
"Mengapa Mas Damar menanyakan hal ini, hal keanehan di rumah ku," tanya Jessica.
"Jessica...
Papa Mama mu melakukan ritual pesugihan. Agar kedua orang tua mu bisa hidup makmur kaya raya," jawab Damar.
"Jangan menuduh tanpa bukti Mas, dari mana Mas tau hal itu..?! Apa mas bisa membuktikan?"
"Akan aku buktikan semuanya kepada mu. Tetapi kamu harus nurut sama aku!"
"Baiklah."
"Kakak - kakak mu mati itu, bukan sebab sakit biasa lumrahnya manusia.
Tetapi di pakai tumbal pesugihan sama Papa Mama mu.
Itu semua demi kejayaan bisnis dan gaya hidup. Besok aku akan buktikan.
Kedua...
Calon mertua mu, itu juga melakukan ritual pesugihan yang sama dengan Lapa mu.
Nanti, seadainya kamu jadi menikah sama si culun tunangan mu, kamu akan di jadikan tumbal oleh keluarga tunangan mu."
"Yang bener Mas..? Jadi takut aku!"
"Sini peluk mas Damar kalau takut." 😅
"Hemmm, kamu itu Mas, peluk - peluk aja.
Beneran cerita mu itu..?
Apa kamu bisa membuktikan semua ucapan mu..?"
"Baiklah, akan aku buktikan, tetapi pembuktian itu resikonya besar, yaitu runtuhnya kerajaan bisnis Papa mu dan bisnis calon mertua mu.
Di saat Papa mu jatuh bangkrut, disitulah tunangan mu di batal kan. Kamu akan terlepas dari cengkraman orang tuamu dan calon mertua mu ."
"Mana mungkin bisa bangkrut Mas, kekayaan keluarga ku itu 22 triliun, belum perusahaan dan aset lainnya.
Aku sendiri saja punya uang pribadi di rekening 2 triliun."
"Kalau kamu punya uang dua triliun, aku ini mbok ya di pinjamin hahahaha!" 😂
"Kamu itu ngomong serius malah ngelawak," ujar Jessica.
"Jessica... Hanya kamu yang bisa menolong keluarga mu dari lingkaran syetan. Dan hanya kamu yang bisa menyelamatkan sisa kekayaan keluarga mu."
"Bagaimana caranya Mas..?"
"Akan aku pasang mustika macan kumbang hitam di beberapa tubuh mu, untuk melindungi mu dari kejahatan ilmu hitam," kata Damar sambil mengeluarkan benda pusaka dari dalam saku bajunya.
"Kalau omongan mas Damar benar adanya, aku pasrah saja sama kamu."
"Baiklah, sandarkan kepala mu di dinding sofa ini," perintah Damar kemudian menempelkan dua taring di pipi kiri kanan, dua kumis dan dua kuku macan kumbang di kedua jempol tangan,
"Sudah. Sekarang kamu istirahat tidur ya."
"Mas mau kemana, kok pakai jaket?"
"Mau beli rokok sebentar di indomaret depan."
"Jangan lama - lama ya, aku sendirian di sini."
"Iyaaa," jawab Damar kemudian keluar kamar.
"Buk, baru bangun," sapa Damar yang melihat ibunya pas keluar kamar.
"Iya Mas. Kamu mau kemana tengah malam gini..?"
"Mau keluar sebentar.
Nitip Jessica teman Damar ya Buk, barang kali bagun mencari ku."
"Jessica siapa lagi..!!!
Tiap malam kok gonta ganti perempuan di bawa pulang nginep di rumah ini.
Kamu kira hotel apa rumah ini..?!
Banyak uang gak tambah baik, tambah nakal. Banyak uang malah suka maksiat dan berbuat dosa!
Gak malu kamu sama tetangga kanan kiri, tiap malam bawa pulang anak perempuan!
Kalau sampai perempuan itu hamil... Ibu yang berdosa dan ibu yang malu.
Mau jadi apa kamu begini terus..!
Sekolah sering bolos, sibuk sama perempuan saja kamu itu. Di sekolah kan gak tambah pinter dan baik, tambah nakal gak takut dosa.
Mau ujian kelulusan gak rajin belajar, malah main perempuan terus.😡
Memangnya gampang apa membiayai sekolah mu yang serba mahal itu..?!"
"Ibu... Damar salah, Damar minta maaf ya. Ini terakhir kalinya Damar bawa teman perempuan nginep di rumah ibu. Sekali lagi, Damar minta maaf, membuat malu ibu.
__ADS_1
Besok Damar akan beli rumah sendiri ya Buk. Biar ibu tidak marah dan tidak ngomel lagi jika ada temen Damar main.
Damar sadar, ini rumah bapak dan ibu, bukan rumah Damar, juga bukan hotel.
Kalau ibu marah dan ngomel - ngomel terus, Damar nanti menjadi anak durhaka dan bisa sengsara.
Sekali lagi Damar minta maaf ya Buk...
Biar ibu hidup tentram dan tenang bersama Bapak.
