
Di lobby sebuah resort mewah di bilangan Legian Bali. Arkan baru saja menjamu beberapa investor asing dari luar negri. Sudah hampir seminggu ia di Bali, namun jadwal bertemu dan tanda tangan kontrak bersama investor itu selalu saja tertunda.
Begitu juga kali ini, para investor Brazil itu merevisi beberapa pasal dalam kontrak yang sebelum nya sudah di revisi berulang ulang.
Sepeninggal dua orang investor tersebut, Arkan membanting berkas yang sudah disiapkan nya di atas meja.
“Shii***ttt,” gerutu Arkan kesal.
“Pak, saya akan merevisi kembali seperti permintaan mereka,” ucap Daniel asisitennya.
Oh ya, Daniel adalah asisiten yang baru saja di pekerja kan Arkan. Baru dua hari. Sang ayah Richard sengaja mengutus Daniel untuk membantu Arkan dalam setiap tugas dan pekerjaan nya.
“Jangan jangan, saya bisa melakukannya,” tolak Arkan.
“Tapi pak,”
“Saya punya rencana dengan kontrak yang di inginkan para investor itu,” ucap Arkan yang kini begitu kesal di buat mereka.
“Mereka ingin main main, baiklah! Jika kontraknya berhasil maka Brian sendiri yang harus turun tangan,” batin Arkan.
Daniel patuh dengan perintah Arkan. Hari itu mereka gagal teken kontrak dengan perusahan Belize dari Brazil itu namun besok jangan katakan Arkan jika Arkan sendiri yang akan membatalkan kontrak dengan mereka.
Keesokan siang, Arkan kembali mengadakan pertemuan di lobby resort Padna, resort yang lumayan ternama di bilangan Legian.
Arkan sudah menyiapkan berkas di atas meja. Ia sudah mengubah beberapa point dalam kontrak tersebut kembali seperti semula sebelum di rubah sama sekali.
Begitu membaca kesesuaian kontrak yang sengaja tak dirubah oleh Arkan dan malah di kembalikan sesuai pasal sebelumnya, wakil dari perusahan Belize menjadi marah. Mereka langsung meninggalkan lobby hotel tersebut kemudian menghubungi Brian.
Sementara Arkan, ia langsung teken kontrak dengan perusahan Amor Italia yang menang tender kedua setelah Belize. Teken sesuai kontrak tanpa merubah hal apa pun di dalam kontrak tersebut.
Drtttt
Drrrtttt
Drrrtttt
Di sela sela jamuan makan siang bersama perusahan Amor, Brian sibuk menghubungi Arkan.
Drrrtttt
Drrrttttt
__ADS_1
Drrrrttttt
Setelah di telpon berulang ulang oleh Brian, Arkan akhirnya mengangkat panggilan telpon dari sepupunya itu.
“Arkan, apa yang kamu lakukan? Pak Alvino baru saja menghubungi ku. Ada apa dengan kontrak nya?” tanya Brian.
“Perusahan itu terlalu jual mahal mas. Permintaan mereka terlalu tinggi,” jawab Arkan santai.
“Sekarang kamu hubungi kembali pak Alvino, rubah kontraknya dan tanda tangan kontraknya hari ini juga,” perintah Brian.
“Nggak bisa mas, aku sudah tanda tangan kontrak dengan perusahan Amor pemenang kedua saat tender kemaren,” ucap Arkan.
“Apa! Kamu ——,” berbagai macam umpatan dan makian keluar dari mulut Brian.
Arkan menjauhkan ponsel dari telinganya, ia tak ingin mendengar umpatan dari mulut kasar Brian.
Setelah agak reda Arkan kembali mendekatkan ponsel ke telinganya.
“Maaf mas, kontrak dengan perusahan Armor adalah sah, nggak bisa di cancel kecuali mereka melanggar salah satu perjanjian yang tertera dalam kontrak.”
“Kamu! Beeeeeepp,” panggilan telpon sudah terputus.
