
No POV
"Begitu lagi?" tanya Lea, menghentikan amarahnya kepada Hades.
Matt melongok sebentar ke atas, "Oh, mungkin supaya kita fokus pada masing-masing bagian." jawab Matt bijak.
Lea mengangguk, sedangkan Anthem yang tampak tidak terima dengan keputusan penulis yang mendadak ini, terpaksa menerimanya dengan pasrah.
***
"Hentikan, Hades!" seru Lea. Bentuk wajah Lea sudah berubah, namun tubuhnya belum.
Matt terus memegangi tangan Lea, berkali-kali Hades memutus pegangan tangan mereka, berkali-kali juga Matt menautkannya kembali.
Hades menoleh kepada Lea, "Groaar! Kalian yang datang kesini untuk menyerahkan diri, tapi kenapa aku tidak boleh menyentuhnya?" tanya Hades marah.
Rue dan Anthem menunggu dnegan hati berdebar-debar. Mereka tau pertengkaran akan segera terjadi.
"Memangnya datang kesini tidak boleh? Dan lagi kami datang untuk bertanya baik-baik dimana Alesya, bukan untuk menyerahkan diri! Pahami kembali kata-kataku!" omel Lea.
"Matt, lepaskan tanganmu! Biarkan Lea hilang kendali. Mundurlah perlahan ke belakang. Aku akan menarikmu." suara Rue bergaung di kepala Matt.
Matt paham, ia perlahan melepaskan tangannya dan berjalan mundur ke belakang tanpa diketahui oleh Hades.
Sret!
Rue menariknya dengan cepat.
"Kita akan tunggu disini sampai kemarahan Hades memuncak." bisik Rue.
Begitu tangan Matt terlepas, Lea berubah menjadi pixxie. Suaranya yang nyaring bergema dan mampu membuat stalaktit bergetar dan nyaris terjatuh.
"Ini tempatku! Tidak boleh sembarangan makhluk masuk ke dalam sini! Lantas, kamu berharap aku mempersilahkanmu masuk dan menyajikan teh dan kue untukmu, begitukah? Groaaarrr!" seru Hades tak kalah seru.
Wajah Lea sekarang sudah semerah tomat dan dari pucuk kepalanya keluar asap tipis, "Makanya jangan jadi makhluk yang jahat, Hades! Kenapa juga harus merusak acara kakakmu? Bodoh sekali perbuatanmu itu, Hades!" tukas Lea.
"Aku tidak peduli! Aku hanya ingin melihat penderitaan di wajah Anthem! Ini tidak ada urusannya denganmu!" seru Hades tidak mau kalah.
Hades melayang memutari Lea, begitu pula dengan Lea. Makhluk biru bertemu dengan makhluk hitam. Mata mereka saling memandang dengan sengit.
__ADS_1
"Tentu saja itu ada urusannya denganku dan keluargaku, Hades! Kamu tau, kamu telah meluluh lantakkan Kerajaan Awan, dan di dalam sana ada beberapa barang yang masih proses mencicil! Kamu menghancurkan itu semua! Itu kerugian besar untuk keluarga kami! Apa kamu berpikir sampai kesana! Apa kamu mau membayar tagihan cicilan kami, Hades!" teriak Lea. Bagaimanapun ia harus menang melawan Hades kali ini, begitu tekadnya.
"Lea itu kalau marah, semua aspek kehidupan akan dibawa dalam ocehannya. Maka dari itu kupertemukan dia dengan Hades. Putri tunggal dan putra bungsu. Kita lihat siapa yang menang, mau bertaruh?" tanya Anthem tersenyum.
Rue memandangnya kesal, "Tujuanmu kesini untuk bertatuh atau Alesya?" tanya Rue tajam.
"Alesya!" jawab Anthem mantap dan kembali fokus kepada tujuan semulanya.
Pertarungan adu mulut antara Hades dan Lea semakin seru, bahkan mereka yang menontonnya tertawa kecil.
"Kamu enak, Lea! Kamu anak tunggal, aku itu seorang adik dari kakak yang egois! Yang diagung-agungkan oleh semua makhluk dan malaikat disini! Aku dibandingkan dengan Anthem oleh mereka!" tukas Hades, yang sudah mulai mencurahkan isi hatinya.
"Kata siapa menjadi anak tunggal enak! Lebih enak punya kakak! Seharusnya kamu bersyukur punya kakak seperti Anthem! Paling tidak dia perhatian terhadapmu! Kalau aku, siapa yang memperhatikanku kalau ayah ibuku sedang sibuk? Aku hanya bermain dengan temanku dan Rue! Lalu kalau malam hari, tidak ada yang bermain denganku!" seru Lea.
