Lingkaran Tipu Daya Setan

Lingkaran Tipu Daya Setan
Ulah iblis


__ADS_3

Saci menangis ketakutan, dia tidak ingin di dekati oleh Denta.


“Paman, aku mau ayah dan ibu!” ucap Saci.


“Anak manis yang baik, paman akan mengantarkan mu bersama ayah dan ibu. Beri paman waktu untuk membereskan barang-barang ya. Paman sekalian akan mengunjungi tante Lisa. Sekarang kamu duduk disini ya dengan mas Denta” ucap Yuno berusaha menenangkan.


Tapi, gadis kecil itu tetap tidak ingin di dekati oleh Denta. Dia memeluk kaki Yuno sangat erat. Yuno menghela nafas panjang, di situasi ini anak yang tidak berdosa menjadi korban keegoisan mereka. Dia tidak ingin berkata kasar kepada Ferdi yang menelantarkan dan meninggalkan anaknya sendiri. Kemanapun kaki Yuno melangkah, Saci mengikuti tanpa henti dan mengeluh.


Saat Yuno akan menutup pintu kamar, tiba-tiba bingkai foto Miya jatuh dari atas nakas. Yuno berbalik arah mengambil bingkai foto yang sudah pecah. Masih ada foto Miya di dalamnya.


“Andai engkau masih ada, aku tidak serapuh ini! Lihatlah anak kita sekarang menjadi sangat kesepian” ucap Yuno menangis.


“Paman aku takut!"


Yuno menyeka air matanya, dia mengeluarkan foto dari dalam bingkai yang pecah lalu memasukkan ke dalam koper. Yuno juga mengangkat tubuh Saci membawanya keluar menuju mobil.


“Paman, aku tidak mau duduk dengan mas Denta” rengeknya lagi.


“Baiklah, Denta. Kamu sebagai abang harus melindungi adiknya. Jadi ayah mau kamu duduk di belakang ya” kata Yuno membukakan pintu mobil.

__ADS_1


Denta mengangguk, Yuno keluar dari mobil membawa peralatan P3K lalu meneteskan tangan anaknya dengan betadin.


“Tidak sakit kan?” tanya Yuno.


Denta menggangguk lagi sambil pandangan melirik Saci. Mereka melakukan perjalanan menuju rumah Ferdi dan Rara. Ketika dia sudah sampai di depan pagar depan rumah, lampu padam dan terlihat burung gagak berterbangan di atasnya.


Tin! (Bunyi klakson Yuno).


Yuno turun dari mobil, membuka pintu gerbang sendiri.


“Kemana perginya mereka?” gumam Yuno.


“Dik ada apa?” tanya Ferdi.


“Ibu!” Saci keluar dari mobi, berlari memeluknya.


“Dik dengarkan mas, anak kita tidak boleh menjadi korban broken home!” kata Ferdi.


“Maaf mas tidak mau ikut campur urusan rumah tangga kalian. Mas kesini hanya ingin mengantarkan Dika. Kalau begitu mas minta ijin akan pergi ke mengunjungi Lisa” ucap Yuno masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


“Tunggu mas! Kami ikut” kata Ferdi membuka pintu mobil.


“Tidak! Aku tidak ingin kembali ke rumah terkutuk itu! Aku tidak ingin bernasib sama dengan mbak Miya!” kata Rara menangis tersedu-sedu.


Tangan Ferdi sudah terangkat ke atas, jika saja Yuno tidak menghalanginya maka akan rara sudah terkena tamparan dari Ferdi.


“Ferdi! Kamu tidak boleh seperti itu dengan istri mu sendiri” ucap Yuno.


Yuno pun meninggalkan mereka membawa Denta, dia melajukan kecepatan mobil dengan tinggi. Hampir saja dia mengalami kecelakaan jika tidak segera tersadar sendiri akibat dari emosinya.


“Miya, aku sangat merindukan mu!” gumam Yuno.


...----------------...


Transo sudah di PHK dari perusahaan Karta Jaya, rumah yang dia tempati tidak di tarik oleh perusahan. Transo sudah membelinya dengan hasil pesugihan yang dia miliki.


“Arghh!” dia masih kesakitan.


“Transo, kau harus memberikan ku tumbal! Jika kau ingin selamat dan mendapatkan ilmu kembali" gema suara makhluk penunggu pohon raksasa.

__ADS_1


__ADS_2