Lingkaran Tipu Daya Setan

Lingkaran Tipu Daya Setan
Kesakitan


__ADS_3

Karena bayi jaka yang tidak mau berhenti menangis, sosok yang menyerupai Transo itu meraihnya dari Lisa.


“Mas, sebentar ya aku akan membuatkannya susu” ucap Lisa.


Bayi Jaka seketika terdiam saat langkah kaki Lisa sudah berada di dapur. Lisa tidak mengetahui bahwa pria yang sedang bersama anaknya itu adalah Transo yang seutuhnya dirasuki oleh jin pohon raksasa. Dia menghembuskan sesuatu ke arah Jaka sehingga bayi itu tertidur dan berhenti menangis.


“Mas, ini susu untuk Jaka” ucap Lisa menuju ke kamar.


Jaka di Letakkan di dalam box bayi, terlihat Transo sibuk menutup pintu dan kelambu tempat tidur. Perlahan tangannya begitu liar meraba tubuh Lisa.


“Mas, aku sedang tidak ingin melakukannya” ucap Lisa.


Tubuhnya masih lemas dan kondisi yang tidak memungkinkan setelah Lisa melahirkan mengalami banyak pendarahan.Namun, sosok lain yang merasuki Transo semakin ganas memainkan peran hubungan di atas ranjang. Lisa menarik sprei dan selimut sangat kencang, dia terpaksa menuruti keinginan suaminya.

__ADS_1


Meskipun Lisa sudah meminta untuk menyudahinya tapi Transo sangat kejam dan kasar melakukan hal tersebut. Karena benturan yang sangat keras dan Transo mulai tidak terkendali, Lisa kembali mengalami pendarahan. Dia memohon agar Transo menghentikannya tapi tetap saja tanpa henti dia melakukannya.


“Sakit mas! Arggh!”


“Cukup! Hentikan!”


Teriak Lisa berkali-kali, jeritan yang sangat kuat sampai terdengar oleh Wijaya yang baru saja tiba di depan rumahnya.


Sen dan Wijaya berusaha mendobrak pintu rumah. Keributan itu membuat Transo berhenti lalu berpakaian dan membuka pintu. Mata merah, aroma kemenyan, dia mengangkat Sen lalu melemparnya hingga tubuhnya terbentur tembok rumah. Sosok lain yang tubuh Transo mengeluarkan cakar runcing dan panjang.


“Aku akan menghabisi mu!” ucapnya bergerak mengarahkan cakaran bersiap mencabut seluruh isi orang tubuhnya.


Syat. Syat ( Suara sayatan pisau Ferdi yang tiba-tiba hadir hampir memotong pergelangan tangannya.

__ADS_1


Dia mengucapkan mantra lalu memukul tubuh Transo sampai sosok makhluk yang di dalamnya keluar. Amarah jin iblis penunggu pohon raksasa itu tidak terima dengan serangan Fredi. Dia mengeluarkan semburan api yang berisi burung gagak dan asap hitam untuk menyerangnya.


“Arghh!”


Ferdi mengeluarkan muntahan darah yang berisi ulat dan cacing. Meskipun tubuhnya sudah sekarat, dia di bantu oleh dukun pria tua dari kejauhan sehingga bisa menyerang makhluk iblis itu kembali. Hampir saja Lisa kehilangan Fredi di malam itu. Sang dukun telah membantu Fredi dengan mengorbankan jiwanya dengan memasukkan seluruh ilmunya ke dalam tubuhnya.


Setelah situasi mereda, iblis dan Transo menghilang dari pandangan mereka. Fredi buru-buru masuk melihat keadaan Lisa bersama Wijaya dan Sen yang berdiri sambil menggendong Jaka. Lisa tampak menangis di sudut kamar. Ferdi memeluknya, dia mengusap punggung adiknya sambil mengusap darah yang masih mengalir dari dalam mulutnya.


“Lisa, ada hal yang harus mas selesaikan. Mas titipkan kamu dengan Wijaya, mas pamit ya” ucap Fredi meninggalkan mereka.


Wijaya membantu Lisa untuk berdiri.


Keadaannya yang kacau, terlihat bekas darah di selimut yang masih membungkus tubuhnya. Wijaya mengangkat bayi Jaka dari buaian Sen menuju ruang tengah sambil menunggu Lisa yang sedang membersihkan tubuhnya. Di dalam kamar mandi, hati dan pikiran Lisa terdetak akan sikap Transo yang sangat berbeda itu. Dia baru menyadari Transo telah kerasukan iblis yang sudah melakukan hal yang membuat dirinya merasa sangat kotor. Dia menenggelamkan seluruh tubuhnya di dalam bak mandi. Suara deras air keran penuh berjam-jam masih terdengar membuat Wijaya berpikir Lisa masih membersihkan diri meskipun sudah sangat lama.

__ADS_1


__ADS_2