
Author POV
"Heh, bukankah sudah selesai?" tanya Anthem.
Matt berkacak pinggang menatapku. "Kenapa kau buka lagi? Aneh sekali, kami juga ingin istirahat," sanggah Matt.
Aku tersenyum salah tingkah sambil menggaruk-garuk rambutku yang memang selalu berantakan. Apalah arti cepolan ini? Jedayku hanya menjadi seperti penyangga tak berdaya di kepalaku. "Kita belum mengucapkan terima kasih, Matt. Tidak sopan sekali pergi tanpa berpamitan," ucapku.
"Harusnya kau berterima kasih kepadaku," tukas Lea dengan tiba-tiba.
"Ya, aku juga akan berterima kasih kepada kalian. Karena kalian telah bekerja dengan baik dan kita berhasil sejauh ini berkat kalian juga. Terima kasih banyak," sahutku.
Anthem muncul bersama Alesya. "Ah, aku juga ingin berterima kasih karena ada beberapa pembaca yang menginginkan kisahku diangkat menjadi satu bab sendiri. Wah, aku terharu sekali saat itu. Terima kasih," sahut Anthem.
"Iya, dan aku juga berterima kasih kepada penulis ini karena membuatku bertemu dengan Anthem. Terima kasih juga untuk yang sudah menyukai kisah cinta kami," ucap Alesya tersipu malu.
Aku menatap mereka satu per satu. Lea, Max yang akhirnya berubah menjadi Matt, Rue yang tadinya ingin kujadikan pemeran utama justru hanya menjadi pemeran tambahan, maafkan aku Rue.
Awal aku membuat cerita Lea memang hanya iseng dan sekedar untuk hiburanku saja. Tiba-tiba terlintas seru kali yah bikin tokoh mafia yang beda dari yang lain, dan taraaaa, jadilah Max ini.
Seperti biasa, cerita ini melebar dari kerangka yang sudah kubuat.
"Kamu memang selalu seperti itu! Professionallah sedikit!" tukas Matt.
"Aku tau, maka itu aku minta maaf, Matt," jawabku sedikit ketus.
__ADS_1
Kemudian, Anthem. Anthem itu terinspirasi dari Lee Dong Wook, malaikat maut yang tampan, dan agak sedikit bodoh tapi dia baik. Tadinya, Anthem hanya pemanis tetapi banyak yang suka kepadanya jadi aku buat POV khusus Anthem. Sekali lagi, Anthem yang tadinya ingin kubuat sebagai pemanis menjadi tokoh utama.
"Hahahaha, kau terlalu mencintaiku, thor," kata Anthem dengan wajah memerah.
"Hahaha, tidak juga," balasku.
Anthem dan Alesya menurutku itu kisah cinta yang manis dimana seorang malaikat maut yang tiba-tiba jatuh cinta kepada manusia. Aku menyukai mereka.
"Hei, aku tokoh utama! Bahaslah tentang aku!" seru Lea.
"Ohoho, baiklah," ucapku.
Oke, Lea. Lea itu peri tapi tidak seperti Tinkerbell karena ia menyerupai manusia begitu pula dengan Raja Wren dan Ratu Edwina serta Rue. Vivi dan Rose juga seperti Lea.
Lea peri yang manja dan tidak peduli tentang cinta pada awalnya. Ia hanya fokus untuk menjadi manusia dan bekerja untuk mendapatkan uang. Keinginannya aku kabulkan, tapi dia tetap sebagai seorang peri.
Sifat manjanya lama-lama menghilang begitu ia bertemu dengan Max dan berpetualang bersamanya. Lea sosok peri yang bucin, ketika dia jatuh cinta maka tidak mudah baginya untuk menyerah begitu saja pada cintanya.
Sedangkan Max, karena dia seorang mafia aku membuat sifatnya senang memainkan hati wanita.
"Aku tampan juga, kan?" sahut Matt, mengerlingkan sebelah matanya kepadaku.
Aku menepis kedipan matanya. "Ya, kau tampan, Matt. Tapi ingat istrimu sekarang menatapku dengan galak!" sahutku mengingatkan.
Max tampan dan berkharisma. Kelemahannya ada pada wanita, perjodohannya dengan Eleanor, anggap saja saat itu aku sedang tersesat, hahahaha.
__ADS_1
Max awalnya hanya ingin bermain-main dengan Lea tapi ternyata ia malah jatuh cinta kepadanya karena sifat Lea yang polos dan selalu mengkritik setiap kebijakan Max yang tidak ia sukai.
"Jadi, apakah kita benar-benar selesai?" tanya Lea.
"Aku akan menjelaskannya. Sambil berharap semoga cerita selanjutnya lebih banyak yang menyukai kalian," jawabku.
Aku membuat cerita sambungan dari Lea dan kawan-kawannya hanya saja mereka bukan pemeran utama.
Sudah aku tuliskan juga di beberapa bab akhir. Hanya saja, kisahnya masih nyangkut di editor jadi belum bisa aku publish.
Sirene, apa kalian ingat duyung yang bernama Sirene? Aku akan mengangkat kisah duyung di Kerajaan Awan ke depannya.
Aku mendapatkan inspirasi untuk membuat para duyung dan ramalannya dari cerita Little Mermaid, begitu juga dengan tokoh Raja Wren yang memang aku buat semirip mungkin dengan King Triton.
Begitulah kira-kira kisah Lea dan Max ini. Sekali lagi terimakasih untuk yang sudah membaca, untuk yang subscribe, dan memberikan gift/vote.
Jangan kasih bintang 1 please kalau semisal kurang suka sama endingnya, nanti levelku turun. Mau curhat, bulan lalu aku namatin satu karyaku, dan ada pembaca yang mungkin kurang sreg sama ending yang aku buat dan pembaca itu kasih aku bintang satu.
And? Guess what? Levelku turun karena ratingku anjlok parah.
Jangan yah, hargai kami para author yang sudah menghalu dan berimajinasi tinggi sampai terkadang suka bengong sendiri, hahaha. Kalau mau krisan, silahkan di kolom komentar.
Sekali lagi terima kasih untuk yang sudah mengikuti kisah Lea dan Max. See you in another story.
...----------------...
__ADS_1