
Suster Kela di perintahkan oleh Wijaya untuk menjadi perawat pribadi Lisa. Sesampainya dia di depan rumah, terlihat akar-akar pohon yang menempel di dinding sedang bergerak menjalar menutupi bangunan rumah yang tampak using tersebut.
“Apakah mereka benar-benar bisa menggaji ku dengan keadaan rumah seperti ini?” gumam sang suster sambil membawa kopernya.
Tok, tok, tok ( Mengetuk pintu).
“Spada! Apakah ada orang di dalam?” teriaknya menoleh melihat ke arah jendela.
Dia melihat seroang anak kecil yang sedang menggendong seorang bayi laki-laki. Dia memutar kepala bayi itu, terdengar suara tulang yang patah dan tangis bayi yang terhenti.
“Hei! Apa yang kau lakukan pada bayi itu!” teriak Kela.
Anak kecil tersebut terbang di dekat jendela lalu memuntahkan darah ke arah sang bayi. Kela langsung meras mual, dia berbalik arah memuntahkan semua isi perutnya di halaman.
“Huek!!!”
Krrekk (Suara pintu terbuka).
__ADS_1
“Siapa disana?”
Transo berdiri memperhatikan sosok suster muda dan seksi itu. Pandangan mata tidak bisa terlepas seolah menikmati setiap lelukan pada tubuhnya. Trans perlahan mendekatinya, dia mencium aroma tubuh Kela, semakin dekat sampai tangannya merangkul wanita itu.
“Kurang ajar kau!” Praghh.
Kela menampar pipi kanannya, Transo tersenyum menyeringai lalu melotot semakin mendekat hingga jarak mereka hanya sekitar 5 centimeter. Transo mengeluarkan rapalan mantra pemikat lalu satu persatu di hembuskan di wajahnya.
“Siapa yang datang mas?” tanya Lisa.
Kela sudah setengah terhipnotis olehnya, tapi setelah melihat kedatangan Lisa dia pun berjalan mundur kemudian mendekatinya.
“Ya benar, ada keperluan apa anda kesini?” Lisa memperhatikan penampilan sosok suter itu dan membaca papan nama yang menempel di bagian dada kanannya.
“Perkenalkan saya suster Kela. Saya di tugaskan dari rumah sakit untuk bekerja menjadi perawat ibu sampai kondisi ibu pulih” ucapnya lalu berjabat tangan.
“Tidak perduli siapa yang menugaskan mu. Kini aku mendapatkan mangsa baru” gumam Transo.
__ADS_1
“Tuan, maaf saya lancang tadi” ucap Kela menunduk.
“Tidak apa-apa. Masuk lah” ucap Transo membantu mengangkat kopernya ke dalam.
“Tapi mas, kita tidak membutuhkan perawat. Aku tidak mau dia mati ketakutan di rumah ini” bisik Lisa.
“Diam kau! Jangan cari masalah dengan tamu ku” bisik Transo.
“Apa? Jadi mas yang memerintahkannya untuk menjadi perawat ku?"
“Ya benar. Kau jangan menolaknya!”
Transo telah membohongi Lisa, sejak pandangan pertama dia sudah menjadikan Kela menjadi incaran untuk melancarkan aksi perdukunan dan ilmunya. Lisa sedikit rishi dengan penampilan seksi sang suster, ingin dia menegur wanita itu tapi dia tidak mau suster Kela menjadi sakit hati. Belum lagi dia harus menelan rasa pahit ketika melihat mata liar Transo yang memperhatikan Kela tanpa henti.
“Suster ini kamar kamu. Disana dapur, ruang tamu, gudang dan kamar yang terletak di sudut sebelah kiri tetap terkunci dan tidak boleh di masuki. Hanya pak Transo saja yang boleh memasukinya. Jika suster ingin menanyakan hal lain, cari saja saya. Apakah suster paham?” ucap Lisa menjelaskan.
“Ya bu saya sudah paham. Kalau begitu saya pamit meletakkan barang-barang saya” Suster Kela masuk menuju kamarnya.
__ADS_1
Dia mengamati kamar yang tampak angker itu, di sudut kamarnya terdengar suara tangisan anak kecil. Sosok yang tidak memperlihatkan wujudnya itu meninggalkan suara samar tangisan. Bantingan jendela membuat kela terkejut.
“Rumah ini berhantu!” gumamnya ketakutan.