Lingkaran Tipu Daya Setan

Lingkaran Tipu Daya Setan
Tiada detik tanpa menyiksa


__ADS_3

Engkau boleh mengatakan ini sebuah nasib, namun jika akhirnya menjadi sebuah takdir pernikahan di atas benturan perjanjian dengan makhluk lain. Manakah yang di sebut luka? Sekujur tubuhnya bersimbah darah di lumuri oleh kegelapan menenggelamkan diri dalam lumpur hitam.


Wanita itu kini menyendiri di sudut ruangan sambil menekuk lututnya. Dia tidak punya siapapun lagi untuk tempat bersandar. Transo kembali tidak pulang, kini perut Lisa mulai terasa sangat sakit.


“Argghh!” jeritnya kesakitan.


Dia meraba nakas mencari telepon genggam. Berkali-kali sudah dia berusaha menghubungi Transo, tapi tidak ada jawaban. Begitu pula nomor Yuno dan Fredi, setelah perjalanan pulang dari rumah Lisa. Mereka tidak memberi kabar apapun.


“Tolong!” jerit Lisa semakin kesakitan.


Dia mengingat perkataan Wijaya, sosok pria di masa lalu yang selalu membantunya. Jalan terakhir adalah meminta pertolongan kepada pria yang sudah dia sakiti. Lisa mencari selipan kertas yang berisi nomor dokter muda tersebut. Tangan yang gemetar menekan tombol telepon hingga terlepas dari genggaman. Sambungan panggilan kepada Wijaya berhasil terhubung, Lisa meringis kesakitan meminta tolong.


“Mas Wijaya, tolong!” jerit Lisa menarik nafas memburu.


“Lisa aku akan segera kesana. Bertahanlah!” jawabnya.

__ADS_1


Angin berhembus kencang, nyanyian suara kuntilanak kembali terdengar menyambut kibaran kain kafan dan kuntilanak terbang di atap rumah. Di dalam pohon raksasa muncul sosok jin menyerupai wanita tua yang memakai baju hitam. Dia menyeringai berjalan merapikan sanggul menuju rumah Lisa sedangkan Transo masih sibuk dengan ritual yang sudah dia lakoni semasa muda. Sosok wanita tua itu berhasil menembus dinding rumah Lisa, dia menyeringai mengusap perutnya sambil membantu Lisa naik ke atas ranjang.


“Tenang lah, aku akan membantu mu lepas dari rasa sakit ini” ucapnya bernada gemetar.


“Nenek siapa?” tanya Lisa.


“Aku adalah penolong mu. Hihihih” tawanya berubah menjadi sosok menyeramkan.


Dubrak (Suara bantingan pintu).


Wanita tua itu tanpa ampun menghajar dirinya cukup dengan satu tangan saja. Wajah Wijaya sudah babak belur, dahinya terluka dan kulit tangan kanannya di terkelupas paksa oleh wanita tua tersebut.


“Arghh” erang Wijaya menahan perih.


Dia berbalik menyerang si wanita tua, Wijaya menarik kalung tasbih milik Lisa lalu melemparkan ke tubuhnya hingga hangus seketika.

__ADS_1


“Ahh!” sosok misterius itu pun terbakar menghilang bersama kalung tasbih milik Lisa.


Tangis Lisa sejadi-jadinya, dia meremas sprei Menahan rasa sakit. “Mas, aku sudah tidak tahan lagi!” ucap Lisa.


Wijaya mengangkat Lisa ke dalam mobil, akan tetapi tiba-tiba mesin mobil terhenti.


“Lisa, aku akan membantu proses persalinan mu, aku akan ke dalam mencari air dan gunting” ucap Wijaya melipat jok mobil lalu berlari masuk ke dalam rumah.


...----------------...


Transo melakukan pemujaan di dekat pohon raksasa, dia sibuk berkomat-kamit menebar kemenyan dan dupa. Hari ini dia sedang melakukan ritual pencucian keris pusaka yang dia terima dari seorang pria berpuluh tahun lalu. Benda yang dikatakan keramat bisa membuat ilmu pelet dan kekebalan pada dirinya.


”Aku ingin Lisa tetap di samping ku, dia harus memberikan aku keturunan. Ilmu ku akan turun ke salah satu anak ku kelak” gumam Transo.


Mantra, bisikan makhluk lain dan sesembahan. Pria yang sudah tidak ingat dosa itu mengadakan ritual panjang di sela kelahiran anaknya. Asap putih menggulung tubuhnya, Sosok jin berdiri di hadapannya lalu menghilang terbang menuju ke dalam perut Lisa.

__ADS_1


“Arhh!” hembusan terakhir ritual mantra Transo.


__ADS_2