
Matt POV
Malam hari itu aku kembali ke tempat Lea. Anthem dan Rue memintaku untuk berbicara kembali kepada Lea mengenai kesalahpahaman yang terjadi antara aku dengannya.
Setelah aku pikir-pikir, benar kata mereka kalau aku harus menjadi dewasa. Karena ketika aku memutuskan ingin menikah dengan Lea, aku sudah seharusnya membuang hal-hal yang tidak disenangi olehnya.
Dan kalau kuingat-ingat kembali, sejak awal aku mengenal Lea, dia yang selalu mengerti aku bukan aku yang mengerti dia. Dia memahami pekerjaanku sebagai seorang mafia dan dia sama sekali tidak takut dengan itu yang ada dia semakin mendekatiku dan membawaku keluar dari jerat kegelapan.
Kemudian ketika aku sudah bertobat, aku kembali diserang oleh segerombolan mafia dan sekali lagi di saat itu Lea memahami posisiku dan bahkan dia mengorbankan nyawanya untukku.
Kupikir tidak adil sekali jika aku memintanya kembali untuk mengerti dan memahami kesenanganku saat kami menikah nanti. Seharusnya aku yang memahami keinginan dia kan?
Maka dari itu, ketika Anthem dan Rue mengajakku kembali untuk berbicara dengan Lea aku menyetujuinya. Dan sekarang di sinilah aku saat ini bersama dengan Lea.
Aku tidak hanya meminta maaf kepadanya, Aku ingin mengajaknya menikah, dan kemudian hidup bersamaku. Aku tidak peduli mau di manapun kami akan tinggal, selama aku bersama dengan Lea kupikir segalanya akan menyenangkan.
"Hai, aku datang lagi. Aku harap kamu tidak mengusirku dan menerjunkanku dari atas ini ke bawah karena aku yakin tidak akan ada yang menangkapku," sahutku kepada Lea.
Aku berusaha untuk berbicara santai dengannya, maksudku supaya tidak terlalu serius. Karena aku takut jika aku salah bicara lagi dan dia kembali melemparku dari atas sini ke bawah.
Yang jelas kalau lu ya kembali melemparku, aku akan mati dan mungkin novel ini akan tamat hari ini bukan akhir bulan. Karena penulis ini sedang dikejar target jadi aku harus bisa membujuk Lea untuk menikah denganku, kan kalau mau novel ini berakhir bahagia.
"Apa tujuanmu kesini lagi? Membuatku marah? Membuatku kesal? Atau hanya sekedar ingin menguji kesabaranku?" tanya Lea, ia memandangku dengan kesal.
"Aku ingin minta maaf kepadamu atas apa yang telah kulakukan dan yang baru saja kulakukan dan mungkin yang akan kulakukan. Ketika aku memutuskan menikah denganmu 2 tahun yang lalu maka kupikir aku seharusnya sudah siap dengan segala konsekuensi yang akan aku terima. Tapi ternyata, aku malah membuang komitmenku dan menolak segala konsekuensi yang harusnya aku hadapi," jawabku menjelaskan kepada Lea.
__ADS_1
Aku berharap dia mengerti. Ah, kan aku masih saja meminta permakluman dari Lea. Pria macam apa aku ini?
"Jadi, kau masih tetap ingin menikah denganku?" tanya Lea.
Aku mengangguk dengan yakin. "Tentu saja aku mau, Kamu satu-satunya cinta dalam hidupku," jawabku. Ini bukan rayuan, tapi ini sebuah statement yang keluar dari dalam hatiku.
Sebenarnya aku orang yang romantis, tapi karena aku harus menjadi mafia di sini jadi aku harus agak galak sedikit, kan?
"Kamu mencintaiku? Lalu kenapa kamu bisa dengan mudah terhasut oleh Hades? Dan kenapa kamu bisa kehilangan kendali dirimu sendiri, Matt?" tanya Lea lagi.
Aku terdiam. "Kalau soal itu jujur saja aku tidak tahu. Pengaruh Hades sangat besar dalam hidupku. Dia tahu apa yang aku mau, dan dia tahu keinginanku yang paling dalam," jawabku.
"Memang apa keinginanmu itu? Bolehkah aku tahu, Matt? Saat kamu berubah seperti kemarin, aku merasa aku tidak mengenalmu, kamu seperti jauh sekali dan aku tidak bisa menggapaimu," kata Lea.
