
وَاِذَا قِيۡلَ لَهُمُ اتَّقُوۡا مَا بَيۡنَ اَيۡدِيۡكُمۡ وَمَا خَلۡفَكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُوۡنَ
Wa izaa qiila lahumuttaquu maa baina aidiikum wa maa khalfakum la'allakum turhamuun
...Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Takutlah kamu akan siksa yang di hadapanmu (di dunia) dan azab yang akan datang (akhirat) agar kamu mendapat rahmat." QS. Yasin Ayat 45....
Juz ke-23, Tafsir.
Meski menyaksikan dengan nyata bukti-bukti kekuasaan Allah dan kemampuan yang Allah berikan kepada manusia untuk membuat sarana transportasi, banyak manusia tetap ingkar dan menyekutukan Allah. Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Takutlah kamu akan siksa dunia yang di hadapanmu sebagaimana yang menimpa umat-umat terdahulu, dan azab yang akan datang kelak di akhirat agar kamu mendapat rahmat dari-Nya.”
Allah menerangkan bahwa andaikata terhadap orang-orang yang ingkar itu dianjurkan agar mereka menjaga diri terhadap siksaan Allah yang akan datang di kemudian hari, mereka akan tetap berpaling, tidak mau mendengarkan anjuran itu. Padahal, anjuran itu disampaikan agar mereka mendapatkan rahmat dari Allah.
Menjaga diri dari siksaan Allah ialah dengan cara bertakwa kepada-Nya, yaitu melakukan apa-apa yang diperintahkan-Nya, menjauhi segala larangan-Nya, dan mensyukuri setiap karunia-Nya. Akan tetapi, hati orang-orang yang ingkar telah tertutup terhadap kebenaran. Mereka senantiasa berpaling dari nasihat-nasihat yang baik. Oleh sebab itu, wajarlah mereka ditimpa kemurkaan dan siksaan Allah.
...----------------...
Surau kembali ramai di isi para Jamaah yang hadir, panggilan suara adzan bergema merdu terbawa angin yang berhembus di perkampungan mencekam itu. Hari ini anggota keluarga ustadz Ali ikut melaksanakan ibadah, begitu pun para warga lain meringankan langkah kaki untuk datang. Di bawah langit sore yang mendung, tikar terbentang sampai ke depan halaman surau. Sandal tersusun rapi, di samping halaman. Mereka membentangkan sajadah masing-masing, tapi gangguan kembali hadir saat mengangkat takbir.
Gangguan jin dan setan yang terkutuk, musuh nabi adam dan umat manusia. Sosok manusia yang sudah di isi setan itu menyeringai memainkan ilmu hitam mengganggu hati iman yang lemah. Dia masih memiliki harapan untuk mempunyai pengikut kembali. Hawa nafsunya yang masih menggebu, dia mencari mangsa baru untuk melancarkan kekuatan.
__ADS_1
Salah satu anak kecil berlari keluar dari syaf barisan sholat, dia membawa sebuah boneka lalu berjalan mengikuti lambaian Transo. Ibunya yang menyadari anaknya telah menghilang langsung menjerit minta tolong lalu berlari mencari di sepanjang jalan.
“Fatya!” panggilnya.
Balita berusia empat tahun itu berhasil di bawa oleh Transo sampai ke dasar jurang. Para warga dan ustadz Ali membantu mencari hingga mereka memutuskan untuk memasuki jurang. Namun Halimah menghentikan niatnya. Dia tidak mau kejadian itu terulang kedua kali hingga hampir menewaskan anak dan suaminya.
“Jangan! Ibu tidak akan pernah ridho jika bapak masuk ke jurang setan itu! Lihatlah anak kita Yara yang masih Trauma!” ucap Halimah.
“Ibu, jangan takut pada setan. Cukup takutlah pada sang Khalik. Bapak berjanji akan segera kembali, bawa anak-anak pulang bu” ucap ustadz Ali.
