
"Aku bayar dulu ya makannya," ujar Aisah kemudian berdiri.
"Iya," jawab Damar tersenyum.
Tak lama kemudian,
"Mas, kamu itu diam saja kalau sudah bayar."
"Hahahaha, Samsul terpingkal - pingkal,
"Yaah begitu sukanya, seneng dia kalau orang lain susah.
Ayoo."
*****
Mobil pun meluncur ke tengah kota Surabaya menuju J-strit Mall lantai 5.
Setelah parkir, Samsul bertemu dengan Aldy dan Erik.
"Aldy, Erik, kalian naik apa kesini," tanya Samsul.
"Itu, Honda Jazz kaca belakang yang ada stikernya tulisan 4 sekawan.
Stiker yang warna Biru milik ku, yang warna hijau stikernya punya Aldi.
Nanti mobil mu kasih stiker warna merah, dan punya Damar warna Hitam Pas cocok.
Jangan lupa, kaca depan sebelah pojok kiri kasih stiker angka 04 ya?"
"Siaaaap," jawab Samsul.
"Ini siapa," tanya Erik.
"Kenalkan, Aisah."
"Dia simpanan nya Damar," sahut Samsul kemudian jalan ke loket.
"Heeee, sudah aku belikan tiket 4. Kamu beli satu lagi untuk Aisah."
*****
Suara House Musik terdengar menggelegar memekikkan telinga. Lampu kelap - kelip remang - remang membatasi pandangan.
Bau Alkohol kelas satu menyeruak dan asap rokok bertaburan bagai kabut di lereng gunung Arjuna.
Aldy yang duduk di sebelah Erik mengacungkan tangannya lalu menyalahkan korek api, sebagai tanda panggilan untuk waitres pelayanan diskotik.
Seorang waitres mendekat ke meja lalu bertanya sambil bisik - bisik agar kedengaran.
"Pesan inex 4 dan aqua tanggung dingin 8, permen karet," ujar Aldy,
"Aisah pesan apa? Mau inex..?"
"Apa itu inex. Narkoba jenis Extasi?"
"Aku pesan kentang goreng sama oren jus saja ya."
"Baiklah.
Ini Mas uangnya," kata Aldy.
"Malam itu, 4 sekawan lagi asik menikmati malam bersama.
Aisah hanya duduk di kursi depan meja sambil menikmati house musik.
Dalam ilmu sekolah perawatan... Aisah sudah mengerti apa itu inex dan efek sampingnya juga cara menangani orang yang over dosis.
Namun Aisah pura - pura tidak mengenal dan Aisah juga tidak pernah main narkoba jenis apapun.
Melihat Damar yang asik dugem di sebelah kursi Aisah, Aisah kemudian turun dari tempat duduknya, lalu memeluk Damar dari belakang.
*****
Jam 4 pagi, lampu diskotik menyalahkan terang, tanda diskotik mau tutup.
4 sekawan dan Aisah pun berjalan menuju area parkir.
Ketika berada di area parkiran, seorang pemuda yang masih flay akibat pengaruh narkoba, tiba - tiba memeluk Aisah dari belakang.
Aisah pun kaget lalu berteriak.
__ADS_1
Mengetahui pemuda itu kurang ajar... Damar yang berjalan di depan Aisah langsung memukul pemuda itu.
Beberapa teman pemuda itu tak terima pun langsung membantu dan mengeroyok Damar.
Perkelahian pun terjadi antar kelompok 4 sekawaan dengan kelompok pemuda yang tak di kenalnya.
Berapa pengunjung yang ada diarea parkir pun diam - diam merekam kejadian itu.
Tak selang lama beberapa pihak keamanan diskotik berlarian untuk melerai.
"Polisi..! Berhenti kalian," ujar seseorang sambil memegang tubuh Damar.
10 keamanan juga sibuk melerai.
Setelah kondisi aman terkendali... Ketua grup keamanan berkata,
"Bawa mereka ke pos keamanan."
"Siap Pak," jawab salah satu pihak keamanan,
"Ayo kalian semua yang terlibat keributan jalan ke pos keamanan."
*****
"Apa kalian pelajar..?"
"Iya Pak," jawab Aldy.
"Kamu..!"
"Iya Pak."
"Dari sekolah mana kalian..?"
"Dari SMA pancasila."
"Kamu..!"
"Dari SMA Mariana."
"Hemmmm, rupanya kalian bersekolah di sekolah Elit di Surabaya.
Kalian pasti anak - anak orang kaya dan berduit.
"Damai saja Pak.
Kami yang salah," kata pelajar SMA Mariana.
"Makanya kalau memeluk orang lihat - lihat ya..? Pacar orang di kira pacar sendiri.
Ingat ya..!
Masalah ini selesai sampai disini. Jangan ada berkelanjutan nya. Jika pelajar SMA Pancasila menyerang pelajar Mariana, dan begitu sebaliknya,
Kalian akan kami proses secara hukum dan melibatkan orang tua kalian.
Karena, Diskotik Dragon ini adalah tempat hiburan dan untuk bersenang - senang, bukan tawuran.