Besok Damar pasti beli rumah sendiri. Ibu Doakan Damar agar jadi anak baik - baik dan sukses hidup senang dan bahagia. Damar akan berusaha menjadi anak yang baik."
*****
Setelah Damar pergi... Ibu Farida duduk di kursi meja makan sambil menangis sesengukan.
Ibu Farida sangat menyesal sekali telah memarahi Damar anaknya yang sudah mulai tumbuh dewasa. Lebih menyesal lagi, ketika mendengar Damar mau membeli rumah sendiri.
"Bagaimana jika Damar membeli rumah sendiri..? Rumah ini akan sepi sekali," gumam ibu Farida,
"Dari kecil Damar jarang bicara kalau tidak penting sekali. Sekarang kelas tiga SMA, dia mau bicara ngobrol sama ibu bapaknya, sama adik - adiknya.
Sejak Damar mau bicara... Rumah ini selalu ramai, baik siang maupun tengah malam.
Perubahan ekonomi yang mapan juga berasal dari Damar. Damar yang telah memuliakan diriku juga bapak nya dan adik - adiknya.
Subhanallah...
Sejak ekonomi berubah, banyak teman - teman Damar main berkunjung ke rumah ini. Banyak orang datang silih berganti, walau hanya sekedar pinjam uang. Banyak saudara yang tiba - tiba berkunjung.
Walau Damar memiliki banyak uang, dia tetap sederhana.
Yang sangat membahagiakan hati ku... Tiba - tiba Damar mau solat lima waktu walau bolong - bolong. Mau ziarah ke makam para wali, dan bisa ngimami solat Ibu Bapak nya.
Bagaimana jika Damar pergi dan tinggal di rumah nya sendiri nanti..?
Aku tau sifat asli Damar anak ku. Jika dia tersinggung dan marah, dia akan diam dalam waktu yang lama. Dia akan menyendiri di kamar berhari hari.
Dulu waktu SMP, di marahi Bapak nya, Damar mengurung diri di kamar hingga dua bulan lebih lamanya. Dia keluar hanya makan dan mandi tanpa sepatah kata."
*****
Jam dua dini hari, setelah memarkir motor nya di area makam kyai Ali Wafa... Damar duduk di pojok pendopo makam bersandar tiang kayu.
Sambil menikmati kepulan asap rokok, Damar berkata lirih,
"Hemmm...
Tumben ibu marah sekali ya, gak kayak biasanya. Apa karena gak di kelonin sama bapak ya, kok marah - marah..?!
Hahahahaha..!
Lucu bapak ibu ku itu. Kalau aku lihat - lihat, sejak punya uang banyak, ibu tambah cantik saja. Bajunya juga seperti orang kalangan atas. Kemana mana naik mobil pajero kalau gak gitu pakai mobil Alpahrd.
Ingat aku, dulu aku pernah di suruh beli bedak viva sebungkus plastik kecil untuk bedak wajahnya biar terlihat cantik. 😅
Setelah punya uang... Kata Lesty adikku, ibu sering ke salon untuk perawatan wajah.
Hehehehe makanya bapak sekarang betah di rumah.
Hampir tiap malam aku selalu diomelin dan di marahi ibu, tetapi gak semarah malam ini.
Ada apa ya..?!
Namanya ibu, pasti ingin anaknya jadi anak baik. Selalu ngomel menasehati anak - anak nya.
Memang salah ku sih, ngizinin temen cewek tidur di rumah.
Itukan rumah nya ibu dan bapak, bukan rumah ku juga bukan hotel. Ada benarnya juga ibu bilang gitu.
Besok aku ngekos saja lah. Kasihan ibu harus ngomel dan marah - marah gara - gara aku.
Biar ibu tentram dan damai hatinya. Biar tenang ibadah sholatnya.
Padahal... Aku sudah berusaha menjadi anak baik - baik loh. Mabuk sudah jarang banget, narkoba juga sudah jarang - jarang, mencuri juga sudah gak pernah, menipu orang juga sudah tidak pernah lagi. Pacaran juga baru - baru saja, itu pun sudah putus.
Aku berusaha menyenangkan orang tua dan adik - adik.
Sudah mau bicara, ngobrol bercanda sama bapak ibu dan adik - adik.
Masiiih saja di omelin di marahin.
Perintah ibu solat juga sudah aku turuti.
Kurang apaaa aku ini ya..?!"
"Assalamualaikum Gus..."
"Salam...
Bikin kaget saja kamu itu kyai," ujar Damar kaget,
"Uluk salam itu dari depan, biar aku kelihatan dan gak kaget.
Uluk salam dari belakang?!"
__ADS_1
"Sengaja Gus, biar kamu kaget.
Hidup jangan terlalu serius, yang santai saja.
Tuhan itu Maha Asik, dan selalu asik dengan makhluk - makhluk nya.
Jangan terlalu serius memikirkan suatu masalah. Biar hati bahagia.
Semua kejadian sekecil apapun di Alam jagad ini, sudah di atur olehNya. Jadi kamu tinggal menikmati dan mensyukuri saja sesuai dengan ketentuan syariat."
