Lingkaran Tipu Daya Setan

Lingkaran Tipu Daya Setan
Tragedi


__ADS_3

“Tuan, di ruang UGD sedang ada tuan Yuno. Dia di bawa tadi pagi ke rumah sakit karena mengalami kecelakaan lalu linta” ucap suster Haki.


“Apa? Kalau begitu suruh dokter Pram menggantikan jadwal operasi ku hari ini” ucap Wijaya berlari meninggalkan perlengkapan dokter bedah ke tangan sang suster.


Suster Fan tidak mengetahui bahwa suster Dini dan Kela melakukan tindakan yang akan mencelakakan dirinya. Nama pasien yang sudah di ganti itu harus menjalani operasi besar selama tiga jam. Di dalam ruang operasi, para petugas medis yang bekerja terutama dokter Pram tidak melihat tanda-tanda penyakit atau penyakit yang berada di bagian kepala bagian belakang pasien. Darah di kepala itu mengalir deras setelah di bedah sampai terlihat tulang tengkoraknya.


Tekanan dan detak jantung pasien itu semakin melemah, dokter Pram sangat panik. Suster Kela melirik sinis ke arahnya sambil membantu mengusap keringat yang akan menetes.


“Dok, sebaiknya operasi ini harus di tutup” ucap suster Kela.


...----------------...


Di ruang UGD, Wijaya melihat Yuno, Rara dan Dika sedang sekarat sementara Denta yang tampak sadar hanya mengalami luka-luka yang di jahit pada bagian pelipis dan tangannya.

__ADS_1


“Denta, anak baik. Om akan memindahkan mu ke ruangan khusus selagi om mengobati ayah, tante dan Saci” ucap Wijaya begitu lembut.


Denta hanya tersenyum dan mengangguk, suster Haki memindahkannya di kursi roda dan membawanya ke ruangan lain. Yuno tampak gusar, dia memanggil beberapa tenaga medis dan dokter lain untuk berusaha semaksimal mungkin mengobati mereka. Setelah keadaan mereka sedikit membaik, Yuno meminta mereka bersama di pindahkan di satu ruangan tempat Denta berada.


Wijaya menelepon Fredi, sampai berkali-kali panggilan itu baru terangkat olehnya.


“Ada apa Wijaya?” ucap Fredi.


“Mas, aku mengabarkan bahwa mbak Rara, mas Yuno, Denta dan Saci mengalami kecelakaan dan kini sedang di rawat di rumah sakit ku” ucap Wijaya.


“”Tunggu mas, jangan tutup teleponnya. Aku akan mengirimkan perawat untuk mengantarkan obat ke rumah Lisa, mas tolong jaga Lisa baik-baik sebelum perawat ku tiba. Disini mereka semua sudah melewati masa krisis, percayakan pada ku” ucap Wijaya.


“Terimakasih” tutup fredi.

__ADS_1


Mana yang harus di pilih ketika situasi di hadapkan akan pilihan anak, istri atau adik kandung yang hampir terbunuh oleh suaminya sendiri? Fredi menekan sekujur tubuh dan luka yang terasa sangat berdenyut. Pikirannya sangat kacau dan luluh lantak. Dia tidak mementingkan keadaan sepihak atau merelakan untuk meninggalkan yang lain demi pilihan menjaga orang yang dia paling sayang.


Lisa masih seperti orang ling lung. Dia mengatakan kepada Fredi akan menyiapkan makanan untuknya, tapi Fredi melihat hidangan yang tersaji di atas meja itu adalah batu kerikil dan daun kering yang di campur dengan sambal.


“Apakah adik ku sekarang menjadi gila?” gumam Fredi berlari mencari keberadaan adiknya.


“Lisa!” teriak Fredi.


Fredi mendapatinya sedang menyisir rambut di sudut kamar sambil bernyanyi. Lagu bubui bulan adalah lagu kesukaannya yang selalu dia nyanyikan ketika membuai Jaka.


“Mas Fredi, ayo ikut bernyanyi bersama ku” ucap Lisa sambil berderai air mata.


“Lisa, sadarlah dik!” Fredi memeluknya.

__ADS_1


Hancur hati, hancur pula badan seolah bagai hidup segan mati tak mau. Wanita itu teraniaya seumur hidupnya.


__ADS_2