Mahligai Perselingkuhan

Mahligai Perselingkuhan
-Rencana Untuk Arkan-


__ADS_3

Setiba di rumah, Wulan langsung berjalan masuk ke dalam rumah. Ia langsung di sambut oleh bi Narsih.


“Nyonyah dari mana saja, kenapa pulang dengan piyama seperti ini?”tanya bi Narsih.


“Bibi nggak tau kalau kalau aku baru dari rumah sakit. Sudahlah sebaiknya bibi nggak usah tau, dia pasti khawatir.”


“Aku dari rumah temen bi.” ujar Wulan.


“Tuan mencari nyonya kemaren, bibi nggak tau harus jawab apa. Bibi lebih sering di dapur, wajah tuan seharian cemas,” ujar bi Narsih.


“Pasti tuan lagi ada masalah dengan pekerjaan nya.”


“Ditambah masalah kakek, dia pasti semakin tertekan. Sebaiknya aku lebih patuh dan nurut padanya. Saat ini aku hanya bisa mengandalkannya,” batin Wulan.


“Oh ya, nyonya sudah makan? Bibi masak semur daging dan sayur Asem.”


“Aku ingin ke kamar mandi dan ganti baju dulu,” ucap Wulan kemudian meninggalkan bi Narsih. Wulan menapaki setiap anak tangga dengan gelisah.


“Mungkin ada baiknya jika aku masih di rawat inap di rumah sakit, baru berjalan sedikit langsung terasa lemes. Aku nggak boleh sakit, nggak boleh merepotkan orang lain.”


Setelah mandi dan berganti pakaian Wulan langsung berbaring di atas ranjang nya, sebutir multivitamin langsung di telan nya bersama segelas air dari atas nakas.


Karena merasa lelah, wulan memutuskan untuk tidur sejenak siang itu.


-- —ooOoo— —


“Mas,” panggil Jenny.


Mata Richard mencari satu persatu kerumunan para penjemput. Ia mencari sosok Jenny yang baru saja memanggilnya. Mata nya terus saja mencari.


“Ah,” ia hampir saja menabrak tubuh wanita dihadapnnya yang ternyata adalah Jenny mantan istrinya.


“Mas? Apa sulit mengenaliku sekarang?” ucap Wanita yang kini wajahnya terlihat kesal.


“Aku mencari seorang wanita tua di deretan penjemput. Siapa sangka ternyata orang nya sudah berdiri di hadapanku. Seorang wanita yang masih terlihat muda hingga aku hampir tidak mengenalinya,” ucap Richard seraya mengeluarkan setangkai bunga untuk Jenny.


“Makasih,” ucap Jenny kemudian meraih bunga tersebut. Setangkai bunga tulip berwarna kuning, warna kesukaan Jenny.


“Loh biasanya protes,” ucap Richard kemudian mengikuti Jenny dari belakang.


“Protes apa mas?” tanya Jenny


“Bunga nya hanya satu tangkai,” jawab Richard mengingat sifat mantan istrinya yang suka ngambek itu.


“Sebenarnya aku mau protes, tapi yah sudah lah. Aku ga punya hak lagi untuk protes.”

__ADS_1


“Ayo mas,” ajak Jenny.


Jenny dan Richard, walaupun mereka sudah bercerai sekitar 10 tahun yang lalu namun hubungan mereka masih sangat baik. Dua tahun setelah mereka bercerai mereka baru sadar jika perpisahan mereka sengaja di manipulasi oleh Johan. Bukti bukti perselingkuhan Richard semua nya adalah murni jebakan.


Mengingat sifat Johan yang agak sedikit serakah, tentu ia tak rela melihat ayah mereka membagi perusahan dengan Richard pria yang begitu di kagumi ayahnya.


Jenny dan Richard pasrah. Jika mereka tidak pisah, mungkin Johan akan semakin nekad ingin menjatuh kan Richard.


Richard akhirnya meninggalkan Jakarta. Ia kembali ke kampung halamannya kemudian membuka usaha jual beli mobil impor. Richard merintis kariernya mulai dari nol hingga berkembang menjadi besar. Bahkan saat ini Richard berhasil menjadi satu satunya vendor berbagai merk barang barang mewah dari luar negri termasuk mobil mobil bermerek terkemuka yang sangat mahal harga nya.


Pengusaha ternama Richard Lee menjadi salah satu pria terkaya di kota terbesar kedua di Indonesia itu.


Setiba di sebuah rumah makan Prancis. Jenny dan Richard menuju sebuah meja paling ujung. Meja yang jarang di lalui oleh para pengunjung rumah makan tersebut.


“Kamu kalau mau bicara serius kenapa nggak langsung ke hotel? Atau aku bisa membawa kamu ke stardust caffe milik sepupu ku,” ucap Richard.


“Rumah makan ini milikku, tapi di kelola oleh Aya,” ucap Jenny.


“Wow, kamu bisa sukses dalam bisnis kuliner sudah menjadi sebuah gebrakan baru,” puji Richard.