"Iya kyai."
Masalah ibu mu, ya begitulah takdir seorang ibu yang solehah. Dia selalu mengingat kan anak - anak nya, walau kadang tidak sadar, kalau caranya salah. Tetapi maksud dan tujuannya benar," ujar Kyai Ndaru,
"Allah itu juga sering melakukan kesalahan, walau banyak orang mengatakan bahwa Allah itu Maha Benar."
"Kok bisa begitu kyai..?"
"Kelak kamu akan tau sendiri akan hakekat sifat Allah.
Allah itu Maha Benar juga Maha Salah. Maha besar juga Maha kecil. Maha penyayang juga Maha pembenci.
Minumlah kopi luwak kesukaan mu itu, merokok lah biar hati mu damai, sukma mu tenang."
Melihat secangkir kopi dan sebungkus rokok di sampingnya, Damar terkejut sekali, lalu bertanya,
"Dari mana asal nya kopi ini kyai, kok tiba - tiba ada disini..?"
"Aku ini bangsa jin Gus, memiliki banyak kesaktian juga kekeramatan.
Aku bisa mendatangkan kopi hanya dengan kedipan mata."
"Iya percaya aku sama kamu. Kamu juga yang bikin aku kaya banyak duit," kata Damar,
"Kyai... Aku mau tanya.
Dimanakah tempat tinggal dukun pesugihan bernama Mbah Juwo Lumut itu..?"
"Ada di lereng Gunung Kelud perbatasan kabupaten Kediri Blitar.
Dukun itu hidup sendiri di sebuah lembah. Hanya orang - orang tertentu yang tau keberadaan nya."
"Lalu, bagaimana makan dan kebutuhan sehari harinya kyai, kalau dukun itu hidup di lembah yang sepi jauh dari penduduk?"
"Setiap hari minggu, ada orang kepercayaan nya yang membawakan segala kebutuhan makan dan Minum. Bahkan, beberapa pasiennya yang datang membawakan berbagai macam makanan siap saji dan makanan mentah.
Dukun itu setiap harinya di layani oleh dua orang pelacur.
Dua pelacur itu lah yang melayani makan dan kebutuhan sehari hari. Dan pelacur itu juga di jadikan pemuas nafsu sang dukun."
"Kok mau ya, pelacur itu melayani dukun di lereng gunung yang sepi. Berarti, besar dong kyai bayaran pelacur itu..?"
"Gus, sebenarnya kasihan dua pelacur itu. Dia masih sangat muda, tetapi terjebak dalam lingkaran setan.
Dua gadis itu awal mulanya seorang gadis baik - baik. rajin solat dan pinter ngaji. Karena salah pergaulan dan masalah ekonomi, dia terjerumus dalam dunia hitam. Dia bekerja di sebuah bar dan menjajahkan diri.
Suatu ketika dua pelacur ini meminta tolong pada seseorang, agar hidup nya bisa mapan dan berhenti menjadi seorang pelacur.
Akhirnya orang ini membawa ke tempat Mbah Juwo Lumut.
Ketika bertemu Mbah Juwo Lumut... Mbah Juwo Lumut tertarik akan kecantikan dua gadis itu.
Bukannya memberi syarat yang di inginkan gadis tersebut, Mbah Juwo justru memasang ajian pengasihan di tubuh kedua gadis tersebut.
Akibat ajian pengasihan Jolo Sutro, kedua gadis itu jatuh cinta pada sang dukun.hatinya memberontak tetapi raganya tak kuasa." ðŸ˜
"Menarik sekali kyai, ceritanya.
Lalu... Berapa lama kedua gadis itu melayani dukun itu..?"
Sudah berjalan sekitar 6 bulan. Tetapi sebelum nya, sudah banyak korban seperti kedua gadis itu."
"Berarti kaya raya ya kyai, dukun pesugihan itu, kan pasiennya para pengusaha?"
"Iya Gus.
Uang Gus Damar kalah banyak sama dukun itu."
"Loh loh, uang ku sekarang tinggal 8 triliun di rekening bank BRI dan bank Asia."
"Dukun itu mempunyai uang berupa cek sebesar 16 Triliun lebih. Setiap pengusaha yang sukses dan pernah di beri pesugihan, mereka datang untuk memberi uang berupa cek dan uang ces."
"Lalu, mengapa cek itu tidak di cairkan di bank kyai..?"
"Dukun itu tidak mempunyai kesempatan untuk pergi ke bank. Dia menyimpan puluhan cek itu di dalam kantong plastik hitam, di bawa tempat tidur nya.
Dukun Juwo Lumut itu bingung dengan cek sebanyak itu.
Jika di cairkan, untuk apa uang sebanyak itu, sedangkan dirinya sudah tua..?"
"Umur berapa kyai, dukun itu?"
"Dia berumur hampir 70 tahun. Tetapi, berkat ilmu Lungsung, dia bisa terlihat muda dan kuat."
*Bersambung.
__ADS_1