
Setelah mendapat perintah dari Wijaya, disitu pula Sen berangkat menuju perkampungan yang terkenal dengan ke angkerannya itu. Sen melajukan kendaraan dengan hati yang was-was. Seluruh pemikirannya hanya bertumpu pada misi menyelamatkan Lisa. Tapi ketika memasuki area tersebut, sekujur tubuhnya terasa merasa kedinginan.
“Hidup dan mati ku hanya pada sang Khalik. Aku berserah pada Nya dari jin kafir dan setan yang terkutuk” ucap Sen sambil mengucapkan surah An-nas.
Setelah kematian tuan Admaja, dia lebih rajin melakukan ibadah dan membaca ayat suci Al qur’an. Sesampainya disana, rumah itu di tutupi oleh ribuan kelelawar hitam yang hinggap dan menempel di bangunannya. Tidak ada penerangan sedikitpun bahkan cahaya rembulan bersembunyi di balik awan hitam.
Tin, tin (Suara klason mobil menyorot rumah).
Sen keluar dari mobil lalu membacakan surah pendek, dia pun di serang oleh kelelawar yang berterbangan. Sen tetap memaksakan diri untuk masuk ke dalam rumah dan mendobrak pintu.
“Hei! Ada perlu apa kau ke rumah ku?’ ucap Transo di belakangnya.
__ADS_1
“Tuan, aku mendengar suara jeritan nyonya Lisa dari dalam” jawab Sen.
“Pergi, jangan ikut campur masalah rumah tangga ku!” bentak Transo mengangkat tangan hendak memukulnya.
Transo menghentikan gerakan melihat suster Kela datang menghampiri lalu mendekati Sen, dia tersenyum lalu membungkuk dengan sopan.
“Tuan Sen, kau adalah tangan kanan dokter Wijaya. Jangan repot-repot untuk menjadi penjaga kedua setelah ku. Ibu Lisa akan aku urus, tuan silahkan pulang dengan tenang” ucap suster Kela.
Wanita itu tidak memperhatikan penampilannya yang berantakan, bajunya basah dan sedikit terbuka. Sen terpaksa membalikkan tubuh dan meninggalkan mereka. Dia menghentikan kendaraan yang jaraknya kira-kira lima meter dari rumah Lisa.
Dubrak. (Suara bantingan pintu)
__ADS_1
“Lisa dimana kau!” teriak Transo.
“Mas, aku ganti baju dulu ya” cumbu manja suster Kela yang benar-benar sudah terkena pelet Transo.
Dampak dari hati wanita itu yang semula ingin memanfaatkan situasi tapi berbalik arah menjadi sebuah musibah baginya. Dia sudah terkena perangkap Transo, tidak ada jalan baginya untuk kembali atau sadar dari sihir yang sudah masuk di tubuhnya. Di jurang dekat pohon raksasa, dia melakukan hal yang tidak semestinya tanpa dia sadari.
Ketika melihat suster Kela pergi, Transo berharap wanita itu secepatnya hamil agar dia mendapatkan tumbal baru untuk jin yang dia sembah. Suara jeritan Lisa kembali terdengar dari dalam kamar mandi. Wanita itu ternyata berusaha untuk menggugurkan janin di dalam kandungannya. Dia menelan satu botol racun tikus, meski dia sudah mengalami pendarahan hebat. Dia belum kehilangan kesadaran sambil menahan rasa sakit di perutnya. Di dalam bak kamar mandi, Lisa menggigit kain sekuat tenaga. Transo yang menemukannya di salam kamar mandi segera menyiram sekujur tubuh wanita itu.
“Lisa, kenapa kau?” tanya Transo.
Pandangan matanya menangkap botol yang tergeletak di samping bak. Dia langsung berlari ke kamar suster Kela dan menariknya untuk segera mengobati Lisa yang sudah sekarat. Suster Kela pun melakukan pertolongan pertama, dia berlari ke dapur mencari susu kaleng dan memasukkan susu cair itu ke dalam mulut Lisa sampai habis.
__ADS_1
“Dasar wanita bodoh!” ucapnya Transo.
“Mas, kau harus pergi ke apotek untuk menebus obat yang aku tulis di resep ini. Dia hampir membunuh bayinya sendiri” kata suster Kela menerangkan.