Mafia And The Princess Of Wands

Mafia And The Princess Of Wands
Change


__ADS_3

No POV


"Hades! Kau mau bermain-main denganku ya? Apa maksudmu merusak acaraku?" tanya Lea murka.


Hades menoleh ke arah Lea. Ia memiringkan kepalanya ke kiri dan ke kanan, menatap Lea seolah Lea adalah santapan yang lezat untuknya.


Lea membalas tatapan Hades dengan tajam. Ia tidak takut sedikit pun kepada Hades. "Ikuti aku! Kita tidak akan menyelesaikannya di sini karena di sini banyak makhluk yang tidak bersalah jadi aku menantangmu untuk bertarung di atas sana! Sekarang!" perintah Lea.


Wuusshh!


Wuuusshh!


Sekelebat bayangan biru dan hitam melayang dengan cepat ke atas dan menjauh dari Kerajaan Awan.


Clang!


Clang!


Sinar hitam dan sinar biru yang keluar dari tatapan mereka masing-masing saling bertabrakan. Lea memperbesar kekuatannya dengan memanggil Ayshill sayap kesayangannya. Hanya dengan sekali kibasan Ayshill, Hades jatuh terjerembab.


"Bagaimana? Apakah masih kurang?" tanya Lea mendekati Hades. Sayap putih besarnya mengepak-epak dengan semangat.


Hades dengan segera bangkit dan kembali berdiri. Tak tanggung-tanggung, ia menyerang Lea kembali dengan kecepatan melayangnya yang tinggi.


Beruntung saja, Ayshill berhasil menepisnya dan sekali lagi membuat Hades terjatuh. "Hentikan Hades!"


Hades menggeram dan menyeringai. "Aku tidak akan berhenti karena ternyata aku salah menilaimu. Kamu seperti kakakku yang selalu saja melupakan aku," kata Hades.


Kedua alis Lea bertaut. "Apa maksudmu? Aku tidak pernah melupakan siapapun terutama kamu," jawab Lea.


Hadis mendengus kesal. "Kamu tidak mengundangku ke acara pernikahanmu dengan Matt hari ini! Itu sudah menjadi bukti kalau kamu melupakan aku! Kamu pikir aku tidak bisa mengubah diriku sendiri setelah kau mengubahku menjadi seekor kepiting hitam yang jelek!" tukas Hades, suaranya bergetar menahan emosi.


Lea kembali terdiam. "Hades, aku ingin bertanya kepadamu. Apakah kamu bisa membaca?" tanya Lea.


Pertanyaan Lea membuat Hades semakin geram, ia kembali melancarkan serangannya kepada Lea dan dengan cepat juga Lea menangkis serangan itu dan membalikannya kepada Hades sehingga Hades terpental jauh.


"Grrroooaarr! Apa maksudmu, Lea? Setelah kamu melupakanku sekarang kamu mencaciku! Apa sebenarnya maumu?" tanya Hades dengan gusar.


"Hai makhluk bodoh, aku sudah mengundangmu dan sudah tertulis namamu di undangannya!" jawab Lea kesal.


Hanya karena satu Hades acaranya menjadi berantakan, dia tidak dapat membayangkan kalau Hades mempunyai anak, akan seberapa kacaunya dunia ini?


Hades terdiam dan tampak berpikir. "Benarkah? Di sebelah mana kamu menulis namaku?" tanya Hades menuntut bukti.

__ADS_1


Lea menghela nafas dengan lelah, dan ia mengibaskan tongkatnya untuk mengambil kartu undangan yang telah Ia kirimkan kepada Hades dan para duyung di pantai duyung.


Dalam hitungan detik sebuah kartu berwarna ungu melayang dari bawah dan Lea menangkapnya. "Lihat ini!" Lea menunjuk pada sisi kanan kartu undangan tersebut dan memperlihatkannya kepada Hades.


Hades mendekati Lea dan mengambil kartu undangan itu. Tiba-tiba saja ia mengerucut menjadi kecil, menjadi seukuran slime yang sudah terbelah-belah.


"A-aku tidak melihatnya, kupikir itu hanya tertulis untuk para duyung saja," jawab Hades lemah.


Lea memutar bola matanya dan menatap Hades dengan kesal. Hanya karena Hades tidak teliti dalam membaca, acaranya menjadi rusak dan berantakan.


"Aku tidak mau tahu, kamu harus mengembalikan acaraku! Aku ingin kamu menghiasnya kembali dalam waktu 30 detik Karena semua dekorasi di ruangan itu menjadi hancur berantakan hanya karena kebodohanmu saja!" titah Lea.


Hades tertunduk lesu. "Baiklah aku akan bertanggung jawab dan mengembalikan semuanya seperti semula," kata Hades.


Kedua mata Lea kembali membulat dan menatap tajam Hades. "Masih ada yang kurang! Apalagi yang harus kau lakukan?" tanya Lea.


"Maafkan aku, Lea. Aku juga akan meminta maaf kepada semua yang ada di bawah sana," sahut Hades.


Akhirnya mereka berdua turun kembali ke Kerajaan Awan Dan dia menjadikan waktu dan tempat untuk hadis meminta maaf kepada semua yang hadir di sana.


