Mafia And The Princess Of Wands

Mafia And The Princess Of Wands
Hades And Castiel


__ADS_3

Matt POV


Pertarungan kami dan Hades berakhir sudah. Anthem dan Alesya sudah kembali ke bumi, begitu pula aku dan Lea. Namun, ada hal yang mengganjal. Hades menempel kepadaku.


"Kenapa kamu harus mengikutiku terus sih?" tanyaku kesal.


Hades terus mengendusku, "Kamu harum dan lezat, Matt. Tidak semua manusia punya sesuatu sepertimu. Dan lagi, ada satu hal yang terpendam disana. Kalau kamu tidak mengijinkanku untuk mengikutimu, maka aku akan katakan apa yang terpendam disana." anc Hades terkekeh.


Castiel muncul dan melebarkan matanya ke arah Hades, "Malaikat Kegelapan yang jahat, ini anak manusia yang aku lindungi. Jangan bangkitkan lagi apapun yang sudah terpendam di dalam!" seru Castiel.


"Oh, jadi kamu pelindungnya? Biasanya kamu selalu sibuk mengurusi yang lain, Castiel. Kenapa sekarang kamu mengurusi anak manusiamu?" tanya Hades sengit.


"Karena kamu ingin berbuat jahat kepada anak manusiaku!" seru Castiel tegas.


"Cih! Aku ha..."


"Sudahlah! Hentikanlah segala pertengkaran kalian! Tinggalkan aku! Hus! Hus! Hus!" aku berseru sekaligus mengusir mereka.


Malaikat yang merepotkan.


Setelah mereka pergi, aku merasa ringan. Dan kemudian aku menemui Lea.


"Halo, Lea." sapaku.


"Hai, Matt. Bagaimana kabarmu?" tanya Lea, tak lupa ia menyertakan senyum manisnya yang menawan.


Aku tersipu melihat senyumnya, "Aku? Aku baik. Hanya saja Hades mengekoriku kemanapun aku melangkah." jawabku.


"Hades yah? Dia lapar, dan dia mencari makanan. Kamu harus berhati-hati sekali kepadanya, kalau tidak kamu akan dijadikan indung semangnya. Segala pikiran dan jiwamu akan dikuasai oleh Hades." jawab Lea santai, seakan menjelaskan kalau matahari itu terbit di timur dan tenggelam di barat.


Aku bergidik ngeri, "A...apa yang terjadi kalau seperti itu?" tanyaku dengan suara bergetar. Jujur saja aku takut.


"Tidak akan terjadi apa-apa denganmu, hanya saja sisi gelapmu bangkit karena kehadiran Hades." jawab Lea lagi, masih dengan gaya santainya.


Aku berpikir, sepertinya aku sudah tidak mempunyai sisi gelap selama menempati tubuh Axel. Oh, tapi mengapa Hades berkata ada sesuatu yang terpendam? Apa itu kira-kira?


"Keinginanmu untuk melenyapkan nyawa seseorang, keinginanmu untuk menjajah suatu wilayah dan menguasainya. Begitu kan latar belakangmu dulu?" Lea berhasil membaca pikiranku dengan mulus.


Aku terpaku menatap Lea. Benarkah? Itukah sisi gelapku yang terpendam? Apakah nasibmu akan seperti Brad?


"Tidak akan jika kamu menuruti sisi baikmu, dan tetap menjadi terang. Akan tetapi, kalau kamu kalah, yah kamu akan seperti Brad." jawab Lea lagi.

__ADS_1


"Aku tidak akan seperti itu, kan?" tanyaku saat aku sudah kembali berbicara lagi.


Lea mengangkat bahunya, "Entahlah. Itu tergantung kepadamu. Kamu mau memilih dan mengikuti yang mana. Tapi aku percaya padamu, Matt. Kamu tidak akan kembali pada masa lalumu." kata Lea, mengecup lembut bibirku.


Ya, Lea benar. Aku tidak akan selemah itu untuk mengikuti Hades. Dia boleh saja menempel padaku, tapi dia tidak bisa mengambilku.


Oh, bagi kalian yang ingin mengetahui bagaimana nasib Brad. Dia tidak mati, dia hanya tubuh tanpa jiwa. Merana sekali nasibnya. Tatapan matanya kosong, tak ada aura kehidupan lagi di dalam dirinya. Dan aku tidak mau bernasib seperti itu.


***


Beberapa bulan kemudian,


Sulit sekali menghempas Hades dari diriku, dia benar-benar memikatku untuk melakukan hal yang menyenangkan. Beruntunglah Castiel selalu membantuku untuk melawan Hades.


Tok ..tok


Alesya membukakan pintu untukku, "Hai, Matt. Ada apa denganmu?" tanya Alesya bingung melihat perubahan pada diriku.


Ya, memang aku pun demikian. Ada bimbang, ragu, risau, gelisah, yang tidak tau apa yang menyebabkanku menjadi seperti itu.