Sang ustadz dan warga lain membawa obor memasuki dasar jurang. Kali ini mereka melakukan jihad yaitu berperang di dalam jalan Allah. Menegakkan agama Allah atau menjaga agama tetap tegak, dengan cara-cara yang sesuai dengan garis perjuangan para Rasul dan Al-Quran. Di dalam suasana jurang yang mencekam, banyak penampakan dan gangguan hewan-hewan aneh menyerang.
“Arggh! Tolong kami ustadz!”
Surah panjang di lafazh dalam hati, ustadz Ali perlahan memukul salah satu akar pohon. Karjo dan Ujang di lepas akar setan dengan bantingan yang sangat keras. Ustadz Ali terjatuh, dia menahan perutnya yang semakin terasa sakit. Iblis dan setan berusaha mengganggu bagian lambung sebagai tempat mereka bersemayam.
Batuk darah kini keluar dari mulutnya, sang ustadz tetap menahan di bantu Mamang agar dia berdiri dan menyangga tubuhnya.
“Astagfirullah al’adzim” ucap ustadz Hendra.
__ADS_1
Dia mendengar kabar mengenai perkampungan yang sedang di perbincangkan khalayak ramai. Ustadz Hendra yang semula mencari tau mengenai almarhum pak Admaja meninggal di tempat itu membuat sang ustadz menuju pohon raksasa untuk mencari tau kebenarannya. Semula dia hanya ingin membantu Wijaya, namun setelah melihat kekacauan tersebut sang ustadz sangat terkejut.
Tepat di depan pohon, ustadz Ali membacakan ayat dengan tasbih yang di pegang di tangannya. Sayup-sayup dia mendengar suara tangisan anak kecil dari dalam pohon. Tanpa henti ustadz membacakan ayat hingga dia melihat seorang anak perempuan sedang berada di salah satu dahan pohon yang besar sambil menangis terisak-isak.
“Pak, tolong bantu turunkan anak itu” ucap ustadz Hendra.
Mamang dan ujang saling menopang memanjat menggapai anak tersebut. Rasa panas, gatal dan tusukan pada duri pohon mengganggu hampir saja membuat mereka terjatuh. Transo memperlihatkan diri, dia berdiri di salah satu dahan pohon dengan tatapan penuh amarah.
“Kau manusia iblis! Berhentilah membuat keonaran di kampung ini!” teriak Ujang.
“Transo bertobatlah! Allah tetap memberikan maaf pada umatnya yang bertobat dan menyesali perbuatannya. Kembalilah ke jalan yang lurus” ucap ustadz Ali.
Sementara balita yang sudah kembali tadi di berikan kepada ibunya. Fatya menunjuk ke arah sisi kiri pohon. Tangisannya yang tiba-tiba reda itu melihat tanpa henti meski sudah di bawa menjauh dari sana. Fatya melihat sosok anak kecil yang sebaya dengannya melambaikan tangan dengan boneka berwarna pink yang berada di tangan kirinya.
“Kamu lihat apa sayang? Jangan pergi jauh-jauh lagi ya” ucap ibunya mempercepat langkah membawanya pergi.
Sosok Transo menyemburkan api yang keluar dari mulutnya, Ustadz Ali berusaha mengelak, namun pertahanannya kembali gagal. Dia terjauh mengeluarkan batuk darah lagi. Ustadz Hendra mengucapkan ayat suci, dia melemparkan tasbih ke pohon raksasa. Demikian pula ustadz Ali perlahan berdiri bergerak memukul pohon dengan sajadah miliknya.
Suara teriakan makhluk mengerikan terdengar kuat, dahan dan ranting berjatuhan. Para warga yang berada di sana menghindar sambil menjerit ketakutan. Tubuh si dukun penganut ilmu hitam itu terbakar bersama pohon raksasa berisi makhluk yang dia sembah.
__ADS_1
Sosok bayi iblis melarikan diri di balik kegelapan malam menuju ke rumah Wijaya. Dia mencari perlindungan di balik tubuh Jaka. Dia masuk ke dalamnya sampai Jaka menggeliat membuka mata. Sorot mata berubah berwarna merah, timbul urat-urat merah pula di seluruh tubuhnya. Malam itu kedua bayi Lisa bercampur menjadi satu di dalam sisa kekuatan ilmu hitam yang di miliki oleh Transo.