“Tadinya aku masih ingin bersabar dalam permainan kamu mas. Tapi aku tak cukup bodoh menerima di permainkan seperti ini.”
“Daniel, info yang aku minta kemaren sudah kamu siapkan?” tanya Arkan pada pria yang duduk di sebelahnya.
“Sudah tuan, rumah itu sekarang kosong. Tidak ada aktivitas keluar masuk dari mobil silver yang tuan maksud kecuali sebuah mobil Yaris warna hitam. Tiap tiga hari sekali pria itu masuk ke rumah tersebut. Sekitar 10 menit ia akan kembali keluar.” Pos penjagaan tidak ada aktivitas sama sekali,” ujar Arkan.
“Oh ya, mobil yaris hitam atas nama Farel Yudistira,” lanjut Daniel.
“Farel adalah asisten pribadi mas Brian,” ucap Arkan.
“Saya tau pak,” jawab Daniel.
Arkan menatap sarkas pria yang sangat detail mengerjakan setiap pekerjaan nya. Pria rekomendasi ayahnya ini benar benar luar biasa. Dia bisa melakukan apa pun dan pekerjaan apa pun dengan cepat.
“Hmm kalau kamu tau segalanya, cepat dapatkan info pencarian kakek Hendy sekarang. Tahap pencariannya sudah sampai mana?” uji Arkan.
“Baik tuan,” jawab Daniel mantap.
Arkan kembali fokus pada ponselnya. Ia menekan tombol hijau pada ponselnya. Nomor ponsel Wulan yang sudah berhari hari di hubungi nya tidak pernah terhubung. Dalam benak Arkan saat ini Wulan dan Brian tengah liburan di luar negri. Walaupun tau mereka sedang bulan madu, Arkan terus mencoba menghubungi Wulan. Ua begitu merindukan wanita itu.
__ADS_1
“Seharus nya aku turut bahagia jika Wulan bahagia. Tapi perasaan ku agak nggak rela, aku nggak ingi dia bersama Brian. Aku begitu mengharapkan dirinya bersama ku. Aku menginginkanya lebih dari apa pun.”
“Pak, urusan kita di sini sudah selesai. Rencana bapak selanjutnya apa?” tanya Daniel mengalihkan perhatian Arkan.
“Kita? Kita berlibur disini beberapa hari lagi. Jakarta begitu membosankan,” jawab Arkan.
Beberapa saat kemudian sebuah panggilan telpon dari Renata masuk ke ponsel Arkan.
Drrrttttt
Dalam sekali getar Arkan langsung menjawab panggilan tersebut.
“Mas Arkan, Wulan belum kembali ya mas?” tanya Renata.
“Belum Ren, aku juga baru dapet kabar rumah nya kosong. Nggak ada orang, dia pasti masih sama suaminya di Egypt,” ujar Arkan.
“Kok Wulan tega si sekarang ama kami sahabatnya. Udah dia masuk rumah sakit nggak kabarin, sekarang pergi nggak bilang bilang. Biasanya dia nggak gitu,” ucap Renata.
“Mereka pergi buru buru Ren, justru di sana Wulan bisa istirahat. Jika di Jakarta dia pasti nggak bisa istirahat. Paling bentar lagi mereka pulang,” ujar Arkan.
“Nanti saat mereka kembali langsung kabari Rena ya mas,” ucap Renata.
“Siap Ren. Btw kamu masih Jakarta kan?” tanya Arkan.
“Rena di padang sekarang mas, pulang dulu jenguk nenek Rena sakit. Rabu depan Rena balik Jakarta,”
“Ohh ya sudah, Kirain kamu masih Jakarta. Kasian kamu sendirian gada temen,” ucap Arkan.
“Ya sudah mas, kabarin ya begitu Wulan tiba.”
“Baik Ren.”
“Ok mas Arkan, Bye.”
“Bye Ren.”
“Sama Renata sahabatnya aja nggak dia kabarin nah gimana aku? Jangan berharap lebih. Aku bukan siapa siapa baginya.” batin Arkan.
.
.
__ADS_1
.
TBC…