"Maafkan aku karena mengganggumu, Alesya. Tapi, bolehkah aku meminjam Anthem?" tanyaku.


Alesya mempersilahkanku untuk masuk ke dalam, dan Anthem, begitu melihat raut wajahku segera paham apa yang sedang terjadi padaku.


Aku mengikuti Anthem, ia mengeluarkan sayapnya dan mengajakku terbang.


Ternyata dia mengajakku ke tempatnya.


"Hades! Castiel! Keluarlah!" Anthem berseru.


Plop! Plop!


Mereka berdua keluar. Kontras sekali warna mereka, Castiel putih dari ujung kepala sampai ujung kaki, sedangkan Hades hitam.


"Hades! Apakah tidak bisa kamu meninggalkan Matt, sesuai janjimu saat itu?" bentak Anthem.


Hades tertunduk, "Aku lapar, sementara kalian di bumi, aku kelaparan disini, jadi aku menempel pada Matt. Tapi ternyata Matt sangat lezat, aku menyukainya. Dia punya ambisi besar, rasa cinta yang luar biasa, dan rasa ingin selalu mencoba hal baru yang sangat kuat. Menggebu-gebu. Itu luar biasa, Anthem. Aku akan kenyang hanya bersamanya." jawab Hades.


Kata-kata Hades membuatku tercengang, dia menyukaiku karena aku memiliki perasaan seperti itu. Entah aku harus bangga atau sedih. Aku juga tidak paham.


Anthem berdecak kesal, "Castiel! Aku minta padamu, tempeli Matt 24 jam. Bahkan kamu harus mengikuti dia juga saat aktivitas toiletrynya. Karena Hades tidak akan melepaskan Matt semudah itu." ucap Anthem putus asa.

__ADS_1


"Bagaimana mengusir Hades dariku?" tanyaku.


"Hanya keinginanmu, Matt yang mampu mengusirnya. Selama keinginanmu masih sejalan dengan Hades, dia tidak akan pergi dari sisimu." jawab Anthem.


Aku semakin tidak paham. Apa yang kuinginkan? Aku tidak menginginkan apa pun selain menikahi Lea.


"Ya, kamu punya banyak keinginan, Matt." jawab Castiel


Aku mengerutkan keningku, "Apa contohnya?" tanyaku bingung.


"Bagaimana menguasai kota itu, betul?" tanya Castiel, "aku tidak akan meninggalkanmu sedetik pun jika kamu memenangkanku. Tapi, seperti kata Hades, kamu lezat artinya kuasa kegelapan menyukaimu, Matt." sambung Castiel lagi.


"Jika kamu ingin mengusir Hades, maka menangkan aku dan kuasai aku, bukan Hades!" ucap Castiel memperingatkanku dan tampaknya ia sangat kesal kepadaku.


Aku tidak sadar kalau selama ini aku mengikuti Hades dan kemauanku sendiri.


"Bantu aku, Castiel! Kalau aku salah jalan, kamu boleh menjitak kepalaku atau mencubitku atau apalah. Aku tidak mau bersama Hades, aku tidak mau Lea meninggalkanku, Castiel." ucapku memohon kepada Castiel.


Aku tidak siap kehilangan Lea lagi, bahkan tidak akan pernah siap. Percuma saja jika aku bisa mendapatkan kemakmuran atau kekayaan tapi aku kehilangan Lea. Aku tidak mau hidupku gelap lagi.


Anthem membaca pikiranku, "Kuatkan tekadmu, Matt. Niscaya kamu akan menang. Karena Hades dan Castiel juga akan terus berperang di belakangmu, pilihlah Castiel selalu, menangkanlah dia." kata Anthem.


Hades tertawa, "Dia tidak akan mengikuti Castiel. Dia akan memenangkanku!" sahutnya terkekeh penuh kemenangan.


Deg!


Aku tidak mau!


"Aku akan bertanya kepada Penguasa bagaimana menghentikan adikku tersayang itu!" tukas Anthem geram, melihat tingkah Hades yang mengendusku sambil terkadang membawa sendok dan garpu, seakan ia siap menyantapku.


Kami meninggalkan Anthem di kediaman Penguasa dan dia sudah meminta Lea untuk menemani Alesya, maka aku menyusulnya kesana.


"Oh, ayolah Hades! Berhentilah mengendusku!" tukasku.


Hades tidak mendengarkanku, dia tetap tertawa terkekeh.


Tak beberapa lama setelah aku sampai di tempat Alesya. Anthem juga datang, ia mengecup Alesya dan menarik tanganku kembali.


"Matt, dengarkan aku. Ini serius. Penguasa mengijinkan Hades turun bersamamu, karena Dia ingin mengujimu. Jika kamu ingin lulus dalam ujian ini, dengarkan Castiel atau kegelapan akan kembali menetap bersamamu." kata Anthem memperingatkanku.


Deg!

__ADS_1


Benarkah? Apa yang harus aku lakukan? Kenapa Penguasa ingin mengujiku?


...----------------...


__ADS_2