
Perkumpulan keluarga Lisa di apartemen Wijaya sore itu begitu menegangkan. Rasa benak yang menjanggal terutama pada Yuno. Dia adalah kakak tertua, rasa malunya semakin besar karena kini adiknya yang telah menikah sedang bersandar oleh mantan kekasih yang sangat baik kepadanya. Yuno meminta Ferdi dan Wijaya meninggalkan ruangan menuju depan apartemen.
“Ada apa mas?” tanya Ferdi.
Ferdi memperhatikan raut wajah Yuno. Dia memegang pundak Ferdi, mengalihkan pandangan ke arah Wijaya.
“Apa yang harus kita lakukan sekarang? Lihatlah pria ini. Dia sangat mencintai dan tidak mau meninggalkan Lisa. Apakah cara yang harus kita lakukan untuk memisahkan mereka?” ucap Yuno.
“Tidak ada cara yang harus di lakukan, mas jangan pisahkan kami. Aku tidak berharap apapun dari Lisa. Ijinkan aku menjaganya mas” kata Wijaya mengguncangkan tangannya.
“Tidak bisa seperti ini, Lisa harus kembali pulang mas. Dia tidak mau berpisah dengan Transo, lelaki gila itu. Suka atau tidak, kita harus membawanya kembali ke rumahnya” ucap Ferdi.
Lisa keluar dari apartemen, tangan kanannya menggendong bayi Jaka dengan kain panjang sedangkan tangan kiri membawa bungkusan kain.
“Lihatlah wanita pemberani itu, aku kini mengerti adik ku ke luar rumah tanpa membawa persiapan. Sehingga kain dan popok bayinya hanya di bungkus dengan kain sprei begitu saja” senyum merekah Ferdi.
Yuno melotot menghampiri lisa, dia membantu membawa bungkusan kain tersebut memasuki mobilnya.
“Tunggu mas, aku akan ikut mengantar Lisa” Wijaya berlari sambil mencuri lirikan ke arah bayi Jaka.
__ADS_1
“”Mas Wijaya, aku sangat berterimakasih dengan kebaikan mas selama ini. Hutang budi ini tidak akan pernah bisa aku balas sampai aku tiada” kata Lisa membungkuk memberi hormat.
“Tidak, aku tidak merasa seperti itu. Aku ikhlas membantu mu. Jaka sudah menjadi anak angkat ku. Dia adalah tanggung jawab ku selamanya” tegas Wijaya.
“Selamanya?” Ferdi membentuk huruf O berusaha ingin meledek atau memecahkan segala perkataan Yuno yang tampak antusias untuk mempertahankan segala pendapatnya.
“Kami semua juga mengucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya. Tapi, Lisa harus menunggu beberapa menit lagi. Kami semua akan ikut mengantar mu” ucap Yuno.
Ada tiga mobil yang beriringan. Mobil iringan pertama berisi Yuno, Lisa, Denta, suster dan bayi Jaka. Mobil kedua terdapat Wijaya dan satu mobil di belakangnya ada Ferdi, Rara dan Saci.
Di perjalanan berkali-kali suster tidak tenang karena mendengar suara mengerang dari sampingnya. Dia melirik Denta lalu pandangan berpusat ke depan. Punggungnya merasakan merinding hebat, tubuhnya kedinginan. Dia menutup kaca jendela berusaha menenangkan pikiran yang kacau.
“Ada apa dengan ku? Kenapa tiba-tiba tubuh ku seperti ini? Terutama anak yang di samping ku ini sangat mengerikan” gumam suster.
Bola mata bolong, mengeluarkan darah berwarna hitam. Tidak ada lagi biji mata yang utuh dan tubuhnya terlihat sedikit lebih besar.
“Argh! Hantu!” teriak suster.
Suara histeris sang suster membuat Yuno secara tiba-tiba menghentikan mobilnya ke pinggir jalan. Hampir saja tabrakan beruntun terjadi jika Yuno tidak banting setir ke sebelah kiri.
__ADS_1
”Apa yang terjadi?” tanya Yuno dengan nafas tersengal-sengal.
“Denta pak, Denta hantu!” ucap suster ketakutan.
“Bu, Pak, saya tidak kuat duduk di belakang” tambahnya.
“Baiklah kalau begitu kamu pindah ke mobil Wijaya” kata Yuno.
“Apa yang sudah terjadi sus?” tanya Wijaya di dalam mobil.
“Tuan, saya melihat Denta berubah wujud menjadi makhluk yang mengerikan” ucapnya.
“Bukankah anak itu sudah di ruqiah?” gumamnya melanjutkan perjalanan.
Hidup atau mati, Yuno beserta keluarga besarnya sudah menerima resiko yang akan di terima. Mereka bertekad akan tetap melindungi dan menjaga sang adik.
...----------------...
Di dunia ini, hanya tempat bersinggah untuk menjalani segala cobaan dari yang Maha Kuasa. Kepada sang Khalik, tempat peniup ruh untuk menjadikan manusia yang berasal dari tanah dengan segumpal hati sebagai detak jantung kehidupan dunia. Suratan takdir yang mendapat takdir buruk, tidak akan merubah segala hati yang putih menjadi hitam. Sekalipun seseorang berusaha menghancurkan dan membunuhnya. Telah dalam yang banyak di rasa para insan di muka bumi. Sedih dan bahagia tidak akan terasa bila tidak ada sosok penopang yang tulus menemani. Bukankah pernah dunia ini hanya di isi oleh para malaikat , jin dan iblis beserta mahkluk lainnya selain manusia?
__ADS_1
Kerusakan di mulai saat iblis mulai durhaka kepada sang Khalik. Iblis yang membenci manusia karena telah di pilih Allah sebagai khalifah di muka bumi.
Para tentara iblis dan jin kafir membentuk persekutuan untuk menjadikan manusia untuk menyembahnya. Para pengikut setan berhati hitam, jiwanya gampang di rasuki untuk di hempaskan ikatan bisikan ghaib dan menghancurkan dirinya sendiri. Sebagian orang mengira, jika bisa menguasai ilmu hitam itu terlihat berbeda akan di takuti oleh orang. Tapi kenyataannya tidak, siapapun yang menyembah selain yang Maha Esa dan tidak bertaubat atau menyesali perbuatannya maka selamanya dia akan di siksa di dunia maupun di akhirat dengan rasa sakit bagai air mata darah.