Aku menunduk. "Keinginanku untuk memperoleh kekuasaan masih sangat besar. Dan aku berpikir aku bisa menguasai kota tempat kita tinggal dan menjadikannya sebagai markas kebesaranku kemudian aku berpikir juga untuk mengumpulkan orang-orang sebagai anak buah aku nantinya. Hades mengetahui keinginanku ini sehingga dia terus menempel kepadaku dan menuntutku untuk memenuhi semua keinginan dia. Sulit sekali menolaknya, Lea," jawabku, sekali lagi aku meminta pengertian dari Lea untuk kembali memahamiku.
Aku menggelengkan kepalaku. "Tidak. Yang kuinginkan hanyalah kamu memaafkanku dan mengajariku untuk bisa menahan semua keinginanku yang mungkin akan muncul memuaskanku atau membahayakanmu nantinya," jawaban ini keluar dari dalam hatiku yang paling dalam.
Aku tidak ingin membahayakan Lea nanti atau kapanpun walaupun dia abadi tetap saja aku tidak mau membahayakannya atau membahayakanku karena pasti dia akan berusaha menyelamatkanku seperti yang sudah ia lakukan selama ini.
"Apakah kau berjanji tidak akan mengulanginya lagi, Matt?" Lea kembali bertanya.
"Yah, aku berjanji," jawabku sungguh-sungguh.
"Dan apa yang boleh aku lakukan kepadamu kalau kamu melanggar janjimu?" tanya Lea. Kali ini dia menyerahkan hukumannya kepada diriku sendiri jika aku melanggar janji yang telah kubuat hari ini.
__ADS_1
"Kamu boleh mengubahku menjadi apapun yang kamu mau dan kamu boleh memberikanku kepada para pemangsa atau kamu boleh melemparku dari atas sini atau bahkan dari tempat Penguasa dan jangan biarkan Anthem atau Rue menangkapku," jawabku.
Jari kelingking Lea berpendar kemerahan dan ia menempelkan jari kelingking yang berpendar itu ke jari kelingkingku dan seketika sinar berwarna merah memancar dari tautan jari kami.
"Aku sudah mengikatmu, Matt dan jika kamu melanggar kamu akan mati walaupun nantinya kamu abadi jika kamu melanggar perjanjian ini kamu tetap akan mati," ucap Lea menatapku.
Bola matanya berubah menjadi seperti kelereng berwarna biru metalik dan dia menatapku dengan tajam. Dan tatapannya menembus jantungku sehingga aku bisa merasakan rasa sakit yang ia rasakan saat ini.
"Baiklah, aku berjanji," balasku.
Setelah Aku mengucapkan janjiku sinar kemerahan itu semakin berpendar dan kemudian menghilang begitu saja. Aku merasakan panas di seluruh tubuhku saat Lea melepaskan tautan jari kami.
Tak lama terdengar suara Ratu Edwina alias Ibu Lea memanggil kami dari kejauhan.
"Lea, ajaklah met untuk makan malam bersama. Sup kepiting jagungmu sudah siap. Lekaslah disantap selagi masih hangat," kata Ratu Edwina.
Lea bergegas berdiri dan mengajakku ke tempatnya. Setibanya kami disana, Raja Wren serta Ratu Edwina sudah menunggu kami di sebuah meja makan yang panjang. Rue, Anthem dan Alesya tersenyum melihat kedatangan kami.
Setelah makan bersama, Anthem mengajakku berkeliling. Aku tahu tujuannya dia mengajakku berkeliling untuk apa.
"Sebelum kamu bertanya, aku sudah menyelesaikannya. Dan aku sudah membuat kesepakatan dengan Lea, kalau aku melanggar kesepakatan itu maka aku akan mati," sahutku.
"Kamu tahu kalau orang tua Lea sangat menyayangimu begitu pula dengan Penguasa. Mereka mencobaimu dengan mengirimkan Hades kepadamu. Kamu tidak hanya akan diangkat menjadi anak mereka, Matt tapi kamu juga akan dijadikan sebagai pengganti Raja Wren nantinya," ucap Anthem memberitahukanku.
Aku terkejut mendengar ucapan Anthem. "Apa! Raja? Aku? Kamu gila!" tukasku sambil menggelengkan kepalaku. Itu hal terkonyol yang aku dengar sepanjang hari ini dan membayangkan aku menjadi seorang raja itu hal yang mustahil.
__ADS_1
...----------------...