Lingkaran Tipu Daya Setan

Lingkaran Tipu Daya Setan
Jasad yang hilang


__ADS_3

Merelakan waktu dengan segala kesesakan di dada


Dunia hanya tempat bersinggah, lantas apalagi yang harus di khawatirkan untuk segala cobaan ini?


Iman yang kuat tidak cukup untuk melewati kesempitan jiwa yang merapuh


Tapi tanpa iman, tidak ada yang bisa bertahan melewati lapisan kaki yang menginjak serpihan kaca


#Dunia Kelam Lisa


...🌿🌿🌿🌿🌿🌿...

__ADS_1


Berubahnya waktu terasa lebih cepat dan bermakna, hari yang biasanya lebih lama terlewati kini semakin lebih cepat dengan kehadiran sosok pengobat hati. Bayi jaka yang berada dalam buaian Lisa itu di raih dan di pindahkan ke lengan Kabaya. Mata sosok pria yang masih memakai peci dan sarung itu berkaca-kaca menahan air mata lalu melantunkan ayat suci Al’Quran.


Suaranya yang indah menggunakan tajwid merdu terdengar membawa suasana begitu nyaman dan tenang. Tapi, hal itu tidaklah di sukai oleh makhluk yang bermukim di dalam rumah terutama Transo yang terbangun dari tidurnya. Sekujur tubuh terasa panas, dia mengibaskan tubuh berlari mendekati AC. Namun, tubuhnya semakin panas sampai dia berlari menuju kamar mandi untuk merendam diri ke dalam bathtub.


“Arghh! Arggh panas!” teriak Transo.


Dia belum puas terkena basahan air yang dingin sudah melanjutkan bergerak ke mencari asal sumber tersebut. Saat dia berlari menuju ruang tamu, mata merahnya melotot melihat Kabaya.


“Hei! Kau lagi, lepaskan anakku!” geram yang berlebihan membuat tarikan pada bayi Jaka.


“Mas, kamu mau kemana?” tanya Lisa.

__ADS_1


Dia mengacuhkan pertanyaannya. Alangkah malunya Lisa menerima perlakuan dari Transo. Untuk mengubah suasana yang begitu tegang, Kabaya mengambil dua gelas air dari dapur dia memberikan salah satu cangkir untuk Lisa.


“Kak, aku berharap kakak tetap sabar dan kuat. Aku akan sering kesini untuk melihat kakak dan Jaka sampai masa praktek perkuliahan selesai” ucapnya tersenyum.


“Terimakasih. Ya tentu, pintu rumah ini selalu terbuka lebar untuk mu” kata Lisa membalas senyuman kecut berbalik menggendong bayi Jaka.


Selepas melaksanakan ibadah sholat Zuhur, Kabaya membantu Lisa mencuci pakaian dan membersihkan rumah.


“Sudah, jika engkau melakukan pekerjaan rumah lagi maka kakak akan marah pada mu, Tugas mu hanyalah belajar” ucap Lisa.


...----------------...

__ADS_1


Beberapa saat berlalu, Dino yang akan memulai tugas memantau segala gerakan Lisa kini tampak begitu lemas dan semakin pucat. Dia bercermin di dalam kamar mandi dan menetup wajahnya. Tampak cekung di lingkar mata hitam sesekali ada sosok bayangan dari belakang. Sangat lama dia memandang cermin sampai dia menghidupkan keran untuk berulang kali membasuh wajahnya.


Air berubah menjadi darah merah menghitam. Dia menoleh ke belakang melihat sosok wanita berparas cantik mendekati nya lalu mendorong ke dalam bathtub dengan menghembuskan sesuatu seolah menghipnotis dirinya. Sosok hantu yang menjelma secantik rupawan membuka mulut Dino begitu lebar. Dia memasukkan serangga hitam ke dalamnya. Tubuhnya pun mengering, seolah darah daging telah habis di makan dari dalam. Bahkan suara jeritan terakhir tidak lagi terdengar. Wijaya melakukan panggilan selama empat puluh sembilan kali sampai dia memutuskan untuk mendatangi tempat rumah sewaan tersebut. Ketika pada panggilan ke empat puluh, Wijaya memasuki rumah mencari sumber suara nada dering ponsel Dino.


__ADS_2