
Anthem POV
"Bagaimana dengan dasi ini, Matt?" tanyaku sambil merentangkan dasi kupu-kupu berwarna perak yang menurutku ini keren.
Matt memperhatikan dasi kupu-kupu itu, "Hmmm, itu bagus jika kamu memakainya tanpa sayap. Tapi aku lebih suka warna emas itu, Anthem." jawab Matt dan memasangkan dasi kupu-kupu berwarna emas di kemejaku.
Aku mencoba memasangkan keduanya, "Ah, benar katamu. Warna emas ini lebih keren walaupun sebenarnya aku tampan memakai warna apa saja." sahutku berkilah dan tersenyum lebar.
Matt memandangku lelah, "Lalu kenapa kamu khawatir? Kalau orang tampan, hanya memakai karung goni pun akan terlihat tampan dan dia tidak mengkhawatirkan hal itu karena tidak akan mengurangi ketampanannya." jawab Matt.
"Yang akan kuhadapi saat ini adalah Alesya. Dia berhak mendapatkan segala yang sempurna dariku." ucapku.
Matt mengangguk setuju dan membantuku kembali memilihkan pakaian yang cocok untukku. Setelah selesai dengan urusan pakaian, Matt mengajakku beristirahat di sebuah kafe dekat toko pakaian yang kami datangi tadi.
"Jadi, apa kamu sudah mengambil keputusan dimana acaramu akan dilangsungkan?" tanya Matt.
Ini sudah hari kedua kami mencari pakaian untuk acara pernikahanku. Ternyata sesulit ini untuk menikah dan melelahkan. Aku harap Alesya menikmati hari ini bersama Lea, mengingat Lea tipe wanita yang seperti radio. Dia akan mengoceh sepanjang hari. Terkadang aku dan Matt berpikir jenis baterei apa yang di pakainya?
"Aku belum memikirkan hal itu. Aku menyerahkan hal ini kepada Alesya. Jika dia nyaman, aku pun akan nyaman." sahutku.
"Aku pun nanti akan seperti itu. Kenyamanan Lea yang akan menjadi prioritasku." ucap Matt.
"Kalau Lea, percayalah kepadaku, Raja Wren yang akan mengatur seperti saat Max menikah dengan Lea saja, kan?" jawabku.
Pernikahan Max dan Lea, pernikahan yang sangat luar biasa karena Raja Wren yang mengatur segalanya. Dia membawa semua penghuni langit untuk turun ke bumi. Bahkan menyediakan sungai kecil di tempat berlangsungnya pernikahan mereka karena banyaknya duyung yang datang.
"Aku tidak ingat sampai sejauh itu. Tapi aku yakin kalau pun nanti kami menikah ayah Lea akan lebih heboh dari saat aku menikah sebagai Max." jawab Matt.
Aku mengangguk setuju, "Pasti itu."
Setelah selesai dengan segalanya aku menghadap Penguasa untuk meminta nasihat dariNya. Aku sudah tidak memiliki orangtua, jadi Raja Wren atau Penguasalah yang aku mintai nasihat tentang apa pun.
"Anthem. Aku lihat kamu sibuk sekali seharian ini." kata Penguasa.
"Tentu saja, aku ingin terlihat tampan kapan pun apalagi di hari istimewa kami nanti." jawabku.
Penguasa tersenyum, "Ada perlu apa? Walaupun aku sudah tau apa yang kamu pikirkan dan apa yang akan kamu tanyakan kepadaku." kata Penguasa, Dia menepuk kursi besar di sebelahnya dan memintaku duduk disana.
Aku menuruti kemauan Penguasa untuk duduk di kursi yang sudah Ia tunjukan kepadaku.
"Apakah menurutmu aku harus menjadi manusia atau tetap pada diriku yang sekarang?" tanyaku.
Penguasa berdeham, "Kamu siap menjadi manusia?" tanyaNya.
"Apakah itu menyakitkan?" tanyaku.
Penguasa mengangkat bahunya, "Aku tidak tau. Menyakitkan atau tidak itu tergantung pilihan hidupmu, Anthem. Mana jalan yang mau kamu pilih? Yang jelas apa pun keputusanmu, aku akan selalu mendukungmu. Yang jelas, saat kamu menjadi manusia, kamu akan melemah." jawab Penguasa.
__ADS_1
Aku termenung mendengar jawaban Penguasa, "Begitukah? Baiklah kalau begitu. Yang kedua, kalau aku menjadi manusia, bagaimana denganMu? Apakah Kamu akan kehilangan aku?" aku bertanya lagi kepada Penguasa.
"Aku sudah kehilanganmu sebagai anakku saat kamu melihat Alesya. Tapi aku tidak akan pernah kehilangan dirimu, Anthem. Sampai kapanpun kamu tetap akan di terima disini." jawab Penguasa.
"Satu lagi, menurutmu dimana aku melangsungkan pernikahanku?" tanyaku.
"Kamu mau dimana? Aku tetap tidak akan bisa meninggalkan singgasanaku ini, akan terjadi kemalangan besar jika aku meninggalkan singgasanaku." jawab Penguasa.
Ah, benar juga. Pernah sekali waktu, Penguasa turun dari singgasananya hanya untuk bermain dengan Raja Wren, dan saat itu juga terjadi guncangan hebat di bumi. Dan dengan segera, Ia kembali dengan mengajak Raja Wren ke tempatNya.
Setelah berbincang sebentar aku kembali ke bumi dan menemui Matt serta Lea.
