Lingkaran Tipu Daya Setan

Lingkaran Tipu Daya Setan
Lelaki tidak berguna


__ADS_3

Tidak ada yang mendengar teriakan Lisa, dia berusaha untuk berdiri sendiri menahan luka dan kakinya yang terkilir. Lisa hafal sekali arah jalan menuju pohon rakasasa, dia yakin Transo membawa suster Kela kesana. Semakin Lisa mendekati pohon, semakin pula suara tawa suster Kela dan Transo terdengar sangat keras. Dia mempercepat langkah yang pincang, alangkah terkejutnya melihat kedua kegiatan mesum mereka dengan menggunakan setengah pakaian yang sudah terlepas dari keduanya.


“Apa-apaan ini? mas! Aku tidak percaya kau mengkhianati ku lagi!” teriak Lisa meninggalkan mereka.


Suster Kela sudah terhipnotis dengan pelet Transo yang takut kehilangan dirinya. Meski sudah ketahuan oleh Lisa, dia menekan tubuh Transo dan melanjutkan aktivitas mereka. Hati Lisa sangat hancur, dunianya semakin gelap gulita dan rasa sakit di hati bagai luka yang di siram dengan air jeruk nipis. Dia bagai bunga yang sudah di petik lalu di campakkan di lautan sampah. Tangan Lisa meraih satu persatu akar raksasa untuk mencapai atas, dia memaksakan kaki dan tubuhnya agar bisa keluar dari sana.


“Apa yang aku tunggu lagi disini? Aku sudah berpisah dengan Jaka demi menyelamatkan Jaka dari ilmu hitam ayahnya, tapi inilah yang ku dapat menunggu pria yang hiperseks, gila perempuan, kejam dan tidak berguna” batinnya menangis.


Dengan menahan rasa sakit dan darah yang masih menetes. Sesampainya di rumah, dia sudah membungkus barang-barang milik pribadi. Tekadnya sudah bulat untuk meninggalkan pria jahat itu. Rasa sakit dan pusing di bagian kepala telah menyerang, dia memotong kain dan mengikat kepalanya yang luka. Dia juga membersihkan


darah yang keluar seperti pendarahan singkat di dalam jurang. Meraih bungkusan plastik berisi obat-obatan dari Wijaya. Mencari obat pereda nyeri dan antibiotik. Lisa meminum dengan air keran yang dia tampung.

__ADS_1


“Aku harus kuat demi Jaka!” gumamnya.


Lisa mengusap air matanya sendiri, dia mencari kotak obat lagi dan mengambil sebutir kapsul antibiotik. Segala macam obat-obatan dan khasiatnya yang pernah di berikan dan di ajarkan oleh WIjaya dia hafal dengan cepat. Ketika langkah kakinya berada di ruang tamu, tiba-tiba perutnya kembali sakit. Hal ini baru berlangsung kira-kira beberapa hari lalu setelah Transo melakukan hal itu dengannya. Tapi dia sudah merasakan detak jantung luar biasa pada bagian perutnya.


“Aku tidak mau memiliki anak berdarah setan! Kenapa hal ini terjadi pada ku! Arghh!” teriak Lisa meraung-raung.


Sadar akan sosok lain yang merasuki Transo setelah memaksa dan melakukannya berkali-kali di malam itu. Lisa menjatuhkan bungkusan di tangannya lalu menjatuhkan diri di atas lantai. Hujan yang deras, lampu berkedap-kedip, nyanyian suara kuntilanak di atas atap rumah. Lisa pun tidak sadarkan diri setelah memukul perutnya.


...----------------...


Di malam yang larut pria itu terbangun seperti orang kebingungan. Dia yang langsung memanggil Sen untuk membawa Jaka kepadanya.

__ADS_1


“Perasaan tidak menentu kepada Lisa malam ini, aku sangat khawatir dengannya. Sen, sekarang juga kau harus melihat bagaimana keadaannya” ucap Wijaya.


“Ya tuan, aku akan kesana sekarang juga” jawab Sen.


“Tunggu Sen, disana ada suster Kela. Kau juga harus melihat bagaimana gerak-gerik kinerjanya kepada Lisa” tambah Wijaya sambil membuai bayi Jaka yang tampak tenang di pangkuannya.


“Ya tuan.”


Pria berotot dan tampan itu memiliki hati yang sangat lembut. Dia memperlakukan bayi Jaka senyaman mungkin dan memberikan apapun untuknya. Suara telepon genggam yang berbunyi membuat Wijaya cepat-cepat untuk mematikan nadanya agar Jaka tidak sampai terbangun. Dia mengangkat panggilan itu dengan ekspresi wajah yang terkejut.


“Halo dok, ini saya suster kepala rumah sakit. Saya ingin melaporkan bahwa suster Haki dan Denta mengalami kecelakaan. Suster Haki meninggal dunia dan jenazahnya hari ini akan di bawa ke rumah duka.”

__ADS_1


Wijaya sangat terkejut, dia tidak menjawab apapun sampai ponselnya terjatuh sendiri dari tangannya. Dia teringat kejadian di ruangan VIP tempat Yuno berkumpul bersama keluarganya. Akan penampakan sosok mengerikan yang mengganggu dan terus berada di belakang Denta.


“Aku teringat anak kecil itu, dia memang seperti telah kerasukan penghuni jin dari pohon raksasa. Tingkahnya sangat aneh, aku melupakan suster Haki yang seharusnya tidak bersamanya” gumam Wijaya.


__ADS_2