
Anthem POV
Aku tau ini kesalahanku maka dari itu aku akan bertanggung jawab dan membuat segalanya menjadi benar kembali. Maka dari itu, malam ini aku pergi ke tempat Penguasa dan ingin membicarakan tentang Matt bersamaNya.
"Anthem, aku sudah menunggumu," sambut Penguasa.
"Ya, aku memiliki pertanyaan tentang Matt dan,-"
"Duduklah dahulu, aku akan memanggil Wren. Tunggu sebentar dan tolong jaga segala yang ada disini tetap berputar dan berjalan semestinya selagi aku memanggil Wren," pinta Penguasa memotong pembicaraanku.
Aku memanggilNya tapi Penguasa tidak bergeming seolah tidak mendengar panggilanku. Aku memperhatikan sebuah layar yang selalu di jaga oleh Penguasa. Layar ini seperti CCTV namun memiliki ratusan bahkan ribuan sorotan. Mataku pusing begitu melihatnya karena aku berniat mencari Matt di layar tersebut.
Tak beberapa lama, Raja Wren serta Penguasa masuk ke dalam ruangan tempatku berada sambil bersenda gurau. Ada yang aneh sepertinya.
"Hai Anthem. Bagaimana kabarmu dan Alesya di bawah sana? Apakah menyenangkan?" tanya Raja Wren.
"Baik, tentu saja. Dan, yah menyenangkan jika saja anakmu bisa hidup tenang dan tidak mengeluarkan mutiara setiap waktu," jawabku.
Raja Wren tercengang. "Apakah Lea sesedih itu?" tanya Raja Wren.
Aku mengibaskan tongkatku dan memutarkan kejadian Lea menangis seorang diri semenjak kepergian Matt. Raja Wren tidak berkomentar selama aku memperlihatkan bagaimana Lea kepadanya.
"Sebenarnya, aku mengirim Hades atas permintaan Wren. Jelaskanlah kepada Anthem, apa maksudmu itu, Wren," sahut Penguasa setelah aku memperlihatkan Lea kepada mereka.
"Jadi, aku meminta tolong kepada Penguasa untuk mencobai Matt. Sampai sejauh mana ia bertahan. Dan ternyata aku tidak menyangka bahwa Matt punya mimpi yang liar dan bebas," jawab Raja Wren.
"Untuk apa kamu mencobai Matt, Wren? Apa kamu tidaj tau sifat asli Matt? Dia luar biasa dahsyat dengan segala pemikiran dan ide-idenya yang luar biasa," tanyaku kepada Raja Wren.
__ADS_1
Karena jujur saja, Matt atau lebih tepatnya Max, bukanlah seorang manusia yang akan mudah tunduk terhadap hukum atau aturan. Dia akan mendobrak semua itu hanya untuk mewujudkan mimpinya.
"Yang aku tau, saat ini Matt sedang mengincar kota yang sedang kami tinggali. Kota tempatny saat itu sudah hancur karena Nelson dan saat ini ia ingin membangun kembali kekuasaannya. Posisi Matt saat ini cukup kuat, dengan mudahz bisa saja dia menjadi walikota atau bahkan gubernur. Dengan kedudukannya itu dia dapat memanipulasi permainan kotornya," sahutku mengemukakan pendapat.
Raja Wren dan Penguasa mengangguk-anggukan kepala mereka.
"Aku berniat mengangkatnya menjadi seorang raja untuk memggantikanku," jawab Raja Wren singkat.
"Eh? Apa? Bagaimana?" aku terkejut mendengar jawaban Raja Wren.
Matt? Untuk seorang raja? Apa tidak terlalu terburu-buru?
"Aku tau apa yang kamu pikirkan, Anthem. Tapi percayalah aku sudah memikirkannya matang-matang," jawab Raja Wren lagi.
"Maksudku, kenapa menjadi Raja? Apakah kamu tidak takut dia akan... Akan,-"
"Dia tidak akan seperti itu. Tapi untuk saat ini aku ragu. Yang kuragukan adalah, apakah dia tau jalan untuk kembali lagi kesini?" ungkap Penguasa.
