Lingkaran Tipu Daya Setan

Lingkaran Tipu Daya Setan
Terombang-ambing


__ADS_3

Mendengar bunyi kendaraan Yuno, Rara segera keluar dari rumah dan berlari menghampirinya. Yuno keluar dari mobil lalu membukakan pintu untuknya.


“Mas, ayo kita kejar mas Fredi!” ucap Rara.


“Ayah, aku tidak mau ada anak kecil di mobil ku” ucap Denta melengos melihat Saci.


“Sayang, dia adik mu. Ayo bersikap baiklah kepada adik mu dan tante Rara” Yuno tersenyum mengusap kepala anak semata wayangnya.


Ekspresi cemberut terpancar di wajah anak laki-laki yang setengah di rasuki oleh salah satu penghuni jin yang berada di pohon raksasa. Aura makhluk halus membuat Saci tidak nyaman dan menggeliat tanpa henti di pangkuan Rara.


“Sayang tenanglah, kita akan menyusul ayah” bisik Rara.


“Mas, ayo kita ke rumah Lisa, aku yakin sekali dia pergi kesana.”


“Perjalanan kesana memakan waktu yang lama, kamu tidak membawa peralatan untuk keperluan Saci. Kalau begitu aku akan memutar kendaraan kembali untuk memberi waktu mempersiapkan segala keperluan anak mu.”


“Tapi mas, aku sangat khawatir dengan mas Yuno” Rara menekan nada tinggi.

__ADS_1


“Pikirkan kembali Saci, aku tidak ingin keponakan ku kesusahan” ucap Yuno memarkirkan kendaraan di depan rumah.


...----------------...


Menangis sejadi-jadinya, Lisa hampir gila dan kehilangan kewarasan atas semua bencana hidup yang dia alami. Rasa sakit di sekujur tubuh tidak terhingga tapi lebih sakit rasa di hati atas semua tingkah laku yang di lakukan oleh Transo.


“Lisa, kau harus kuat. Mas tidak ingin kau menjadi lemah” ucap Fredi merangkulnya.


Keadaannya sangat kacau, tangan bergetar menerima segelas air yang di berikan oleh Fredi.


“Tidak apa-apa, mas dari tadi tidak melihat Jaka. Kemana perginya keponakan ku yang tampan itu?”


“Jaka di pinjam oleh mas Wijaya beberapa hari ke depan mas, dia sangat dekat dengannya” ucap Lisa.


Dia berusaha menutupi semua yang terjadi di hadapan Fredi, terutama pemindahan hak asuh yang di berikan oleh Lisa kepada Wijaya agar berharap anaknya selamat dan terlepas dari karma buruk akibat ulah Transo. Jauh di hatinya sangat perih, beberapa jam saja tidka melihat buah hatinya bagai puluhan tahun tidka melihat anaknya.


“Kalau begitu kau istirahat di dalam, biar mas berjaga di depan” ucap Fredi.

__ADS_1


...----------------...


Bayi Jaka di tempatkan di atas kasur Wijaya, ayah angkat yang siap siaga itu langsung menyulap kamar lajangnya menjadi kamar bayi yang berisi berbagai macam peralatan, kebutuhan dan mainan bayi. Semua pekerjaan berjalan dengan kilat di bantu oleh Sen, Jaka juga di damping oleh dua orang suster yang salah satunya adalah suster Ran yang bekerja sebagai suster kepercayaan Wijaya.


“Tuan, kami akan memandikan bayi ini” ucap suster Dila.


“Baiklah, rawat dan jaga anak ku ini. Sekarang dia adalah anak tuan Wijaya yang harus kalian perhatikan selama 24 jam” ucap Wijaya.


Dia meninggalkan Jaka di kamar lalu mencari telepon genggam, WIjaya melakukan panggilan ke nomor Yuno tapi tampaknya tidak ada yang mengangkat. Berkali-kali dia mencoba menghubungi, sampai nomor itu di angkat oleh suara aneh yang suasananya mirip di jurang tempat pohon raksasa mengganggu nya.


“Hallo! Mas Yuno!”


“Wijaya, serahkan bayi itu” ucap suara dari dalam telpon.


Wijaya langsung mematikan telpon lalu berlari melihat Jaka yang sedang di mandikan oleh para suster.


“Jaka, ayah akan selalu menjaga mu. Tidak akan ayah biarkan kau di ambil mereka” gumam Wijaya memperhatikannya dari depan pintu.

__ADS_1


__ADS_2