Mahligai Perselingkuhan

Mahligai Perselingkuhan
-Istri-


__ADS_3

Wulan terus menatap wanita anggun yang berdiri di hadapannya. Dari nada bicaranya ia terdengar sangat ramah, dari senyuman nya ia terlihat seperti seorang bidadari.


“Kamu siapa?” tanya wanita itu kepada Wulan.


“Saya Wulan,” jawab Wulan.


“Mbak, bukankah tadi mbak ingin ke toilet. Saya akan mengantar mbak,” ucap Nindi sambil menarik lengan Wulan agar pergi dari situ.


“Nindi,” tegur si wanita sambil sedikit menggeleng.


“Wulan, ayo ikut saya. Di ruangan pak Brian ada toilet, kamu bisa menggunakan nya,” ujar Wanita cantik itu.


Wanita itu mempersilahkan Wulan ikut dengan nya. Dengan diam Wulan mengikutinya dari belakang. Hingga ke dalam ruangan Brian.


“Toilete nya disana,” ucap nya seraya tersenyum lembut.


Wulan terpaksa masuk ke arah pintu yang di tunjuk. Saat itu ia sedang tidak ingin ke toilete, tapi apa boleh buat, hanya itu lah alasan nya untuk lebih dekat dengan orang orang di sekitar Brian.


“Siapa perempuan itu? Dia dengan leluasa berada dalam ruangan Brian. Tentu dia adalah orang terdekat Brian. Salah satu kekasih baru Brian? Setelah Raya pergi tentu pria brengsek itu akan mencari seorang pengganti,” batin Wulan.


Setelah beberapa saat Wulan keluar dari toilete. Wanita itu masih berdiri di tempatnya semula sambil tersenyum menatap Wulan.


“Kamu pasti ingin bertemu Brian kan?” tanya wanita itu.


Wulan hanya menjawabnya dengan sebuah anggukan.


“Karena sudah berada di sini gimana jika menunggu di sini bersama saya. Sekalian temani saya minum teh,” ajaknya sembari berjalan menuju sofa diruangan itu.


Wulan pun setuju dengan tawaran wanita itu. Dengan segelas teh yang disuguhkan Wulan akhirnya ikut duduk bersamanya.


“Kamu pasti kekasih Brian,” tebak wanita itu.


“Saya?” ucap Wulan.


“Oh ya perkenalkan nama saya Soraya,” potong nya.


“Saya Wulan,” jawab Wulan singkat.


“Brian memang banyak dikagumi wanita, tak sedikit wanita yang ingin dekat dengan nya bahkan hanya sebagai wanita di atas ranjangnya,” ujar Soraya penuh percaya diri seraya meneguk teh chamomile dalam gelasnya.


“Apa maksudnya? Dia pikir aku ini wanita one night stand nya si brengsek?”


“Sudah berapa lama kenal Brian?” tanya Soraya lagi.


“Saya tau Brian sudah lama, tapi baru bertemu dengannya kira kira tiga atau empat bulan terakhir,” jawab Wulan.

__ADS_1


“Jarang ada yang bisa dekat dengan nya selama itu,” tanggap Soraya.


“Kami tidak terbilang dekat, hubungan kami tidak lebih seperti majikan dan pelayan,” ujar Wulan jujur.


Mata Soraya menatap Wulan lebih lekat. “Bukankah memang selalu seperti itu permainan 5ex nya tuan Brian? Dia suka berfantasi sebagai apa pun dengan setiap teman kencannya. Haha jadi kamu yang berperan sebagai pelayan, yang di luar itu sebagai sekertaris,” ucap Soraya meremehkan.


“Kalau begitu mbak Soraya sebagai apa?” tanya Wulan menantang.


Ia mulai jengah dengan sikap wanita dihadapannya. Wanita yang tadinya lembut ramah dan supel ternyata begitu meremehkan dirinya. Tak ada beda dengan Raya dan wanita sekertaris di luar ruangan itu.


“Aku? Brian harus membayar diriku dengan seluruh kehidupannya, menyukai ku bukanlah hal mudah. Setelah semua yang dia lakukan terhadap ku, maka aku menjadi wanitanya kini. Dan dia sendiri lah yang harus merangkak naik ke atas ranjangku sambil memohon,” ucap Soraya. Nada nya terdengar marah, tatapannya penuh kebencian.


“Mbak terdengar begitu membenci nya,” ucap Wulan sedikit melemah, dibalik kesombongan wanita dihadapan nya terdapat tatapan luka yang disimpannya bersama Brian.


Wulan teringat akan dirinya sendiri. “Mungkin rasa benci ku kepada pria itu belum seberapa jika dibandingkan rasa bencinya terhadap Brian,” batin Wulan.


“Aku tidak membencinya, sekarang aku sangat ingin mendapatkannya kembali,” ucap Soraya dengan nada lembut dan senyum terkembang seperti sedia kala.


“Hah?” gumam Wulan yang semakin bingung dibuatnya.


“Mbak sudah berapa lama kenal pak Brian,” lanjut Wulan agar ruangan tak terlalu kaku.


