Lily Untuk Angga

Lily Untuk Angga
Part 77


__ADS_3

"Seperti yang diharapkan dari seorang Lilyana!" seru Nurul bangga melihat rapor milik Lily.


Hari ini penerimaan rapor dan yang datang mengambil rapornya adalah Azka, karena orang tua angkatnya pergi mengambil rapor untuk Atar. Lily sama sekali tidak kecewa, dia hanya merasa sedih dan merindukan Ayahnya.


Seperti yang sudah di prediksi, Lily mendapat nilai paling tinggi diangkatannya dan karena senior sudah tidak ada, nilainya masuk dua puluh besar diantara semua nilai.


"Gilaaa.... Bangga gue punya teman lo!" dia menepuk nepuk punggung Lily, Rosa memukul tangannya melototi Nurul "Apa sih? Iri ya?"


"Iri apa? Lihat mukanya merah karena lo pukul, bo.doh!"


Nurul melihat Lily dan langsung minta maaf, dia hanya mengatakan tidak apa apa. Rosa melihat rapornya, nilainya bertambah dari semester sebelumnya, dia berterima kasih dalam hati pada Lily dan Nurul, berkat mereka sering belajar bersama nilainya juga meningkat.


"Gue berharap kita sekelas lagi setelah ini, kalau gak setidaknya sampinganlah!" kata Nurul, sama halnya dengan Rosa nilainya juga meningkat.


"Iya, aku juga harap begitu." Lily berkata dan itu dari hatinya paling dalam.


Nurul berdiri dia menyeret kedua temannya, mereka sekarang berdiri di depan mading. Sama seperti semester sebelumnya, nama Kennan terpampang paling atas dengan font sedikit lebih besar dan tebal dari font siswa lainnya.


Lily terus menatap nama nama itu, dia berharap suatu hari nanti namanya akan menggantikan nama Kennan di sana.


"Kalian tidak ada rencana mau pulang?" tanya Nurul, dia sudah puas menatap mading. "Yang lainnya sudah pulang."


"Kapan penentuan kelas?" tanya Lily, dia sebenarnya mencari cari kertas pembagian kelas tapi tidak ada.


"Setelah masuk sekolah lagi, sabar saja."


Rosa membalikkan badannya, dia sudah berniat pulang. Lily sendiri sebenarnya enggan pulang karena merasa sendirian di rumah, setidaknya di sekolah dia tidak kesepian seperti di rumah besarnya.


Kening Lily mengkerut melihat mobil jemputannya sudah tiba, biasanya itu akan datang lima menit setelah jam pulang. Apa Azka yang memberitahu supir untuk menjeputnya? mungkin saja.


"Aku duluan. Sampai ketemu saat sekolah nanti." pamitnya.


Lily berjalan ke arah mobil, dia sesekali berbalik dan melambai ke arah mereka. Wajah ceria Lily meredup begitu menghadap mobil, dia merindukan sang Ayah. Lily menggelengkan kepalanya hanya untuk menyemangati dirinya sendiri, setelah merasa lebih baik dia berlahan membuka pintu mobil.

__ADS_1


"Kakak!"


Senyum gadis itu merekah lebar, dia dengan cepat masuk ke dalam mobil dan menghambur ke pelukan Angga. Pemuda itu hanya bisa tertawa melihat reaksinya, berlahan dia menepuk nepuk punggung Lily.


"Lily pikir kakak tidak datang." Lily berkata sambil mengendurkan pelukannya, dia mendongak menatap Angga yang seminggu ini tidak dilihatnya. 


"Cieee... Yang naik kelas sebelas." Angga menoel noel pipi Lily "Udah tidak lama lagi ambil KTP nih!"


Lily tidak mengatakan apa apa dan hanya tersenyum, dia membuka tasnya dan menyerahkan rapornya ke Angga. "Lily pikir, Kakak yang bakalan datang ngambil rapor Lily."


Angga mengambilnya sambil meminta supirnya menjalankan mobilnya, saat membuka rapor Lily, ada perasaan bangga menggerogoti perasaannya saat melihat nilai gadis itu. Dia menatap Lily sebentar sebelum mengacak rambutnya gemas.


"Maaf, Kakak ada rapat mendadak tadi. Kak Azka juga bilang kalau dia yang mau ngambilin rapor kamu."Jelas Angga "Semester depan Kakak usahain kakak yang temani kamu ngambil rapor. Maaf okey"


Lily menggeleng dan mengatakan tidak apa apa "Lily hanya tiba tiba ingat Ayah tadi."


