Lingkaran Tipu Daya Setan

Lingkaran Tipu Daya Setan
Penopang jiwa


__ADS_3

Tapi bagaimana lagi jika nikmat hidup dalam berharap secercah bahagia tidak dapat di gapai? Air mata, tetesan keringat dan darah yang menjadi korban tidak bisa terbayar oleh apapun di dunia ini.


Berjuang sekuat tenaga untuk mengusir makhluk yang bersarang di tubuh Denta. Ustadz Hendra selama satu jam lafazh ayat suci Al Qur’an, sosok makhluk itu berhasil keluar dari tubuh Denta berbentuk asap hitam terbang menembus dinding rumah.


“Denta!” Yuno panik menepuk pelan pipi anaknya lalu memeluk erat.


Di dalam kamar, Jaka menangis sehingga dia meninggalkan ruang tamu untuk menenangkan bayinya.


“Wijaya, anak ini akan aku ruqiah selama satu minggu sekali. Tentu saja aku akan meminta ijin terlebih dahulu pada ayah kandungnya pak Yuno” ucap ustadz Hendra.

__ADS_1


“Bagaimana mas Yuno, apakah mas menyetujuinya?” tanya Wijaya.


“Ya, tentu saja. Semua demi kebaikannya. Terimakasih banyak ustadz” kata Yuno berjabat tangan.


...----------------...


Tembang lingsir wengi menggema bersama gamelan di sekitar perkampungan wilayah jin. Para penduduk disana melakukan aktivitas di tengah aktivitas para jin dan siluman di sekelilingnya. Tidak ada satupun yang berani mendekati jurang tempat pohon raksasa itu tumbuh. Masyarakat disana meyakini ada roh jahat dan berbagai gangguan makhluk misterius yang suka menyembunyikan anak kecil dan menggangu siapapun yang melintasi area tersebut.


“Semua akan aku perjuangkan untuk keponakan ku. Dia tidak boleh mendapat karma akibat tingkah ayahnya” gumam Yuno.

__ADS_1


Wijaya memanggil beberapa pekerja untuk membantu mempersiapkan tempat acara di mulai, dia juga memesan makanan siap saji di sebuah restaurant. Ada sebuah kotak berukuran sedang, terdapat tumpukan amplop di dalamnya. Yuno ikut serta berperan membereskan dan memindahkan barang perabot. Semula tempat itu hanya di sewa oleh Wijaya, tapi hanya beberapa hari saja sudah terisi barang dan perabot yang diantaranya untuk keperluan Lisa, bayinya dan isi apartemen.


Rumah itu sudah tampak lengkap seperti sebuah rumah tangga yang rukun. Hanya kebahagiaan yang tidak ada karena sebuah kapal tidak akan berlayang tanpa nahkoda yang menjalankannya. Sebuah sampan tidak akan bisa di dayung tanpa ada sampan untuk mendayung.


Lisa sudah bersiap memasuki tempat acara di damping oleh suster pribadi. Dia duduk di samping Wijaya, acara pemberian anak laki-laki itu di wakili seorang wali yang menggendongnya. Do’a bersama, pemotongan pucuk rambut dengan mengucap hamdalah. Wijaya juga melangsungkan acara aqiqah dua ekor kambing dan seekor lembu. Kotak penuh yang berisi amplop tadi dia bagikan kepada para kaum duafa dan anak yatim piatu. Haru biru tercipta ketika melihat Wijaya mengecup dahi Jaka, putra angkatnya dengan membacakan surah Al’Fatiha. Tidak bisa Lisa bayangkan betapa bahagianya dia jika sosok Transo yang kini berperan sebagai Wijaya.


“Aku berdosa! Mas Wijaya begitu baik kepada ku!” gumam Lisa berlinangan air mata.


Banyak para tamu yang dan orang yang hadir untuk memberikan do’a dan ucapan selamat. Setelah acara selesai, di depan rumah ada sebuah mobil yang berhenti. Ferdi, Rara dan Saci turun dari mobil berjalan ke dalam ruangan di sambut Lisa dengan pelukan.

__ADS_1


“Lisa, aku sudah tidak sabar ingin melihat keponakan ku” ucap Ferdi.


__ADS_2