“Sejak kuliah, Brian adalah kakak tingkat di fakultas yang sama. Brian sangat populer di kalangan para wanita, saat itu dia memacari teman dikelas ku. Lama kelamaan kami jadi makin dekat,” jelas Soraya.


Wulan mangguk mangguk mendengar penjelasan Soraya. Soraya dengan tenang serta senyuman khasnya berbicara penuh kharisma.


“Mas Arkan?” tanya Wulan.


“Oh ternyata kamu kenal dekat dengannya. Aku dan Arkan seangkatan diuniversitas, tapi entah kenapa di tahun kedua dia pindah jurusan,” ujar Soraya.


“Aku dan mas Arkan sudah seperti keluarga,” ucap Wulan yang kini mulai lebih santai berbincang dengan Soraya.


“Arkan,” ucapan Soraya terhenti. Matanya seketika tertuju ke arah pintu yang baru saja terbuka.


“Yan,” panggil Soraya sembari berdiri dari kursinya.


Soraya berencana mendekati Brian, namun pria itu sedang tidak terlihat baik baik saja kali itu.


Tatapan Brian hanya tertuju pada Wulan, wanita yang tidak disangka nya akan berada dalam ruangannya.


Brian berjalan cepat menghampiri Wulan, menarik lengannya kemudian membawanya keluar dari ruangan nya dengan kasar.


“Apa yang kamu lakukan di sini?” ucap Brian kasar setelah keluar dari ruangannya. Brian terus menarik Wulan hingga berada dalam jarak terjauh dari depan pintu ruangannya.


“Lepaskan,” Wulan berusaha menarik pergelangan tangannya dari cengkraman Brian.

__ADS_1


Namun Brian makin mengeratkan tangannya, bahkan tangan kirinya mulai meremas rahang Wulan hingga kepala Wulan terdongak ke atas.


“Atas ijin siapa kamu datang ke kantorku dan berbicara dengan wanita yang ada didalam sana?” ucap Brian pelan seperti hampir berbisik di telinga Wulan.


“Aku kesini disuruh ka kek, aku mengantar kan ma kanan.” ucap Wulan tersendat sendat. Tangan Wulan terus berusaha menarik jemari Brian dari pipinya.


“Kamu tau?! Aku tidak butuh makanan darimu, bahkan untuk melihat dirimu aku tidak sudi,” ucap Brian kasar.


“Yan,” panggil Soraya yang sudah berdiri tak jauh dari Wulan dan Brian.


Brian pun langsung melepaskan tangannya dari tubuh Wulan.


“Ada apa?” tanya Soraya seraya melangkah lebih dekat lagi. “Sudah, biarkan saja dia,” bujuk Soraya sambil menarik jemari Brian agar mendekat ke badannya.


Wajah Brian langsung berubah, sedikit senyuman terlihat disana.


“Kamu kalau bosan di ruangan ku minta Nindi yang temani, ngapain ajak ngobrol wanita kampung ini?” ujar Brian.


Soraya menatap Wulan dengan senyum ringan. “Wulan orang nya lumayan enak di ajak ngobrol, dia lebih apa adanya dibandingkan sekertaris mu yang terlalu banyak gaya dan trik itu. Pasti dia yang melapor ke kamu aku sedang bersama Wulan, iya kan?” ucap Soraya manjah, ia terlihat ingin membela Wulan.


“Kamu membelanya seperti sudah mengenalnya lama, dirumah aku berusaha menghindar darinya eh malah kamu ajak dia masuk ke ruanganku,” ujar Brian sambil menggamit mesra hidung Soraya.


“Dirumah?” gumam Soraya. Ia teringat ucapan Wulan yang mengatakan hubungan mereka lebih seperti majikan dan pembantu. “Dia pembantu dirumah mu?” tanya Soraya lagi.


“Kan kamu yang minta aku nggak boleh ketemu istriku dan Raya. Sekarang malah di ajak ngobrol,” ujar Brian.


“Sudah kamu pulang sana, jangan pernah muncul dihadapan ku, apalagi menginjakkan kaki di ruanganku,” usir Brian.


Soraya masih terkesima, “istri? Tapi dia nggak bilang kalau dia istrimu.”


“Emang kapan aku menganggapnya istri, bagiku dia tidak lebih dari seorang pembantu,” ucap Brian sambil berjalan kembali ke ruangannya.


Wulan berbalik badan, dengan langkah tertunduk dia menuju lift yang tinggal beberapa langkah lagi. Percakapan kedua orang itu yang terus merendahkannya semakin lama semakin menjauh.


“Istri! Mungkin bagi para wanita itu, aku adalah wanita yang paling beruntung bisa mendapatkan status istri dari pria pujaan mereka. Namun bagi ku status istri yang aku sandang sekarang tidak lebih, hanyalah sebuah kutukan. Dan sekarang aku sedang berusaha mencari sesuatu yang bisa membuat ku keluar dari jerat rumah tangga ini.”


.


.


.


TBC…


#karena bacanya udah gratis, jadi jangan lupa pencet tombol like. Biar penulis tanpa pamrih ini bisa lebih bersemangat 😊

__ADS_1


Btw di persilahkan jika ada yang mau vote, hadiah poin dan juga koin dengan perasaan senang aku ucapkan terima kasih 😚


__ADS_2