Hades terdiam, wajah bayangannya di tekuk. Dengan lemas ia melayang menuju singgasananya.
"Sejujurnya aku merindukan dia. Kakakku itu. Hanya saja kami sering salah paham." ucap Hades.
Lea kembali ke wujudnya, dia memberanikan diri untuk mendekati Hades.
"Aku yakin sebenarnya kamu baik, Hades. Tidak ada makhluk yang diciptakan jahat. Semua baik." kata Lea.
"Ada apa dengan Brad?" tanya Lea lagi.
"Dia menjanjikan aku untuk mengambil jiwanya. Karena aku baik, aku tidak menghisap jiwanya dia kujadikan teman. Dia sudah menjual segalanya kepadaku." cerita Hades.
"Hades, ayo kita saling berjanji." ajak Lea. Jari telunjuknya sudah menyala merah.
Hades berubah wujudnya menjadi seperti manusia dengan sayap kecil di belakangnya.
Lea tercengang melihat perubahan Hades, "Inikah wujud aslimu, Hades?" tanya Lea.
Hades mengangguk perlahan, "Ya, jangan dilihat kelamaan, aku malu! Aku itu introvert, dan MBTIku adalah INTP. Berbeda sekali dengan Anthem." jawabnya lelah.
"Sekarang ayo kita buat perjanjian, kamu harus menepati janjimu. Dengar, kamu berjanji untuk hidup dengan benar kali ini. Berjanjilah, Hades." kata Lea.
Ia mengambil jari telunjuk Hades dan menyatukan dengan jari telunjuknya sendiri. Sinar merah memancar dari kedua jari tersebut.
"Lalu, bagaimana aku makan?" tanya Hades.
__ADS_1
"Katakan dulu dimana Alesya, karena Anthem dan yang lain ada disini. Hei, kalian! Keluarlah!" Lea memanggil para lelaki yang bersembunyi di balik batu besar.
Anthem, Rue serta Matt segera keluar dari tempat persembunyian mereka. Anthem berjalan dengan cepat dan memeluk Hades, menepuk-nepuk punggungnya.
"Aku akan mengantarkan kalian ke tempat Alesya." kata Hades.
Dia melayang, begitu pula dengan Lea dan temannya yang mengikuti Hades dari belakang.
Hades membawa mereka ke dinding geser gua tersebut dan menggesernya ke kiri 3 kali, dan tampaklah ruangan itu cukup besar, seperti di dalam rumah kecil.
Alesya tidak dalam kondisi terikat atau tersiksa, dia bahkan sudah berganti pakaian dengan rapi dan sedang menikmati camila sembari menonton dari sofa.
"Alesya," ucap Anthem.
Alesya berlari menghampiri Anthem dan memeluknya, "Oh, Anthem kamu menjemputku. Aku tau banyak tentangmu dari Hades. Aku baru tau kalian ternyata adik kakak." ucap Alesya tersenyum.
"Cerita tentangku? Apa saja itu?" tanya Anthem penasaran.
Hades menjawab pertanyaan Anthem, "Itu rahasia kami, bukan begitu, Sya? " tanya Hades dan Alesya mengangguk penuh arti.
Sesuai janjinya, Lea mengajak Hades ke tempat tawanan manusia-manusia jahat yang kejahatannya tidak dapat di maafkan.
"Mereka tinggal jiwa kosong, Lea. Tidak enak." kata Hades.
"Habiskan saja tanpa sisa." jawab Lea santai.
Hades mencoba satu jiwa manusia dan memakannya lahap sekali, "Luamayanlah." katanya.
Mereka kembali ke Kerajaan Awan, kali ini bersama Hades. Pesta pernikahan antara Anthem dan Alesya pun dimulai kembali. Hades diminta untuk melunasi cicilan barang yang di rusaknya kemarin. Dan tak hanya itu, Hades juga harus menghibur sekaligus meminta maaf kepada para duyung yang begitu melihat Hades, mereka segera masuk ke dalam air.
Setelah selesai berpesta, Anthem mengajak Hades ke tempat Penguasa untuk melakukan pertobatan dan meminta maaf untuk segala yang telah ia lakukan sebelumnya.
Penguasa menerima permintaan maaf Hades, hanya satu permintaan Penguasa, "Kamu harus menepati janji dan komitmenmu, ya Hades?" tanya Penguasa.
Hades mengangguk, "Baik, Yang Mulia." jawab Hades.
Penguasa tersenyum, "Pulanglah dan bawa damaimu besertamu."
...----------------...
__ADS_1