"Hai! Aku minta maaf," kata Hades. Setelah itu ya terdiam dan kembali berubah menjadi bayangan hitam.


Sat! Set! Sat! Set!


Anthem yang melihat kejadian itu menepuk-penepuk pundak Hades dan memeluknya. "Terima kasih karena kamu mau berubah menjadi lebih baik,"


Pesta pernikahan itu pun kembali berjalan dengan meriah. Lea melirik sekilas kepada Hades, ia melihat Hades menikmati pesta itu. Lea tertawa saat melihat Hades merayu Sirene untuk berdansa dengannya.


"Aku rasa Hades jatuh cinta kepada Sirene. Aku akui dia duyung yang cantik," kata Matt. Mata hijau lumutnya memandang Lea.


"Aku juga mengakui itu, tapi Sirene tidak lebih cantik dari aku," balas Lea.


Matt tersenyum dan mencium bibir Lea dengan lembut.


***


Keesokan harinya, Raja Wren bertanya kepada Lea mengenai di mana ia akan menetap.


"Kamu akan menetap di bumi? Dan meninggalkan aku hanya berdua dengan ibumu? Lalu Bagaimana jika kamu mengandung dan melahirkan cucu kami? Apakah kamu memikirkan bagaimana aku dan ibumu akan turun ke bumi hanya untuk melihat cucu? Itu akan merepotkan bukan? Karena di mana-mana seorang kakek dan nenek selalu ingin melihat cucunya setiap hari. Apakah kamu tega melihat aku dan ibumu setiap kali merindukan anakmu kami harus turun ke bumi hanya untuk menimbang cucu kami?" keluh Raja Wren.


Lea dan Matt tertawa. "Kita bisa bergantian. Aku bisa mengajaknya ke atas sini atau kalian yang ke bawah sana. Itu tidak akan menjadi masalah besar untukku," jawab Lea santai.


"Tentu saja itu menjadi masalah besar untuk kami, Lea! Dan lagi kami akan mengadakan upacara pelantikan untuk Matt. Kalian harus sering-sering berkunjung ke sini karena aku akan menjadikan Matt seorang raja," kata Raja Wren lagi.

__ADS_1


"Apa? Ayah serius ingin menjadikan Matt raja? Ayah hidup abadi, kenapa membutuhkan seorang pengganti?" tanya Lea.


Raja Wren tidak terima dengan pernyataan anaknya. "Tentu saja aku butuh pengganti, kan? Aku juga butuh istirahat dan jalan-jalan sepertimu!" jawab Raja Wren sambil mengusap-usap janggut kesayangannya.


Lea mengerucutkan bibirnya. "Ayah tidak boleh menjadikan Matt sebagai raja, kalau suatu saat ada perang, bagaimana jika ka tertembak dan mati?" tanya Lea


"Dia tidak akan mati, sesaat sebelum pelantikannya aku akan menjadikan Matt abadi. Bagaimana Matt, kamu siap?" tanya Raja Wren memandang Matt dengan tatapan serius.


Matt menggelengkan kepalanya. "Tidak dan tidak akan pernah siap," jawab Matt tersenyum pahit.


"Itu tandanya kamu siap, hahahaha!" Raja Wren tertawa menggelegar dengan suara besarnya.


Setelah berbincang dengan Raja Wren, Lea dan Matt mengunjungi Anthem di Lembah Kematian.


"Hai," sapa Anthem.


Anthem termasuk pegawai yang rajin, setiap kali selesai menjemput jiwa seorang manusia, ia akan membersihkan tempatnya.


"Akan ada pegawai baru untuk menggantikanku sebagai Malaikat Kematian," katanya.


Matt dan Lea saling berpandangan. "Memangnya kamu mau kemana? Kamu mau resign dari pekerjaanmu ini? Bukankah kamu bilang Penguasa membayarmu cukup tinggi?" tanya Matt.


Anthem mengangguk. "Memang, tapi aku sudah memutuskan untuk menjadi manusia," jawab Anthem.


"Apa? Kalau menjadi manusia, kamu akan mati! Itu tidak boleh!" tukas Lea.


"Setiap waktu aku berhadapan dengan kematian dan aku tau apa yang akan terjadi saat aku mati, jadi aku tidak takut dengan kematian," ucap Anthem.


Lea tampak sedih. "Tapi, kenapa kamu ingin menjadi manusia?" tanya Lea.


"Aku ingin menemani Alesya dan seperti kataku waktu itu, aku ingin menua bersamanya," jawab Anthem.


Cinta. Cintalah yang mengubah keputusan Anthem maupun Matt untuk menjadi pribadi yang lebih baik.


Lea memeluk Anthem. "Aku akan selalu mengunjungimu setiap hari, Anthem," ucap Lea.


Anthem tertawa, dan membungkuk di hadapan Matt. "Yang Mulia," sapa Anthem menggodanya.


Matt geli. "Hei, apa yang kamu lakukan. Aku bukan raja!" tukas Matt.


"Akan, Matt. Akan," kata Anthem. Kemudian ia pergi ke tempat yang lebih tenang dan tentu saja ke tempat Alesya.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2