Angga meraih tangannya untuk di genggam, dia mengerti perasaan Lily karena baru saja dia merasakan hal yang sama. Dia menarik Lily berlahan mendekat ke arahnya, dia merangkul gadis itu sambil melihat hasil belajar Lily enam bulan terakhir ini.


"Mau ke makam Ayah tidak?" Lily menggelengkan kepalanya "Kenapa?"


"Bukan cuman Ayah, Li." gumam Angga, Lily mendongak "Kenapa?"


"Kakak ngomong sesuatu?"


"hah? Enggak!" Angga tersenyum ke arahnya "Mau pulang ke rumah dulu? Atau mau langsung ke kos-an kakak?"


"Lily mau pulang, mau ambil baju dulu." jawab Lily, Angga menunduk mencium puncak kepalanya.


"Ada baju kamu di kos-an Kakak." ucap Angga


"Kok?"


"Kakak beli buat kamu."jawab Angga "Kita langsung ke kos-an, kalau pakaiannya tidak muat kita beli yang lain."

__ADS_1


Lily tertawa terbahak "Enak juga punya suami berduit, kurang dikit tinggal beli!" gelinya


Angga menatap Lily yang tertawa, bibirnya berlahan terangkat membentuk senyuman. Melihat Lily yang sekarang mengingatkannya pada saat awal awal bersama tidak ada cahaya sama sekali di matanya, melihatnya tertawa sekarang membuatnya lega


Apa ini bisa di sebut salah satu pencapaiannya?


Tak lama mereka tiba di kos-an Angga, dia turun lebih dulu untuk membuka pintu untuknya. Lily memandang kos-an Angga yang sekarang sudah berubah, dulu hanya berwarna putih sekarang berubah warna jadi merah muda.


Lily menatap Angga yang tampak geli menatapnya "Sengaja kakak ubah, sekalian saja kakak jadiin pink semua saja."


"Kakak gak malu?" Lily bertanya dia menerima uluran tangan Angga yang mau menggandengnya masuk "Nanti kakak diledek banci."


"Ngapain harus malu? Memakai pink pun bukan berarti banci kan?" Dia membuka pintu rumahnya dan mempersilahkan Lily masuk.


Lily menyusuri kamar itu kos-an Angga, tidak ada yang berubah. Dia berjalan ke kamar matanya membulat melihat ke kasur, seprai sudah di ganti tapi tetap merah muda. Matanya juga membulat melihat boneka yang beberapa hari ini dia cari, ternyata dibawa Angga.


Dia meletakkan tasnya di atas meja di mana ada tas Angga juga, kemudian duduk di tepi kasur memeluk bonekanya. Tak lama Angga masuk dengan plastik berisi camilan di tangannya, dia menyerahkannya ke Lily.


"Kenapa boneka Lily ada di sini?" tanyanya, dia menerima plastik dari tangan Angga "Kok ngak ngasih tau."


Angga mengambil boneka berbentuk hello kitty itu dari pelukan Lily, dia melemparnya ke tengah kasur dan menjadikannya bantal.


"Kakak ih!" kesalnya


Angga terkekeh "Ini untuk kakak peluk kalau kangen."


blush


Wajahnya langsung memerah, dia tidak menduga jawaban Angga akan seperti itu. Angga kembali bangun dan meminta Lily berganti baju, dia ingin mengajaknya kembali ke kantor.


"Kak, ini gak masalah kakak bawa Lily ke kosan?" tanya Lily yang baru saja memikirkannya, dia bangun menuju lemar dan membukanya. Banyak baju perempuan dengan ukurannya di sana "Wahh.."


Gantian Angga yang memeluk hello kitty "Kakak sudah izin sama pemilik kos-an, kakak jujur kalau kakak mau ngajak istri, pertamanya beliau tidak percaya juga." jelas Angga

__ADS_1


"Jadi kakak liatin Video ijab qobul?" tebak Lily sambil menarik salah satu pakaian yang sopan dari lemari, Angga menganggukkan kepalanya "Lalu bagaimana penghuni lainnya? Lily kan masih SMA."


"Kalau ada yang tanya, Kakak akan menjelaskan situasi kita." jawab Angga.


__ADS_2