Lily Untuk Angga

Lily Untuk Angga
Part 91


__ADS_3

"Ly, hari ini lo masuk kerja, ngak?" tanya Nurul yang merapikan mejanya.


"Iya, Aku masuknya tiap hari," Jawab Lily, Nurul langsung cemberut "Kenapa?"


"Gue mau ngajak lo berdua belanja bareng. Kita gak pernah keluar bertiga bareng kan?"


Lily dan Rosa saling memandang, sepertinya memang benar yang diucapkan Nurul, mereka belum pernah keluar bareng.


"Hari ini aku coba tanya kak Alga kalau besok bisa libur atau tidak," Lily menggigit bibir bawahnya, sebenarnya dia merasa tidak enak juga karena sering libur kerja "Semoga diizinin."


"Beneran Li? Kalau begitu gue tunggu kabar lo besok ya."


Lily hanya bisa tersenyum, dia tidak bisa menjanjikan apapun pada temannya itu.


"Lo jangan maksain diri, kalau tidak bisa bilang saja." kata Rosa "Jangan terlalu mendengarkan Nurul, dia kurang kerjaan."


Nurul yang mendengar itu hanya bisa tertawa, karena sudah terbiasa dengan Rosa jadi dia tidak tersinggung sama sekali. Dia langsung memakai ranselnya, lalu membantu Rosa dan Lily merapikan meja juga.


Mereka sekarang bersiap pulang, bel pulang sudah bunyi dari sepuluh menitan yang lalu. Nurul melihat keluar jendela kelas, keningnya mengkerut saat melihat ada kerumunan di depan gerbang.


"Kenapa?" tanya Lily yang juga sudah memakai ransel merah mudanya, dia juga menjulurkan kepalanya melihat keluar.


"Tidak tau, tapi kayaknya ada yang seru di depan gerbang." jawab Nurul "Buruan, kita lihat ada apa."


Rosa berdecak "Ngak usah kepo, urusin saja tugas matematika lo yang remidi."


Nurul mendelik ke arah Rosa, dia membuka bibirnya dan mulai bernyanyi "Terlalu sadis caramu, menjadikan diriku pelampiasan cintamu agar kau enn...na na na!"


Rosa memutar bola mata jengah, dia meraih tangan Lily menyeretnya keluar kelas. Nurul yang melihat itu mendengus dan menyusul mereka, tapi masih tetap menyanyi dengan lirik dan nada yang tidak jelas.


"Berisik, lo gangguin kunti penunggu pohon mangga depan!" kata Rosa


Nurul mendengus dan makin mengeraskan suaranya, tapi dia mengatupkan suaranya saat mendengar kekehan di belakangnya. Nurul langsung menoleh dan mendapati cowok berkacamata, pakaiannya masih terlihat rapi meski sudah jam pulang.


Sangat mencerminkan murid teladan.


"Lo ngapain berhenti jalan!" panggil Rosa, Nurul langsung menoleh dan berlari ke arah mereka yang sudah lumayan jauh. "Supir ku sudah menunggu di bawah."

__ADS_1


Nurul terkekeh "Bilang saja lo juga kepo kan sama gosip di bawah!" dia mencolek pinggang Rosa.


Lily yang melihat itu hanya bisa tertawa, terlebih Rosa membalas Nurul dengan omelan yang lumayan judes. Nurul menoleh ke belakang, orang yang menertawakannya tadi sudah tidak ada.


Dia menghela nafas panjang merasa lega, dia malu sekali tadi. Lily yang menyadari Nurul melihat ke belakang ikut menoleh, tapi tidak ada siapa siapa di sana.


"Kamu lihat apa?"


Nurul menggelengkan kepalanya "Ngak ada!".


Rosa mencibir "Makanya jangan berisik kalau lagi sepi."


Mereka tiba di depan gerbang, masih banyak siswa di sana tapi sepertinya yang menjadi pusat pembicaraan sudah tidak ada di sana. Nurul mendekati salah satu orang di sana, dengan rasa penasaran yang tinggi tentunya dia langsung bertanya.


"Kenapa ini? Kok tumben ramai banget?" Tanya Nurul pada orang di depannya, kebetulan salah satu teman sekelas mereka.


"Noelle nembak kakak kelas." jawab temannya itu.


"Noelle? Anak kelas sebelah? IPA 2?" siswi itu menganggukkan kepalanya "Dia nembak kakak kelas? Siapa?"


"Gue gak tau siapa namanya, tapi katanya kelas 12 IPS 1." jawabnya "Nekat juga dia!"