"Aku akan menemui Alesya untuk mengatakan dimana pernikahan kami akan diadakan." sahutku.
"Kamu sudah memutuskan?" tanya Lea.
Aku mengangguk. Matt dan Lea kembali bersorak senang.
***
Welcome to Anthem and Alesya's Wedding
Aku, maksudku bukan aku tepatnya melainkan Rue dan Ayah Lea yang mengatur pernikahan ini. Aku dan Alesya memutuskan untuk mengadakan pernikahan kami di tempat Raja Wren dan betapa bahagianya Raja Wren ketika aku memberitahukan informasi itu.
Raja Wren belum pernah bertemu dengan Aleya, jadi hari ini akan menjadi kejutan untuknya karena aku juga memilihnya untuk menjadi wali pernikahan kami.
Awalnya, Alesya bingung bagaimana ia bisa sampai ke tempat ini dan jawabannya adalah bubuk terbang. Dan selama pernikahan ini aku menyewa sepasang sayap putih yang cantik untuk Alesya. Tentu saja Castiel senang sekali ketika aku membayar lunas sayap itu.
"Matt, jangan sampai tersandung. Ingatlah kita pasangan pria yang tampan jadi jangan mempermalukan diri sendiri." sahutku memperingatkan Matt yang tampak gugup.
Matt mengangguk tanpa menjawabku, wajahnya tegang sekali.
Musik Wedding March mulai dimainkan oleh sekelompok peri bunga yang tergabung dalam choir Kerajaan Awan.
Aku mulai memasuki gerbang kapel dan berjalan menuju Altar. Tak lama, Alesya datang dengan gaun putih selutut dan sepasang sayap yang berkepak lembut di belakangnya. Rambutnya tergerai dengan indah. Cantik sekali.
Di sebelah Alesya, tampak Lea dengan model gaun yang sama hanya saja Lea memakai gaun berwarna ungu senada dengan dasi kupu-kupuku, Matt dan Rue.
Raja Wren menjadi wali nikahku sudah menunggu kami di altar. Acara pemberkatan pun segera dimulai.
Setelah acara pemberkatan selesai, kami memulai pesta kami. Alesya sangat menikmati tempat ini dan ia takjub dengan segala hal yang ia lihat.
"Oh, inikah calon anakku? Cantik sekali. Kamu bisa menjadi kakak Lea." ucap Raja Wren memeluk Alesya.
Alesya tersenyum, "Terimakasih Yang Mulia." jawabnya hormat.
Raja Wren menggerakan jari telunjuknya, "Ayah. Panggil aku Ayah." jawab Raja Wren.
__ADS_1
Syukurlah orangtua Lea menerima Alesya dengan baik walaupun dia seorang manusia biasa.
"Anthem, ini indah sekali. Terimakasih." ucap Alesya seraya mencium pipiku. Aku membalas kecupannya dan tersenyum.
Tak lama, awan gelap mulai memasuki Kerajaan Awan. Ada apa ini? Aku turun dari kursi pelaminanku dan melihat apa yang terjadi.
Semua yang ada disini pun bertanya-tanya ada apa gerangan. Awan gelap itu datang bergulung-gulung dengan cepat dan menyebabkan suasana di seluruh Kerajaan ini menjadi dingin seketika.
Firasatku sudah tidak nyaman.
"Lea, tolong jaga Alesya dan Matt." bisikku kepada Lea yang dengan cepat mengamankan Alesya dan Matt dibantu Ratu Edwina.
Sosok hitam datang dan melayang di atas kepalaku, kemudian ia melayang rendah dengan segera sosok itu berubah menjadi bayangan hitam besar.
"Selalu tidak mengundangku! Selalu aku dilupakan oleh kakakku tercinta ini! Anthem!"
Wuussh!
"Hades!" sahutku.
Hades mengobrak-abrik Kerajaan Awan sama seperti saat itu. Awan gelap menguasai keceriaan di tempat itu.
Aku mengejar Hades, dan meminta penjagaan di perketat. Hades menghilang, ia tidak tampak dimana-mana.
"Anthem! Lindungi Alesya. Aku akan menghadapi Hades!" seru Rue.
Aku mengangguk, dan bergegas mencari Alesya. Aku tidak tau dimana ia di sembunyikan oleh Lea.
Hades kembali melayang di atasku, tujuan kami sama!
"Hades! Dengarkan aku! Bukannya aku tidak mau mengundangmu, hanya saja aku memikirkan beberapa hal kalau kamu datang!" Sahutku.
Hades berpaling ke arahku, "Kucilkan saja aku terus, Anthem!" katanya sambil tertawa.
"Anthem! Dia berhasil menghampiriku!" suara Lea bergaung di telingaku.
Jangan Alesya! Jangan Alesya! Kumohon Hades, jangan ambil Alesya! Kamu boleh mengambilku, tapi jangan Alesya! Aku terus berharap dia membaca pikiranku.
"Anthem! Tolong aku!"
Alesya menghilang dengan cepat secepat hilangnya Hades dari tempat itu.
Dia telah mengambil Alesya!
"Aku akan segera menyusulnya!"
Swoosh!
__ADS_1
Tak akan kubiarkan ia mengambil Alesya, aku tidak akan mengampuninya jika terjadi sesuatu kepada Alesya, aku tidak peduli dia adikku atau bukan tapi aku akan membuat perhitungan dengannya! Tunggulah Hades!
...----------------...