Lingkaran Tipu Daya Setan

Lingkaran Tipu Daya Setan
Ranjau misteri


__ADS_3

Tidak semua orang menginginkan kemewahan di dunia ini


Harta dapat di cari dan habis dalam sekejap mata


Rasa berkasih sayang, pengorbanan dan genangan penenang diri


Hanya sebutir embun saja berharap bisa menyejukkan mata


Jaka, embun pagi dan harapan Lisa meneguk tegukan bahagia


Meskipun dia menjalani kesakitan setengah mati


“Mbak, aku adalah seorang pembunuh” ucap Dita.


Air matanya tidak berhenti mengalir, dia sangat merindukan kedua buah hatinya. Lisa memeluk Dita, kini dia serba salah untuk mengatakan bahwa hal itu adalah kesalahan atau kebenaran.


“Apakah polisi mengetahui kejadian ini?” tanya Lisa.


Dita menggelengkan kepala. “Tempat ini sudah tidak menjadi rahasia umum lagi, orang-orang yang datang dan tinggal di sini mempunyai maksud dan tujuan lain. Banyak yang mengatakan siapapun yang menginjakkan kaki disini akan mendapatkan petaka” ucap Dita menyeka air matanya.

__ADS_1


Lisa mengambilkan segelas air untuknya, di matanya wanita yang kini di hadapan seolah telah berjuang hidup sebatang kara dan masih terjebak di perkampungan ini. Lisa berkaca pada diri sendiri walau memiliki suami yang tidak memperdulikan bahkan kemungkinan besar akan mengorbankan bayinya namun dia masih banyak memiliki orang-orang yang memperdulikannya.


Tok, tok (Suara ketukan pintu).


Saat Lisa membuka pintu, dia melihat wanita paruh baya berwajah pucat menunjuk ke seorang lelaki yang berdiri di dekat pintu.


“Non, tuan Wijaya meminta saya untuk memberikan ini” ucapnya lalu pergi.


“Terimakasih pak.”


Sebuah bungkusan plastik putih berisi dua kotak susu dan baju tidur berwarna merah. Lisa hanya mengambil sekotak susu untuk bayi Jaka. Dia paham betul akan segala pikiran dewasa lelaki yang baik dan selalu menjaganya.


“Sedikitpun engkau tidak pernah berubah” gumam Lisa.


Setengah tubuh Dita yang kerasukan mengulurkan tangan seolah ingin mencekik leher bayi tidak berdaya itu.


“Hei wanita sialan, apa yang akan engkau lakukan?” ucap Transo dari belakang.


Dia memukul tubuh Dita hingga pingsan. Transo membayar beberapa orang untuk memindahkannya menuju rumahnya sendiri. Ketika Lisa kembali, dia melihat Transo di pinggir kasur tertawa menimang bayi Jaka.

__ADS_1


“Mas, kenapa kau lakukan itu pada Dita!" senggak Lisa.


"Diam lah! ikuti saja perkataan ku dan urus anak ini!" ucap Transo melotot.


Setelah mengontrol emosi dan amarah pada pria yang kasar dan arogan itu. Lisa kembali melirik Jaka sambil mengusap dadanya sebanyak tiga kali. Ada bayi mungil yang harus dia jaga dan lindungi. Perlahan dia mencoba kebaikan turun kan perasaan sampai berhasil membuka suara kepada pria itu.


“Lalu, para tamu dan orang-orang yang hadir masih ramai berdatangan. Ayo kita temani mereka, aku akan mengganti baju terlebih dahulu” kata Lisa memberikan botol dot kepada Transo.


“Tidak perlu, biar aku saja yang menunggu mereka. Kau jaga Jaka di kamar” jawab Transo pergi berlalu.


Sifat Transo yang berubah seratus delapan puluh derajat sangat berbeda dari biasanya.


“Apa yang terjadi?” gumam Lisa.


Transo mengambil lauk pauk yang tersedia di meja fresh dinner dan segelas air putih untuk di antar ke kamar Lisa. Orang-orang yang melihat sangat kagum akan kesetiaan dan rasa sayangnya terhadap Lisa. Tidak ada yang tau sifat belang Transo, ternyata semua kebaikannya di malam itu hanya untuk menutupi jati diri kejahatannya selama ini.


Suara iringan musik beserta kuda kepang membangunkan bayi Jaka. Tangisnya tiada henti saat salah satu pemain kuda kepang itu makan gelas dan kaca dengan bunyi aneh memekik telinga.


“Sayang tenanglah, ada ibu” ucap Lisa berusaha menenangkan.

__ADS_1


...🌿🌿🌿🌿...


Note: Kembali pada kebanyakan insan di dunia yang selalu melupakan sang Maha Kuasa untuk meminta perlindungan dan mengampunan.


__ADS_2