Lingkaran Tipu Daya Setan

Lingkaran Tipu Daya Setan
Makhluk hasil pemujaan


__ADS_3

Semusim itu telah pergi, dia memberikan racun dan api neraka yang sudah dia keluarkan dari dalam perutnya. Akibat pemujaan setan dan iblis, Transo memberikan beban kehidupan yang gelap bayi anak dan istrinya. Manusia penganut aliran sesat, Transo terbuai dengan kekayaan duniawi.


Di dalam kamar, Lisa tidak bisa tidur semalaman. Dia masih memikirkan dimana Transo berada. Di sisi lain, ada Wijaya di dalam rumahnya. Dia sangat gusar akan takut terjadi kesalahan pahaman terlebih lagi jika di lihat orang. Lisa meraih telepon genggam berusaha menelepon Transo, tapi sampai detik ini nomornya tidak bisa di hubungi.


Terdengar suara berisik dari bawah kasurnya, seperti suara retakan tulang yang patah dan suara bisikan halus membuat bulu kuduk berdiri.


Sosok makhluk aneh keluar merangkak naik ke atas ranjang Lisa. Jari-jari tangan panjang meraih ujung selimut bayinya.


“Arghh! Mas Wijaya!” teriak Lisa mengangkat anaknya dalam gendongan.


Pintu kamar Lisa terkunci, dari luar pria itu mencoba mendobrak sekuat tenaga. Ketika makhluk aneh membuka rahang mulut menuju tubuh bayinya. Lisa bergerak menutup atas badan bayi itu dengan tangannya.


Clap. (Suara tancapan gigi taring menusuk daging Lisa mengeluarkan mengalirkan darah).

__ADS_1


“Shhhhh” suara mendidih menahan sakit.


Bayi mungil pun menangis, mengakibatkan lahapan makhluk semakin menjadi. Tubuh Lisa semakin memucat, dia sudah tidak kuat lagi.


“Aku harus tetap bertahan atau anak ku menjadi korban” gumam Lisa gemetar kesakitan.


Ketika Wijaya berhasil mendobrak pintu, dia sangat terkejut melihat penampakan di hadapannya. Setelah perlahan berhasil meraih sebuah sebuah lampu hias di atas laci. Wijaya memukul sosok tersebut berkali-kali. Setelah makhluk itu menghilang, Wijaya berlari mengambil kotak p3k, dia membersihkan luka Lisa dengan handuk basah lalu mengobati lukanya.


“Mas, firasat ku tidak enak. Kau harus pergi sekarang juga, sebentar lagi mas Transo akan pulang” ucap Lisa sambil menangis.


“Tidak! Aku akan merawat dan menjaga mu. Aku akan keluar sebentar mencari makanan dan susu untuk bayi ini. Kau begitu pucat, lihatlah tubuh mu menggigil kedinginan.”


Wijaya berlari menuju ke keluar dengan cepat melajukan mobil.

__ADS_1


...----------------...


Tragedi di rumah Lisa menjadi awal neraka di hidup Miya. Hari demi hari menjadi trauma berkepanjangan setiap jam mengeluarkan air mata tiada henti. Miya kini bertubuh kurus, mata cekung melingkar hitam dan perutnya sedikit membesar. Dia masih berbaring di atas ranjang, setelah malam naas itu dirinya merasa sangat kotor akibat di rampas oleh makhluk penunggu pohon raksasa. Tangan Miya setiap hari memukul-mukul perutnya sendiri.


“Hentikan! Aku tau engkau sedang mengandung anak kita, darah daging kita” ucap Yuno lirih menangis memeluk istrinya.


Lidah Miya keluh, dia tidak bisa berucap apapun. Tragedi di malam itu sudah membiusnya ke dalam nestapa. Dia merasakan bayi yang ada di dalam perutnya seperti kobaran api sangat panas. Malam larut, dia sudah melihat Yuno tertidur. Diapun beranjak dari ranjang menuju kamar mandi. Gerakan tubuh kaku membuka gagang pintu lalu masuk ke dalam bak mandi. Miya menenggelamkan tubuhnya ke dalam air. Pintu yang bergerak terbanting sendiri membuat Yuno terbangun mencari-cari dimana Miya berada.


“Miya!” panggilnya.


Air di dalam bak berwarna merah darah, hanya terlihat rambut Miya yang mengapung di dalam air. Yuno menarik tangan dan mengangkat tubuhnya.


“Miya bangun! Sadarlah!”

__ADS_1


__ADS_2