Lingkaran Tipu Daya Setan

Lingkaran Tipu Daya Setan
Melepas bayi Jaka


__ADS_3

Wijaya memberikan vitamin dan obat pereda nyeri kepada Lisa. Dia menuangkan air di dalam gelas lalu mengangkat piring di meja makan.


“Terimakasih mas” ucap Lisa.


Setelah selesai makan, Wijaya memindahkan bayi Jaka ke dalam box bayi yang baru dia beli. Hiasan dan segala pernak-pernik di dalam berwarna biru. Lisa masih terlihat murung dan berlinang air mata, dengan hati-hati Wijaya menyentuh pundaknya.


“Maaf, mas tidak berniat ingin menerima perlakuan apapun atau berharap yang tidak mungkin. Tapi mas berharap kamu tetap kuat dan berhenti menangis” ucap Wijaya.


“Ya mas, aku akan mencobanya” jawab Lisa sambil mengatur nafas dan menahan air di pelupuk mata.


Wijaya membantu mengeringkan rambut Lisa yang masih basah. Dia juga mengambil kotak peralatannya untuk memeriksa tekanan darahnya. Pandangan beralih ke sebuah bingkai foto gambar pernikahan Transo dan Lisa, hati sangat teriris dan membayangkan andai dirinya yang menjadi pendamping gadis yang sangat dia cinta itu.


“Lisa, mas akan memanggil ustadz kesini untuk memberikan do’a keselamatan dan beberapa warga desa di sekitar, apakah kamu menyetujuinya?” tanya Wijaya.


“Aku sangat senang mendengarnya mas, tapi aku harus membicarakan hal ini terlebih dahulu kepada mas Transo.”

__ADS_1


Di balik pintu, pak Sen mendengar percakapan mereka. Dia menggidikan bahu lalu menghembuskan tangan dan pundaknya sendiri sambil membacakan ayat-ayat pendek.


“Lama-lama aku bisa mati berdiri” gumam Sen.


Sosok kuntilanak datang dari sudut ruangan, dia menampakkan diri di depan Sen sehingga pria tersebut berlari keluar rumah.


“Hantu!” ucapnya masuk ke dalam mobil.


Lisa dan Wijaya terkejut mendengar teriakannya itu, mereka keluar rumah mencari keberadaan Sen.


“Tuan ada hantu!” ucapnya dari balik kaca mobil.


“Lisa, apakah kamu yakin tetap bertahan disini? Tolong pikirkan lagi keselamatan Jaka” ucap Wijaya.


Gambar foto Lisa sudah di pajang di atas meja-meja ritual dan persembahan Transo. Jiwanya sudah di gadaikan dengan jin dan tubuhnya sudah terikat selamanya menjadi penghuni rumah angker yang berhubungan dengan pohon raksasa.

__ADS_1


Sejak bertemu Transo, sedikit demi sedikit sihir dan santet sudah masuk ke darah dan dagingnya. Kini dia bagai wanita yang paling malang dan merana sedunia, hatinya pun sudah terkunci rapat seolah tidak ada ruang atau celah untuk berpisah. Lisa menyadari, kemanapun dua pergi pasti di ikuti oleh sosok ghaib dan bayangan Transo yang menghantuinya.


“Aku harus menyelamatkan Jaka, bayi ku ini tidak boleh tumbuh berdampingan dengan sosok ayah penganut setan. Maafkan ibu nak” gumam Lisa.


Bendungan air itu kembali pecah membanjiri wajahnya yang lesu dan lunglai. Sekalipun kecantikannya kini sudah tertutupi hujan, Wijaya tetap mencintai dan menginginkan kebahagiaan untuk Lisa seorang.


“Lisa, ijinkan aku membawa mu dan Jaka sekarang” kata Wijaya dengan lembut.


Jaka di serahkan ke tangan Wijaya dengan penuh isak tangis dan kepedihannya. Hari ini, Lisa terpaksa berpisah dengan Jaka demi menyelamatkannya. Dia memberikan kecupan di pipi dan kening bayi merah itu dan berharap nasib baik untuk Jaka.


“Mas, aku menitipkan Jaka agar engkau jaga dan sayangi seperti anak kandung mu sendiri. Tolong bawa dia pergi sekarang” ucap Lisa.


“Tidak, kita harus bersama. Aku ingin menyelamatkan mu” Wijaya menggenggam tangan Lisa begitu erat.


“Lisa! Masuk!” teriak Transo berlari membawa senjata tajam ke arah mereka.

__ADS_1


Pada hari itu, Lisa berpisah dengan Jaka. Wijaya buru-buru pergi membawa Jaka, kendaraan yang di kemudikan oleh Sen sangat kencang sehingga Transo tidak bisa mengejarnya.


__ADS_2