"Dia akan kembali. Lea akan membawanya kembali," kata Penguasa.
"Dengan apa? Kami saja tidak tau dimana Matt berada. Dan sekarang aku akan bertanya tentang satu hal, bagaimana kalau Lea lelah dan melepaskan Matt?" tanyaku.
Aku yakin hal ini tidak terpikirkan oleh mereka! Dan benar saja, mereka tertawa. "Kami tidak memikirkan sampai kesana. Hahaha. Tapi, apakah Lea lelah? Apakah dia akan melepaskan Matt begitu saja?" tanya Raja Wren.
Aku mengangkat kedua bahuku. "Aku tidak tau. Aku hanya memikirkan kemungkinan terburuk yang akan terjadi," jawabku.
"Kalau Lea melepasnya, maka kami juga akan melepaskan Matt. Dan dia bukan bagian dari keluarga kami lagi," ucap Raja Wren.
__ADS_1
"Kamu tidak bisa melepas tanggung jawab begitu saja, Wren!" tukasku.
"Ini ulahmu, kan? Sudah tau Hades salah satu Penguasa Alam Kegelapan tertinggi di seluruh semesta. Wajar saja Matt tertarik dengannya. Dan kalian juga yang mengalihkan Castiel, kan? Jahat sekali kalian itu!" sambungku lagi.
"Kami tidak bermaksud jahat. Aku berniat menjadikan Matt manusia kedua yang abadi sama seperti kisahku dan Edwina. Ketika manusia itu abadi, mereka akan melakukan apa pun seolah-olah mereka adalah Penguasa. Aku mengujinya terlebih dahulu untuk melihat seberapa kuat ia bertahan di tengah godaan yang diberikan, aku ingin melihat seberapa tangguh ia menghadapi cobaan yang ada di depan matanya, dan aku ingin melihat sanggupkah ia mempertahankan apa yang telah ia putuskan untuk menjadi prioritasnya. Tidak ada niatku untuk menjauhkan Matt dari Lea, aku hanya ingin melihat dia. Itu saja, Anthem. Kumohon, jangan salah menilaiku," jawab Raja Wren bijak.
Aku terkesima mendengar penjelasan Raja Wren. Bagaimana bisa ia memutuskan menjadikan Matt seorang manusia abadi?
"Apa alasanmu menjadikan Matt abadi, Wren?" tanyaku.
"Aku tidak mau melihat Lea sedih ketika sudah waktunya Matt pergi nanti. Dan lagi rasa sayangku terhadap Matt sama seperti rasa sayangku kepada Lea. Matt sudah kuanggap sebagai putraku sendiri semenjak Lea menyelamatkan hidupnya. Disitulah aku mengerti kalau aku harus mencintai seorang pria yang dicintai oleh putriku. Ya, Anthem, pada akhirnya aku belajar mencintai," jawab Raja Wren lagi.
Aku menepuk pundak sahabatku itu. Aku tidak pernah tau kalau rasa sayangnya terhadap Matt begitu besar.
"Dimana Matt saat ini?" tanyaku.
Penguasa menggerakan sebuah remote untuk memperjelas dimana posisi Matt saat ini. Oh, tidak perlu GPS karena Penguasa hanya menuliskan nama Matthew Johnson dan keluarlah si Matt itu di layar.
Matt sedang berada di sebuah club malam. Si Brengsek satu itu sedang asik menghabiskan malam bersama tiga orang wanita yang nyaris tak berpakaian disana. Tanpa terasa, emosiku memuncak dengan cepat.
"Sabar Anthem. Dia akan kembali dengan sendirinya. Kita lihat sampai sejauh mana dia akan bertindak. Kita terpaksa harus menarik Hades dan mengembalikan Matt jika ia sudah melakukan hal di luar batas kewajaran," ucap Raja Wren.
Swooosh!
Sesosok makhluk kecil bersayap tiba-tiba melintas di depan kami. Sosok makhluk berwarna biru yang saat ini sedang menatap tajam ke arah kami dengan manik biru metaliknya,
"Jadi? Dimanakah Matt bodoh itu sekarang?" tanya makhluk biru itu.
__ADS_1
"Lea!"
***