
Kejahatan, dendam dan kebencian bercampur dalam buku lama yang tidak bisa di bakar habis. Dunia di singgahi beberapa para hati yang hitam akibat tidak mengendalikan hawa nafsu atas semua keinginan tanpa memikirkan resikonya.
“Mbah, apa yang terjadi kepada ku?” tanya Fredi kepada dukun tua itu.
“Jangan bergerak, atau semua hewan melata yang berada di dalam tubuh mu akan menggerogoti tubuh mu sampai habis” ucap pria tua itu.
Kini Fredi di bungkus dengan kain kafan yang di ambil oleh pria itu dari dalam kuburan keramat yang di gali sendiri olehnya. Fredi menahan bau busuk kain kafan di campur oleh kemenyan dan siraman darah ayam hitam.
“Ferdi, apakah kau siap mendapatkan ilmu dari ku?” tanya dukun tersebut.
“Aku siap mbah” jawab Fredi dengan kaki bergetar.
“Baiklah, setelah ini engkau harus menjalankan semua tugas yan harus engkau laksanakan agar ilmu ini tidak hilang, jika ilmu ini lenyap maka dirimu juga akan lenyap.”
__ADS_1
Mantra ghaib dan tanaman benda mistis yang di tanam oleh Fredi di ucapkan bersatu dengan suara aneh yang muncul dari dalam tubuh Fredi. Dia merasakan banyak hewan-hewan keras yang menggeliat di dalam tubuhnya. Rasa sakit dan perih di rasakan hingga dia mengeluarkan muntahan belatung, cacing dan ular-ular kecil berwarna hitam. Hampir saja dia tidka sadarkan diri jika dukun itu tidak segera memukul titik nadi dan memasukkan ilmu hitam di dalamnya.
“Aku dukun sakti mandra guna, tidak ada yang bisa melawan ku!” seru pria tua itu.
Perubahan Ferdi yang beraura mengerikan dengan wajah lebih menyeramkan dari biasanya. Keinginannya kini adalah menghabisi Transo yang telah menyakiti adiknya.
“Adik mu sedang dalam bahaya, ilmu ku dan Transo memang terbilang sebanding setelah dia berhasil menjadi pengikut iblis yang berada di pohon raksasa. Kau harus lebih lama berlatih untuk menandingi iblis itu” ucap dukun tersebut.
...----------------...
Lisa melirik bayi Jaka yang mulai gelisah sementara Transo kini bersikap sangat manja mendekatinya.
“Mas, biarkan aku mengurus Jaka sebentar” ucapnya beralih menggendongnya.
__ADS_1
Transo hanya mengangguk, gerakan wajah kaku dan tubuh tegak menatap lurus tanpa bergeming. Sedangkan di luar sana, tuan Sen yang berjaga-jaga tampak kaget melihat sosok gendoruwo yang mirip dengan penampakan tubuh hitam bermata merah menyala itu memasuki rumah Lisa.
“Gawat, aku harus melaporkan hal ini kepada tuan” gumamnya lalu mengambil ponsel dari dalam saku.
Karena panggilannya tidak di angkat oleh Wijaya maka dia pun mengirim sebuah pesan singkat.
Tuan, sepertinya nyonya Lisa sedang dalam bahaya.
Di kota Y sepulang dari rumah sakti, Wijaya menuju pusat perbelanjaan bayi untuk membeli beberapa perlengkapan dan mainan untuk anak kesayangannya. Ketika dia di kasih sambil menunggu antrian, dia membuka layar ponsel dan membaca pesan dari pak Sen. Hatinya sangat kacau dan tidka tenang, Wijaya mengeluarkan beberapa lembar uang berwarna merah yang dia serahkan kepada kasir agar mempercepat kerjanya.
“Mohon bersabar tuan” ucap petugas kasir.
“Tolong, aku sedang mengalami keadaan darurat” ucap Wijaya.
__ADS_1
Semua barang-barang dia masukkan ke dalam bagasi, seharian ini Wijaya belum sempat mengisi perutnya setelah kepulangan dari wilayah rumah Lisa. Dia mempercepat semua urusan, property dan saham milik ayahnya. Sekarang dia harus kembali lagi ke wilayah berhantu dan mematikan secara mendesak dengan melajukan kecepatan tinggi kendaraan.