
Mobil perlahan lahan keluar perumahan Delta Permai,
"Kang... Langsung ke Elizabet ya."
"Iya tuan."
"Kak, aku mau mampir ke kantor PT Podomoro kontraktor dulu."
"Nanti kamu telpon saja ya, aku capek sekali, aku ingin istirahat."
"Ya sudah, sampai rumah istirahat tidur. Nanti aku kerokin."
Tak lama kemudian mobil pun memasuki pintu gerbang rumah mewah dan Adzan magrib terdengar berkumandang.
"Kang Mamat... Turunkan oleh - oleh itu sebagian, sebagian buat kang Mamat dan Cakno.
Habis solat magrib kang Mamat boleh pulang.
Bilang sama Cakno suruh nginep di rumah Elizabet."
"Iya tuan."
"Selamat malam tuan," sapa Mas Joko satpam penjaga rumah.
"Iya Mas Joko, malam juga.
Kang Mamat, apel dan oleh - oleh sebagian taruh di pos satpam ya, biar kita semua bisa merasakan."
"Iya tuan."
"Kemarin PT mengirim pembantu rumah tangga ke rumah ini, pada hari minggu tuan.
Mereka sepasang suami istri."
"Oh iya Mas Joko.
Kalau begitu aku masuk dulu ya."
"Iya tuan, silahkan."
"Kang Mamat, kamu telepon Cakno.
Cakno suruh membawa motor scupy baru Milik ku yang ada di cafe ya. Suruh bawah ke rumah ini."
"Iya tuan."
*****
Selesai solat magrib, Damar duduk di ruang keluarga bersama Sarah.
"Selamat malam tuan," sapa sepasang PRT.
"Malam juga Mas, Mbak.
Duduk sini sebentar.
Sarah buka pintu utama dan pintu belakang, nyalahin kipas. Kakak mau merokok disini."
"Iya Kak."
"Siapa nama Mas ini, kok masih muda?"
"Saya Sukardi tuan, umur saya 25 tahun. Ini istri saya Nur Aini usianya 20 tahun. Asal dari kabupaten Madiun."
"Dari kabupaten Madiun, berarti bisa pencak silat ya, hahahaha!
Kan terkenal pendekar di Madiun itu."
"Bisa tuan, tetapi tidak ahli. Dulu masih kecil suka ikut latihan beladiri PSSK pencak silat setia kawan."
"Apa kalian sudah punya anak..?"
"Sudah tuan, umur dua tahun."
"Berarti kalian menikah di usia muda sekali ya?"
"Iya tuan, saya menikah pada umur 22 lebih. Istri saya waktu itu umur 17 tahun setengah."
"Sekarang anaknya di mana?"
"Ikut sama kakek neneknya di kampung tuan."
"Mbak Nur apa bisa masak?"
"Bisa tuan, sejak umur 12 tahun, setelah lulus SD, saya sudah ikut saudara di jakarta kerja di restoran tuan."
"Gak sekolah SMP berarti..?"
"Tidak tuan, hanya lulusan SD saja."
"Berapa tahun kerja di restoran?"
"Lima tahun tuan, kemudi berhenti setelah menikah.
Kerja dari mulai bersih - bersih hingga menjadi tukang masak. Saya di terima kerja oleh PT Elizabet karena saya punya pengalaman kerja di restoran."
"Kok bisa tau kalau PT Elizabet membutuhkan PRT?"
"Di tawari orang satu desa tuan, dia kerja sebagai security di perumahan ini. Dia temannya Mas Sukardi."
"Ya sudah, besok akan aku pikir kan masalah anak kalian.
Sekarang Mbak Nur masak ya, buat makan malam.
Buatkan kopi hitam satu sama capocino dua cangkir.
Jangan lupa bikin kopi untuk suami mu dan mas satpam."
"Iya tuan.
Tuan mau makan malam menu apa?"
"Tanya Nona Sarah.
Intan...
Kamu telpon Dimas, suruh kesini sekarang juga."
"Iya tuan."
Sambil duduk di depan Intan di kursi ruang makan, Damar melihat dan membaca beberapa dokumen yang di ambil dari kamar utama rumah pak Dirman.
"Ini ada dua Hp merk Oppo tuan, tersimpan di dalam amplop coklat tuan."
"Sarah, sini sayang. Kamu nyala kan hp ini, kamu cek apa isinya."
"Iya kak."
"Tuan...
Ini ada sertifikat atas nama Nyonya Dirman di jalan raya krian sidoarjo seluas dua hektare.
Juga ada sertifikat tanah seluas 500m x 600m di kota Malang, atas nama nyonya Dirman.
Ada lagi tanah seluas satu hektare di jakarta atas nama pak Dirman tuan.
Ini sertifikat rumah atas nama nyonya Dirman tuan. Di perumahan Pondok Mutiara juanda.
