Lingkaran Tipu Daya Setan

Lingkaran Tipu Daya Setan
Denta, Rara dan Fredi menghilang


__ADS_3

Misteri hilangnya Saci dan Rara belum terpecahkan. Semula asal penokohan pemeran jahat dan tidak berperikemanusiaan menyesatkan pikiran tipu iblis memakan banyak korban. Lantas bagaimana dengan Yuno yang masih terjebak di dunia lain perkampungan siluman?


Membersihkan perkakas dan lantai rumah. Rara juga menyempatkan waktu yang senggang untuk menyiapkan makanan. Di sisi lain Fredi yang setelah membersihkan diri, langsung buru-buru pergi tanpa berpamitan. Rara enggan memanggil atau bertanya karena dia telah berjanji tidak pergi ke rumah Lisa.


Terdetak hati merasa sangat was-was, hal memberatkan dirinya tentang Denta. Dia masih meyakini bahwa Denta kerasukan makhluk dari pohon raksasa.


"Kenapa aku menitipkan anakku dengan Denta? " gumam Rara.


Dia meletakkan piring, berlari mencari mereka. Saat langkah kakinya terhenti, Rara menemukan Denta berdiri menghadap kolam teratai. Kacau pikirannya perlahan mendekati air.


"Denta, katakan pada tante. Apakah Saci ada di dalam air?" tanya Rara dengan nada bergetar.


Denta mengangguk menunjuk ke arah kolam. Ekspresi datar, rasa tidak bersalah dari anak kecil itu. Rara mendorong Denta menjauh dari kolam. Dia melepas alas kaki kemudian masuk ke dalam air. Rara berenang sampai ke dasar, dia mencari Saci sudah satu jam lamanya.


Saat akan mengambil nafas mengangkat tubuh ke permukaan, dia melihat wajah Denta berubah menjadi makhluk buas mengeluarkan gigi taring. Jari panjang berkuku panjang mencekik dan membenamkan kepala Rara berkali-kali masuk ke air.


"Tolong!" teriak Rara.

__ADS_1


Dia hampir kehabisan nafas. Fredi berlari menyelamatkan nya lalu mengangkat keluar air.


"Rara bangun! " Fredi mengguncangkan tubuhnya.


Rara membuka mata, dia memeluk dan menangis. Dia menarik kerah baju Fredi erat-erat.


"Cepat selamat kan Saci! Dia tenggelam di dalam kolam. Aku hampir mati di bunuh oleh Denta tadi" kata Rara.


Aduan wanita itu berbanding terbalik dengan kenyataan. Fredi melihat Denta duduk santai di ruangan televisi. Dia pun memejamkan mata mengucap mantra yang pernah dia Terima dari dukun yang memberikan nya ilmu. Dia tidak mau menganggap istrinya seorang yang ling lung. Dia menggunakan ilmu aliran darah ganas yang berada di dalam tubuh untuk melihat siapa sosok di balik tubuh Denta.


"Urusan ku belum selesai dengan lelaki jahat itu, tapi jika kini keponakan ku ikut mendapat musibah akibat kejahatan Transo, maka aku bersumpah tidak akan mati sebelum membunuhnya" gumam Fredi.


"Ssthh! Denta! "


"Mati! " teriak Denta mengeraskan suara.


"Mas Fredi awas! " teriak Rara berlari memeluknya.

__ADS_1


Denta kesetanan memuntahkan darah hitam mengenai Rara. Asap seperti bakaran mengepul di atas kepala. Rara menghilang tanpa jejak, hanya meninggalkan sisa pakaian yang melekat di tubuh.


"Rara! rara!" teriak Fredi.


"Kembalikan Rara dan Saci!" suara pekik Fredi di telinga Denta. Anak itu sudah tidak terkendali, dia memamerkan wajah keduanya yang terdapat di di bagian belakang kepala. Kemudian dia pun ikut menghilang, Fredi frustasi mencari ke semua tempat sambil menangis.


"Aku akan membunuhmu Transo!" gumamnya meraih dia pisau dan kunci mobil.


Tidak perduli harus berurusan dengan hukum. Fredi sudah kalap membanting setir dan melajukan kendaraan berkecepatan tinggi sampai membuat kemacetan lalu lintas.


...----------------...


"Kakek, aku akan menggadaikan diri asal adikku Lisa bisa selamat. Meski aku tidak bisa lagi keluar dari tempat ini" ucap Yuno memohon sepuluh jari.


"Semua orang ingin menyelamatkan wanita malang itu tapi yang ada kalian hanya membuka iblis semakin senang menerima darah manusia" kata si kakek tua.


"Tolong, apa yang harus aku lakukan?"

__ADS_1


Wajah dan gerakan si kakek tua yang tidak normal tampak seperti mayat hidup. Yuno baru menyadari ketika berlutut lebih mendekati melihat kaki si kakek yang tidak menapak di tanah.


__ADS_2