
Kisah yang pilu, tubuh semakin melemah. Rasanya Lisa ingin mengakhiri semua penderitaan ini dengan sebuah rencana sederhana untuk terakhir kalinya.
Lisa mengunci diri di dalam kamar mandi, sudah ada pisau yang tergenggam di tangan kanannya. Air keran sudah memenuhi isi bak, Lisa memasukkan kepalanya ke dalam air dan mengulangi hal yang sama untuk menyakiti dirinya sendiri. Berpikir untuk menancapkan pisau ke dalam perut atau memotong urat nadi hingga air berubah menjadi darah. Beberapa menit belum berlalu, suara dobrakan pintu kamar mandi membuyarkan lamunannya di dalam air.
“Lisa! Dasar wanita bodoh!” ucap Transo.
Lisa di angkat menuju ke dalam kamar lalu di banting ke atas kasur. Transo mengeluarkan tali pinggang lalu mencambuk tubuhnya sebanyak tiga kali.
“Arggh! Ampun mas!” ucap Lisa kesakitan.
Transo membanting pintu kamar lalu menguncinya dari Luar. Kekerasan yang dia lakukan kepada Lisa sudah semakin tidak terkendali, dia sudah mulai menganiaya istrinya sendiri di susul dengan gangguan jin yang dia sembah untuk merusak tubuhnya.
...----------------...
__ADS_1
“Mas! Kau mau kemana lagi?” Rara menarik tangan Fredi dengan sorot mata sedih.
“Mas, kau sudah sangat berubah dan memperdulikan kami. Anak mu membutuhkan mu!” ucap Rara kembali dengan berlinang air mata.
Saci menangis di balik ayunan yang menggantung di pintu kamar. Rara mengangkat dan menenangkan sambil mendekatkan posisi tubuh pada Fredi. Tangan pria itu menahan rasa ingin memeluk istri atau anaknya. Dia sudah bertekad untuk menjadi nyawa adiknya Lisa yang sudah berada di ujung tanduk. Sebelum pergi, Fredi memuntahkan kembali cacing bercampur darah kehitaman. Dia berjalan menjauh dari Rara lalu mencari kain untuk membersihkan mulutnya.
“Mas, apa yang terjadi pada mu?” ucap Rara sangat terkejut.
“Rara, aku akan kembali. Jaga Saci dengan baik” pesan Fredi berlari menuju kendaraan.
“Maaf non, saya tidak menemukan noda apapun di lantai bagian ruang tamu atau ruang lainnya” ucap pekerja rumahnya.
“Ya sudah kalau begitu mbok, silahkan kerja kembali.”
__ADS_1
Rara duduk di kursi sofa setelah berhasil menenangkan Dika. Dia menunggu kedatangan Yuno yang akan menjemputnya untuk menyusul Fredi.
“Aneh sekali tiba-tiba saja darah dan cacing itu menghilang. Jika nasib mas Fredi sama dengan mbak Miya, maka aku tidak akan memaafkan Lisa seumur hidup ku!” gumam Rara.
Tampaknya Transo mengetahui kedatangan Fredi. Tepatnya sosok mengerikan yang berada di belakang Fredi sedang menantangnya.
“Aku melihat sosok di balik tubuh mu” gumam Transo.
Fredi turun dari mobil, urat mata merah keluar menonjol langsung memukul Transo dan membantingnya. Dia sudah kerasukan makhluk peninggalan dukun yang pernah membantunya melakukan ilmu santet, Fredi memuntahkan cacing dan darah ke dalam mulut Transo lalu melemparnya ke arah jurang.
Dia masih kesetanan, setengah kesadaran belum kembali namun hati manusianya menuju sang adik. Fredi membuka pintu lalu memeluk Lisa sambil mengusap kepalanya.
“Aku datang dik” bisiknya pelan.
__ADS_1
Gerakan kaku, tangan dingin dan mimik wajah datar, Lisa mengetahui abangnya sedang di rasuki makhluk lain.
“Terimakasih telah datang mas. Setidaknya makhluk yang kini di dalam mas tubuh mas Fredi tidak berniat menyakiti mu" tangis Lisa.