Ini ada 5 lembar cek sebesar 650 M tuan. Masa waktu nya masih dua bulan lagi."
"Kaya sekali ternyata pak Dirman dan istrinya. Hartanya ada di mana mana," kata Damar,
"Sayangnya, harta dari kejahatan menipu pak Anjar papanya Bilqis."
"Assalamualaikum," sapa Dimas Asisten Damar.
"Waalaikumsalam, duduk sini mas Dimas," kata Damar.
"Mbak Nur, kopi capocino satu lagi ya?"
"Iya tuan."
"Bagaimana kerjaan mu selama seminggu ini..?"
"Alhamdulillah beres semua tuan.
PT Podomoro Real Estate sudah berkantor di ruko untuk sementara. Semua pegawai dari direktur perusahaan direktur keuangan, manajer Marketing pemasaran dan pegawai lainnya sudah lengkap.
Semau fasilitas untuk pegawai kantor seperti mobil sudah saya penuhi. Hanya saja, Dana operasional awal belum ada."
"Ini ada cek 650 M.
Intan nemu di tumpukan dokumen itu. Besok kamu cairkan, dan kamu masukkan ke uang kas perusahaan Real Estate."
"Baiklah tuan."
"Permisi tuan, ini makan malam sudah siap," ujar Mbak Nur sambil menata piring di atas meja makan.
"Ayo makan malam dulu. Makan malam sambil ngobrol," kata Damar.
"Sejak kapan PT Real Estate Podomoro beroperasi..?"
"Sejak hari jum'at tuan."
"Kanapa gak ngabari aku..?"
"Karena pegawainya belum lengkap tuan, yaitu direktur keuangan. Baru tadi saya mendapatkan nya, dan besok sudah mulai bekerja."
"Apa direktur dan manajer pemasaran sudah survai lokasi proyek di kota Gersik..?"
"Sudah tuan, hari sabtu kemarin."
"Ini ada beberapa sertifikat tanah atas nama pak Dirman dan istrinya. Ada yang di Jakarta Malang dan krian Sidoarjo.
Kamu balik nama atas nama PT Podomoro grup.
Yang ini sertifikat rumah di perumahan pondok Mutiara indah Juanda, kamu balik nama atas nama Nona Bilqis.
Kamu gandeng pengacara Beny Abraham ya."
"Iya tuan."
"Sekarang pulanglah, istirahat. Sudah jam 9 malam.
__ADS_1
Intan... Kamu bareng sama Dimas ya, kan mobil mu ada di cafe ayu."
"Iya tuan."
"Dimas, besok kamu carikan sopir yang bisa mengemudikan mobil mewah.'
"Iya tuan.
Kalau begitu saya permisi dulu.
Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
*****
Setelah mandi dan solat isak berjamaah, Damar merebahkan badannya di samping Sarah di atas spring bet kamar utama.
"Sarah, apa ibu mu gak mencari mu?"
"Tidak Kak, tadi barusan aku telpon, aku bilang bersamamu. Kak..?"
"Apa..?"
"Apa sebaiknya kita menikah siri saja dulu..?
Kan kita sering jalan bareng, tidur bareng.
Walau kita tidak melakukan hubungan suami istri, setidaknya kita bisa menghindari dosa."
"Lalu bagaimana dengan Bilqis..?
Kalau aku nikah siri dengan mu..?"
"Ya nikahi juga dia. Bilqis kan pacarnya kakak, kakak juga cinta sama Bilqis.
Apalagi Bilqis sudah sering kakak ajak tidur bareng, jalan bareng. Bilqis itu pendiam, nurut, sabar dan baik orang nya.
Kita tidur bertiga juga dia tidak cemburu, malah senang."
"Terserah kamu sajalah, kamu bicara sama ibu ku.
Tadi di dalam Hp milik pak Dirman itu isinya apa?"
"Isinya data keuangan perusahaan dan beberapa foto keluarga masa lalu.
Hp satunya hanya ada foto foto gadis panggilan, pelacur kelas atas, lengkap dengan nomer telpon nya."
"Kamu pakai saja dua Hp itu. Hp OPPO mu kasihkan sama Kang Sukardi pembantu baru."
"Iya, besok pagi akan aku pindah datanya."
"Jangan di hapus foto foto gadis panggillan di Hp itu. Barang kali aku butuh jasa pijat."
"Hemmm...
Apa masih kurang punya kekasih dua?"
Malam jam 10 terdengar petir menggelegar, hujan pun turun langsung deras. Di dalam kamar utama yang besar dan mewah, terdengar alunan musik jaz dari radio yang di putar Sarah. Dan dalam penatnya, Damar tertidur pulas dalam pelukan Sarah.
Sementara Erik dan Yuli masih berada di Villa Abadi. Begitu juga dengan Aldy dan Fuji."
*****
Pagi yang cerah secerah senyum istri tetangga di waktu tanggal muda.
