Lingkaran Tipu Daya Setan

Lingkaran Tipu Daya Setan
Sesat


__ADS_3

#CATATAN BUKU DIARY LISA


Kita disini hanya merangkai luka


Aku sedang sibuk memperbaiki istana pasir yang berkali-kali kau hancurkan


Tidak ada manusia yang luput dari segala rintangan di muka bumi


Kini aku harus tetap tegak menjalani hari


Kau pergi dan datang jika engkau mengingat ku


Aku hidup di bumi namu tersiksa bagai orang yang telah mati


Lisa menangis sekuat-kuatnya di dalam kamar, dia mengunci kamar dan tidak ada satu orang pun yang berani mendekati. Bantal yang dia telan untuk menahan suaranya agar tidak terdengar tampak basah berlinang air mata. Tidak ada lagi kebahagiaan yang dia terima, ingin pergi dari Transo pun seolah terhalang sesuatu yang tidak dia sadari.


Tok,tok (Suara ketukan pintu).

__ADS_1


“Lisa!” jerit Yuno.


Dia enggan membuka pintu, tubuhnya sangat lemah. Dia seolah tidak sanggup menahan rasa sakit lagi. Bayi Jaka seolah ikut merasakan rasa sakit dari sang ibu. Dia gelisah dan terbangun dari tidurnya langsung menangis di dalam box tempat tidur bayi. Suster Dila berusaha menangkan terlihat ikut gelisah. Wijaya dengan sigap meraih dan menimang anak angkat kesayangannya itu membawa keluar berjalan-jalan sambil menikmati waktu senja. Jaka yang sudah terkena sentuhan tangannya itu menjadi tenang dan berhenti menangis.


“Jaka, engkau adalah anak ayah. Kelak ayah akan mengajari mu cara melindungi ibu. Agar jika ayah kelam sudah tidak bisa menjaganya, engkau yang menjadi sosok terkuat untuk menjaga dan melindunginya” ucap Wijaya.


Bayi Jaka mengamati wajah Wijaya, setelah kelahirannya pun hanya dia sosok yang paling dekat setelah Lisa. Belum ada yang menyadari jika bayi Jaka sedang di incar oleh asap putih dari jin yang di puja oleh Transo.


“Lisa, apakah engkau tidak ingin Jaka bahagia?” teriak Yuno dari depan pintu kamar.


Yuno seolah telah melupakan peran Lisa kini bukan hanya menjadi adiknya namun sudah berstatus istri dari Transo dan memiliki seorang anak. Wijaya berhasil merebut bayi Jaka. Transo si elaki tidak berguna itu tidak sadar kan diri kembali.


Lisa membuka pintu, dia menekuk lutut sambil menangis sejadi-jadinya.


“Mas, aku mau mas sekarang pulang dan mengurus sekolah Denta. Mas masih punya tanggung jawab lain” kata Lisa menyeka air mata.


“Baik, jika ini keputusan mu.”

__ADS_1


Yuno pulang kembali membawa Denta, dia tidak berpamitan dengan Wijaya. Ketika Wijaya berjalan menuju pekarangan rumah, dia tidak melihat mobil Yuno lagi.


“Lisa, kemana perginya mas Yuno?” tanya Wijaya.


Lisa mengambil bayi Jaka dari lengan Wijaya, dia harus memberi ketegasan akan pilihan hidupnya.


“Mas, pulang dan bawa para suster itu pergi. Pak Admaja pasti akan sangat marah kalau mengetahui engkau disini” ucap Lisa.


“Aku akan menyewa salah satu rumah di dekat sini untuk memantau keselamatan mu” ucap Wijaya.


Di rumah itu kini kembali berselimut hawa dingin mencekam. Dari kejauhan suara nyanyian suara kuntilanak mulai terdengar. Lisa mendekati Transo lalu mengguncang tubuhnya.


“Mas bangun mas. Anak kita butuh ayah dan ibunya” Lisa menangis terus menerus berusaha membangunkannya.


Tubuh Transo kejang-kejang. Dia membuka mata dengan gerakan cepat memposisikan duduk di dekat Lisa.


“Serahkan bayi itu” ucapnya bernada lain.

__ADS_1


Dia mencengkram tangan Lisa lalu merampas bayi Jaka.


__ADS_2