menyiapkan makan malam.


"Ly?" Gadis itu mendongak melihat Angga, Angga membaca pesan dari asistennya sebelum menatap Lily "Kita makan di luar ya"


Lily memiringkan kepalanya "Kenapa?"


"Mau nongkrong bareng anak anak, kamu ikut" jelas Angga "Tidak apa apa, sesekali makan di luar"


Lily yang tadi membuka pintu kulkas kembali menutupnya, dia berjalan mengikuti Angga ke ruang tengah. Karena memang masih lama dia memilih menyalakan tv untuk menonton drama korea di channel yang khusus menayangkan drama korea.


Angga melirik Lily yang gemas sendiri, tangannya menutup mata gadis itu saat adegan silaturahmi bibir


"Kakak!"


Angga mendekat dan berbisik "Kamu belum cukup umur lihat begituan."


Lily meraih tangannya berusaha untuk tidak menghalanginya tapi Angga berkeras, dia melepaskan setelah adegan tidak layak untuk anak dibawah umur itu lewat.


Lily menatapnya kesal dan Angga hanya terkekeh kecil, dia mengangkat alisnya "Kenapa?"


Lily tidak menjawab, Angga menggelengkan kepalanya geli sambil berdiri. Batrai hapenya mau dia isi daya.


Dia berdiri di sofa belakang Lily menunduk mendekatkan bibirnya dengan telinga gadis itu. "Tunggu kamu cukup umur, baru kakak ajarin begituan"


Blush...

__ADS_1


Wajah Lily memerah bahkan seperti ada asap yang keluar dari kepalanya, Angga mengacak rambutnya gemas dengan ekspresi Lily yang terkesan malu malu itu.


******


"Wih... Bawa pawang dia" Niel berucap saat melihat Angga masuk dengan Lily yang ada di sampingnya.


Angga menyeringai ke arahnya membuat mereka ingin melemparnya dengan benda benda yang kebetulan ada di atas meja.


Lily duduk di kursi yang sengaja Angga tarik untuknya. Dia sebenarnya segan mengingat yang ada di sana kakak kelasnya semua.


"Senior sudah pada lengkap nih" Mereka menoleh dan mendapati Aryan, Baim, Zain, Kenzo juga Afkar berjalan masuk.


"Tau begini gue juga bawa cewek tadi" ucap Afkar dia mengambil duduk di samping Hari yang memasang wajah kusut.


"Dih... Pamer aja terooss kalo kalian punya pacar!" gerutu Hari, Angga melemparnya botol plastik kosong "Aduh!"


"Makanya jangan main main kalo pacaran!"


"Gimana dong? Gue ganteng banget, sia sia dong kalo main sama satu pacar do-akhh" Dia memegang perutnya yang kena sikut Afkar "Eh anjiir, sakit Ogeb!!"


"Terimah kasih"


Mereka menoleh ke arah Lily yang suaranya baru terdengar, Angga melihat di depan Lily diletakkan botol mineral oleh Kenzo.


"Wahh.... Ken, lo jangan gitu dong!" Aryan berujar "Tega lo nikung di depan pawangnya langsung"


"Eh, ban*ke! Mana ada gue nikung, gue lihat depannya kosong makanya gue kasih minum."


"Ma*pus aja lo"


Angga menendang agar kursi Kenzo berjarak dari kursi Lily, dia meletakkan kertas menu depan gadis itu.


"Jangan pedulikan penduduk pluto, Lily mau makan apa?"


Hueekkk


Mereka serempak memasang wajah ingin muntah mendengar bagaimana Angga bicara, Angga mendelik ke arah mereka yang hanya dibalas cengiran tanpa rasa bersalah.


"Ngak usah banyak ba*ot lo pada, urusan SHS bagaimana?" Angga bertanya melihat mereka satu persatu.


"SHS kenapa lagi?" Ezra yang ada di sana tapi diam dari tadi akhirnya bersuara. "Ngak kelar kelar perasaan."


"Kelas 11 ngak sengaja bentrok, jadi mereka nantang sekolah kita cerdas cermat" Jelas Angga, dia memanggil karyawan warung makan itu, kasihan juga sama Lily yang belum makan. "Lily pesan dulu" ucapnya dia kembali menoleh ke teman temannya yang lagi lagi menatapnya dengan tatapan aneh. "Apa?!"


Mereka menggelengkan kepala.


"Lo ikut, Ga?" tanya Ezra, Angga menggelengkan kepalanya dan mengatakan kalau dia tidak berhak ikut campur karena itu urusan adik kelasnya.

__ADS_1


"Kami punya dia" Afkar menarik kerah Aryan yang kebetulan membalas pesan


"Eh Kambing! Kalau sampai hape gue jatuh ganti rugi lo" kesalnya, Afkar mengedikkan bahu "Monyet"


"Rusa!" balas Afkar


"Anjing" timpal Niel


"Babi ngepet" Hari ikutan


"Kerbau" Zain berkata juga


"Kucing!" ucap Baim


"Kenapa jadi Kucing!" Ezra dan Zain berseru bersamaan, Baim menyeringai


"Buaya!" seru Aryan kesal


"Lo yang Buaya!" seru mereka serempak.


"Iya gue Buaya, Buaya setia." Jawab Aryan songong "Buktinya gue masih setia noh sama cewek gue dari kelas sepuluh"


Angga menghela nafas "Punya hobi itu bagusan dikit kek? Hobi kok ngabsenin isi kebun binatang"


"Dari pada Absenin mantannya Afkar!" Seru Hari yang sudah berdiri lebih dulu sebelum mendapat sikutan dari Afkar.


Lily makan dalam diam, dia baru tahu kalau anak cowok nongkrong tidak kalah berisik dengan cewek yang bergosip berita hangat.


Lily kaget saat tangannya yang tidak memegang sendok di pegang Angga, dia menoleh dengan ekspresi bertanya


"Ngak apa kan lama lama disini?" Angga bertanya dengan suara pelan, Lily mengangguk saja.


Lily melihat ke samping dimana ketua osis sekarang ini duduk, tadi Kenzo mengetuk meja samping piringnya.


"Kamu tidak tertarik masuk Osis?" Tanya Kenzo, Lily mengkerutkan keningnya


Memang Osis bisa merekrut anggota begitu saja?


"Kalau kamu mau, aku bisa bantuin"


"Ngak ada!" Mereka berdua terkejut mendengar suara Angga, Angga melihat mereka berdua serius "Aku ngak ngizinin dia masuk Osis!"


"Kenapa?"


Angga menghela nafas "Gue sudah pernah ngerasain jadi babu sekolah berkedok Organisasi, sibuk banget." Dia melihat Lily "Jangan mau diajak masuk Osis."


"Lily juga tidak mau" jawab gadis itu, Angga menepuk kepalanya berkata lembut

__ADS_1


"Good girl!"


*****


__ADS_2