Jenny memicing mendengar ucapan pria tersebut. “Aku bukan lagi wanita manjah seperti dulu mas, aku wara wiri berburu barang branded sebenarnya hanya kedok. Kamu tau sendiri kakak ku, dia hanya akan membuntuti ku terus jika dia mencurigai sesuatu,” ucap Jenny.


“Haha, ternyata kakakmu kamu masih belum berubah. Seharus nya dia senang, hidupnya maksud, perusahan nya berkembang pesat di tangan Brian. Perusahan kalian sudah menjadi salah satu perusahan raksasa di Asia tenggara. Palagi yang dia takuti?”


“Good girl,” Richard mengelus punggung Jenny.


“Aku bukan gadis kecil seperti yang ada dalam pikiran mu mas. Sekarang aku malah sedang pusing,” ucap Jenny.


“Pusing kenapa?” tutur Richard berubah serius.


“Anak mu Arkan,” sahut Jenny.


“Arkan? Dia ke Surabaya mencari ku beberapa waktu lalu. Sepertinya dia sedang merencanakan sesuatu. Dia belum cerita tapi aku tau dia sedang butuh bantuan.”


“Anak itu, ternyata dia baru akan mencari ayahnya kalau sudah kepepet,” ucap Jenny.


“Kenapa? Ada masalah apa dengannya?” tanya Richard.


“Arkan harus mendapatkan sesuatu dari Brian,” ujar Jenny lemah.


“Sejak kapan anak itu terobsesi dengan harta dan kedudukan? Bukannya dia sama seperti kamu, selalu mengalah terhadap orang yang dinamakan keluarga?” sindir Richard.


“Mas, Arkan terlihat serius kali ini. Dia sudah berniat ingin melawan Brian. Tapi dia memiliki apa? Dia hanya seorang akuntan di perusahan itu, dia tidak punya taring dia tak punya kedudukan bahkan dia tak memiliki apa pun,” ujar Jenny cemas.


“Tidak mudah meraih perusahan yang sudah berkembang sempurna dari tangan pendiri nya, terlebih mereka adalah pemegang saham mayoritas butuh waktu lama, dan pemikiran yang benar benar matang,” Richard berpikir sejenak. “Kita butuh perhatian dari para pemegang saham. Kita harus cari kelemahan Brian, kita harus menjatuhkan perusahan hingga nyaris bangrut baru bisa membeli saham perusahan itu.”

__ADS_1


Jenny menatap pria yang kini sedang berpikir keras. Tak salah ia mencari pria itu. Walaupun sudah terpisah lama tapi Richard selalu ada untuknya dan Arkan.


“Beri aku waktu tiga hingga lima tahun, Arkan akan menjadi pemilik perusahan itu!” ucap Richard penuh percaya diri.


“Tiga hingga lima tahun mas? Apa nggak terlalu lama?” tanya Jenny.


Ia merasa waktu itu terlalu lama. Jenny takut Arkan akan segera bertindak jika Wulan masih bersama Brian.


“Dahulu kamu dan anak mu nggak peduli dengan perusahan, kenapa sekarang malah seperti nggak sabaran?” ujar Richard.


“Mas, sebenarnya yang di inginkan Arkan bukan perusahan. Tapi-” Jenny berpikir sejenak.


“Jika dikatakan apa mas Richard akan membantu arkan?” batinnya.


“Arkan menyukai istrinya Brian, dia ingin merebut Wulan dari Brian,” lanjut Jenny akhirnya bicara terbuka.


“Waduh,” Richard berpikir sembari menggaruk garuk pelipisnya.


“Haha, pantesan kemaren anak itu terus berbicara soal perasaan. Dia menyuruh kita balikan, juga katanya ‘jika mencintai sesuatu kita harus mendapatkannya,’ ternyata maksudnya ini, haha” tawa Richard renyah. Ia senang jika anak nya sudah mulai merasa ingin memiliki sesuatu. Setahunya, Arkan tak pernah punya ambisi dalam hidupnya.


“Ya, malah seneng,” protes Jenny.


“Bagus lah! Jika dia menyukai sesuatu ya harus dia dapat kan. Dia sangat jarang menginginkan sesuatu. Itu artinya dia benar benar menyukai wanita itu. Jika dia mau ya berikan saja.”


“Mas, Wulan itu istri Brian sepupunya,” tegas Jenny.


“Trus kenapa?”


“Wulan itu bukan barang yang bisa di curi begitu saja,” jelas Jenny.


“Jadi maksudnya Wulan tidak menyukai anak kita?” tanya Richard.


Wajah Jenny tiba tiba cemberut.


“Kamu bantu Arkan culik Wulan itu, bawa dia ke Surabaya. Lambat laun dia akan mencintai anak kita. Anak kita punya segala galanya. Aku akan memberikan apapun yang di inginkan wanita itu,” ucap Richard.


“Sebenarnya aku mencari solusi ke orang yang tepat ga sih?” batin Jenny.


.


.


.


TBC…

__ADS_1


__ADS_2