"Biar gue tanya yang lainnya siapa kakak kel-weii!" seru Nurul saat lengannya ditarik menjauh oleh Rosa.


"Gak usah kepo!" ucapnya, Lily juga menganggukkan kepalanya setuju.


"Kamu mau ikut Rosa atau aku?" tanya Lily pada Nurul, jemputannya sudah datang pun dengan Rosa.


Nurul meletakkan telunjuknya di dagu seolah berfikir, sebelum dia menjawab pintu mobil Lily terbuka.


Mata gadis itu membulat, senyumnya langsung merekah.


"KAKAK!" Lily berseru dan berlari ke arah orang yang baru turun dari mobilnya.


Angga mengangkat sebelah alisnya, sama seperti Lily dia juga tersenyum ke arah Lily. Dia menepuk kepala Lily saat gadis itu berhenti di depannya, sebenarnya dia ingin memeluknya tapi dia sadar kalau dia ada di lingkungan sekolah.


"Kapan Kakak pulangnya?" tanya Lily matanya berbinar, sebenarnya tanpa bertanya pun dia tahu kalau Angga baru tiba, dia masih memakai kemeja kerja yang terlihat sedikit kusut.

__ADS_1


"Dari bandara kakak langsung ke sini, Ayo pulang." Dia meraih telapak tangan Lily dan bersiap masuk, tapi gadis itu menahannya. "Kenapa?"


Lily melihat ke arah Nurul dan Rosa, mereka hanya melihatnya dalam diam. Tapi melihat tatapan Lily, Nurul langsung menunjuk Rosa.


"Gue ikut Rosa saja." ucap Nurul sambil tersenyum, memang siapa yang mau jadi obat nyamuk?


Akhirnya Lily hanya pamit pada mereka dan mengikuti Angga masuk ke mobil, dia menatap Angga yang sekarang langsung merebahkan dirinya di sandaran sofa. Lily bisa melihat lingkaran hitam di bawah mata Angga, sangat kentara kalau dia sangat kelelahan dalam beberapa hari belakangan ini.


Seharusnya Angga kembali minggu kemarin, tapi karena ada beberapa kendala dia menambah waktu kerjanya seminggu lagi. Lily menopang dagunya sambil menatap Angga yang memejamkan matanya, telunjuk Lily menekan nekan pipi Angga.


"Ngapain?" Angga menangkap tangan Lily dan membuka matanya.


Lily menggelengkan kepalanya, tapi masih fokus menatap Angga yang sekarang pucat tapi ekspresinya masih jenaka ke arahnya.


"Kenapa?" Angga sekali lagi bertanya, tanpa menjawab Lily menenggelamkan wajahnya di lengan atas Angga menggigitnya "Akhh!"


"Kakak lama sekali!" keluhnya.


Angga hanya bisa terkekeh mendengarnya, tangannya terulur menekan tombol yang ada di sampingnya untuk menaikkan sekat antara kursi mereka dan supir. Dia melihat lurus ke arah mata jernih Lily, gadis itu jarang mau bermanja padanya seperti saat ini.


Dia menarik tangan Lily agar bersandar padanya, tangannya dia lingkarkan di pinggang gadisnya. Selama dua minggu ini mereka hanya saling menyapa melalui ponsel, Angga sudah berusaha untuk pulang secepatnya tapi tidak bisa.


"Bagaimana perasaanmu tinggal dengan kak Liz, apa kalian sudah dekat?" tanya Angga, dia mengusap rambut Lily.


Lily menghela nafas panjang, dia bingung bagaimana menjawabnya. Memang sejak Liz membawanya ke rumahnya, dia menginap di sana.


Tentunya dengan izin Angga!


"Tidak tahu." Lily menumpukan dagunya di bahu Angga, "Lily merasa canggung!"


Angga melirik Lily yang ada dalam dekapannya sambil berkata "Itu wajar, selama enam belas tahun kalian tidak pernah bertemu."


Lily kembali diam lagi, yang dikatakan Angga memang sangat benar. Lily saat ini sedang berusaha menyesuaikan dirinya, tiba tiba mempunyai kakak kandung setelah enam belas tahun lebih mengejutkan dari pada tiba tiba menikah.


Angga menyentuh rambut bagian belakang Lily "Rambutmu makin panjang!" ucapnya


Lily melonggarkan pelukan Angga, dia memundurkan dirinya dan balas menatap Angga,

__ADS_1


"Kan Kakak yang larang Lily potong rambut."


"Boleh kok, tapi jangan dipendekkan." Dia kembali menarik Lily, masih kangen rupanya.


__ADS_2