
Iblis dan setan sudah menguasainya, tidak ada rasa ketakutan akan kematian atau dosa yang tidak bisa di tebus. Makhluk ghaib yang di sembah dalam jalur kesesatan membawa jasadnya ke neraka, tubuh di jadikan bahan bakar api sepanjang jaman sampai kehidupan berakhir.
Kepiluan rasa sakit derita, penat letih di jiwa luka batin makin mengoyak jiwa. Lisa berusaha tetap waras, apapun cobaan ini semua harus dia lewati dengan sabar demi Jaka. Kembali ke rumah neraka, mobil Yuno bisa menyala bahkan tanpa ada kerusakan sedikitpun. Tapi saat mereka memutar haluan ke perbatasan kembali, mesin kendaraan tidak bisa di nyalakan.
“Nyonya sepertinya kita memang tidak bisa meninggalkan tempat ini” ucap Sen.
“Tidak, hanya aku saja yang terjebak disini tuan Sen” jawab Lisa menepis genangan tangis di pelupuk mata.
Kata-kata kasar terpaksa terlontar dari mulutnya agar Sen mau pergi. Dia juga melemparkan batu atau benda apa saja yang ada di dekatnya untuk mempercepat langkah Sen pergi. Pria itu tidak mengerti maksud dari tujuan Lisa, tanpa berpamitan Sen meninggalkannya sendiri.
__ADS_1
“Hiks, hiks. Tangis Lisa mengerang memukul tubuhnya sendiri.
Dia menahan gejolak detakan jantung pada bagian perut sebelah kiri bawah yang sangat cepat berdetak. Kekuatan mana lagi yang harus dia kumpulkan? Penyemangat jiwanya sedang di titipkan ke orang lain. Sementara api sedang hidup di perutnya yang semakin membesar tanpa jeda waktu.
Semakin dia merasakan detak jantung itu, maka perubahan pada perut lebih cepat membusung. Lisa kesempitan mengenakan baju akhirnya berjalan sempoyongan memasuki rumah. Jejak kaki berukuran orang dewasa dan anak-anak ramai membekas di lantai. Lisa merangkak kesakitan di sela rasa takut melihat sosok mengerikan muncul dari balik tembok.
“Pergi! Jangan ganggu aku!” teriak Lisa.
“Arghh!” teriak Lisa berjalan mundur.
__ADS_1
Tok, tok. “Lisa!” teriak suara Transo dari luar.
“Mas Transo, apakah itu kau?” tanya Lisa mendorong kursi untuk membuka pintu.
“Iya ini aku” suara Transo berwujud suster Kela.
Pinggiran bibirnya bersimbah darah, mata penuh memutih dengan lidah menjulur sampai melewati dagu. Lisa berlari masuk ke dalam kamar, suster Kela berjalan bergerak kaku menggeliat mendekati. Saat kuku tajam akan merobek isi perut Lisa, dari arah belakang Transo memukul bagian belakang leher letak titik urat nadi. Kela terjatuh, mata masih melotot menatap, semua itu tidak di di perdulikan oleh si pria gila.
Transo mengeluarkan keris menusuk ke perut Kela hingga berkali-kali tusukan. Suara kecap, organ dan darah mancur keluar deras. Transo mengeluarkan isi organ tubuh wanita itu lalu menempatkan di dalam wadah hitam. Lisa pingsan menyaksikan semua kelakuan suaminya yang sudah mirip iblis berwujud manusia.
__ADS_1
“Hahahah, hahah!” tawa nyaring Transo menarik jasad suster Kela memasuki jurang.
Dia meninggalkan pintu rumah terbuka lebar, bekas darah anyir mengelilingi perkampungan. Jasad suster Kela di ambil oleh jin penunggu pohon raksasa. Dalam hitungan detik menghilang sementara isi organnya di makan Transo secara lahap.