Sekarang kalian bersalaman saling memaafkan, setelah itu kalian boleh pulang.
Yang luka- luka, berobat ke rumah sakit dulu."
4 sekawan dan 7 pelajaran Mariana diam membisu, kemudian bersalaman lalu membubarkan diri.
*****
"Kita ke rumah sakit dulu, hidung Aldy berdarah. Bibir Erik juga berdarah.
Itu pelipis Samsul juga berdarah," ujar Aisah.
Tak lama kemudian...
Tiga Mobil Honda jazz meluncur dengan kecepatan agak tinggi menuju rumah sakit Harapan.
Setelah berada di UGD, beberapa dokter langsung menangani 4 sekawan kecuali Damar yang tidak terluka.
Selesai di rawat, seorang Dokter berkata,
"Kalian boleh pulang ya, dalam waktu 4 hari luka bengkak kalian akan sembuh.
Tidak ada luka yang serius, hanya memar saja."
__ADS_1
"Baiklah dokter," jawab Damar kemudian membayar tagihan perawatan.
*****
Di parkiran Erik dan Aldy pamit duluan,
"Sul antar aku ke cafe Ayu dulu ambil motor, kemudian kamu pulang istirahat."
"Lah terus, Aisah gimana..?
Katanya mau ke Mojokerto untuk sekolah..?"
"Aku yang antar nanti."
"Baiklah," kata Samsul lalu mengemudikan mobilnya.
Setelah mobil berhenti di depan cafe Ayu, Samsul berkata,
"Aisah... Titip Damar ya, tolong di rawat luar dalam."
"Hemmm, kondisi sakit masih saja bercanda.
Iya iya, buruan pulang."
Setelah mengambil motor di parkiran, Damar membonceng Aisah lalu berhenti di warung soto daging pinggir jalan raya.
"Sarapan dulu ya Aisah, biar kamu sehat. Masih jam 06 pagi, habis makan aku antar ke kota Mojokerto."
"Iya Mas."
Sambil makan, Aisah berkata,
"Mas, kamu ngantuk gitu, bahaya kalau naik motor.
Kita istirahat tidur dulu di hotel itu?"
"Hotel mana," tanya Damar sambil makan.
Katanya Samsul kamu pengen tidur sama aku."
"Hahahaha, kok kamu percaya omongan nya pelawak.
Ya gak apa - apa istirahat di hotel, kamu juga belum tidur semalaman."
Setelah makan, Damar dan Aisah istirahat di hotel.
Damar merebahkan badannya di spring bet, sementara Aisah Mandi membersihkan badannya.
Selesai mandi, Aisah mengenakan baju tidur yang di sediakan pihak hotel di lemari,
"Mas... Mandi dulu biar seger badannya."
"Ngantuk sekali Aisah."
"Hemmmm, ya sudah, kalau gak mau," ujar Aisah kemudian mengambil ruku' dari dalam tasnya kemudian mengkodhok solat subuh.
Setelah solat subuh, Aisah mendawamkan wirid sholawat jibril 1000x lalu tidur di samping Damar.
Sambil mengelus pipi Damar yang tertidur lelap akibat pengaruh narkoba, Aisah memandang wajah Damar yang tampan, lalu berkata dalam hati,
"Mas Damar ini aneh..?
Bilang di lahir kan dan di besarkan dari keluarga miskin, tetapi bisa keluar masuk diskotik yang serba mahal. Bisa bayar makanan di cafe. Sepatunya saja Merk elger dengan banderol sekitar 1,4 juta. Bajunya juga bermerk sekitar 600-700 ribu. Celana Lea 501 dengan harga sekitar 1,2 juta.
Aneh, dapat uang dari mana ya Mas Damar ini. !
Samsul juga begitu, bapaknya kerja jadi tukang bangunan. Ayah ku juga sering minta tolong masalah bangunan sama Pak Sueb bapaknya Samsul. Ibunya Samsul... Sepengetahuan ku masih SMP dulu, sebagai ibu rumah tangga.
Tetapi Samsul bisa punya Honda jazz ya? Banyak uangnya...?
Jadi ingat Mas, dulu waktu SMP pulang sekolah, kamu bonceng aku naik sepeda angin. Nyanyi bersama, beli es dan jajan pinggir jalan bersama. Sekarang ketemu lagi sudah mulai dewasa, aku kamu bonceng naik motor.
Hemmmm...
Yang sangat mengesankan waktu SMP dulu, pas berboncengan naik sepeda angin, tiba - tiba hujan lebat dan badai petir. Kita berteduh di rumah kosong. Karena kamu menggigil kedinginan... Akhirnya kamu aku peluk hingga hujan rendah.
Dalam pelukan yang hangat itu... Kamu dan aku berjanji untuk selalu bersama.
Hingga kini aku masih merasakan hangatnya pelukan, belaian dan ciuman mu waktu itu.
Makanya aku tidak pernah bisa melupakan mu Mas. Terlalu banyak kenangan indah di antar kita.
__ADS_1
Semoga saja kita selalu bersama selamanya."
*Bersambung.