Di bandara Juanda, Shinta menaiki pesawat untuk meninggalkan sejuta kenangan di kota surabaya.
Setelah pesawat lending di bandara Hasanundin Bandung, Shinta berjalan menuju pintu keluar bandara, lalu menaiki taxi menuju sebuah rumah milik saudara Mama nya.
Siang setelah mendaftar kuliah di kampus ternama, Shinta langsung mencari tempat kos yang tak jauh dari universitas yang akan menjadi tempat belajarnya.
Sambil menghadap laptop yang menyala di kamar kos kos san, Shinta mengumam dalam kesendirian,
"Ternyata mas Damar sudah mempunyai seorang kekasih. Mas Damar telah memilih Bilqis ketimbang aku.
Aku mengira kalau mas Damar masih mencintai ku. Sakit rasanya hati ini setelah banyak berkorban untuk nya. Tetapi mas Damar memilih wanita lain untuk menjadi kekasihnya.
Walau sesakit apapun rasanya.. Aku tidak bisa melupakan mas Damar.
Entah mengapa aku sangat mencintai mas Damar.
Semoga di kota Bandung ini, perlahan + lahan aku bisa melupakan kenangan indah bersamanya.
*****
Kediaman ibu Farida.
Setelah solat dhuha, ibu Farida duduk di teras belakang rumah menghadap kebun yang banyak pohon dan binatang peliharaan.
Sambil menikmati secangkir teh dan melihat suaminya sibuk memberi makan ayam, ibu Farida mengumam lirih,
"Beberapa bulan ini, semenjak Damar anak ku pergi... Rumah ini terasa sepi sekali. Aku sangat menyesal telah memarahi nya. Aku terlalu cerewet dan terlalu mengatur hidup Damar yang sudah mulai dewasa.
Hampir setiap hari aku selalu merindukan kehadirannya. Aku sangat merindukan canda tawanya, merindukan suara dzikirnya.
Kalau hatinya marah dan tersinggung.. Damar selalu pergi dan menyendiri dalam waktu yang lama.
Dari bayi aku selalu bersama ibu bapak ku hingga aku tumbuh dewasa.
Ketika aku mengenal laki - laki dan menikah dengannya, aku meninggalkan kedua orang tua ku.
Hanya demi seorang laki - laki aku rela meninggal orang tua ku sendiri. Walau itu dalam agama sah dan tidak apa apa.
Tetapi... Bagi rasa, itu berbeda. Pasti, bapak ibu ku juga merasakan hal yang sama seperti ku saat ini.
Perih dan kesepian di tinggal anak pergi.
Hanya Demi seorang perempuan yang di cintai nya, Damar pergi meninggalkan ibu bapak nya.
Damar memilih wanita lain yang di cintai nya dari pada ibunya.
Begitupun aku dulu pergi dari rumah, memilih lelaki yang aku cintai dari pada ibu ku sendiri.
Mungkin ini adalah karma.!!!
Lalu...
Bagaimana kalau Lesty dan Tio pergi bersama orang lain yang di cintainya..?
Kalau benar semua anak - anakku pergi meninggal rumah ini, sungguh sangat menyakitkan sekali di selimut rasa sepi."
"Ibuk..." sapa Damar tiba berdiri di samping ibunya, lalu salim dan memeluk ibu nya.
Ibu Farida tiba - tiba meneteskan air mata sambil menciumi pipi Damar.
"Ibu...
Kenapa menanggis..?
Ibuk rindu ya sama Damar..?"
"Iya Damar.
Duduklah, sama siapa kamu pulang?"
"Sendiri Buk, di temani kang Mamat."
"Ibu Latifah beberapa hari yang lalu telpon, katanya Sarah dan kamu pergi liburan di Villa Batu Malang."
"Iya Buk."
"Jangan sampai hamil anak ibu Latifah itu!!!"
"Iya Buk.
Sarah masih gadis.
Damar baru saja ambil ijazah, nanti sore Damar akan daftar kuliah.
Enaknya kuliah dimana abuk..?
Di jogja, atau Bandung apa jakarta..!?
Atau di Malang saja."
"Di surabaya saja. Kalau jauh - jauh ibu doakan gak lulus kamu!"
"Iya iya...
Jelek banget doanya sama anak sendiri."
"Lagian ngapain kuliah jauh - jauh.kalau di Surabaya banyak universitas. Kan enak, dekat, bisa pulang ke rumah ibuk sewaktu waktu."
"Iya... Bawel banget!
Enaknya kuliah dimana Buk?"
"Kuliah di UIS, universitas islam Surabaya.
Jurusan Al qur'an dan tafsir."
"Damar belum lancar baca Al qur'an kok di suruh ambil jurusan Al qur'an dan tafsir?"
"Makanya kamu belajar yang ngaji, biar pinter. jangan main perempuan saja. Pegang tangan perempuan cantik tiap menit tiap jam, tiap hari siang malam. Pegang Al qur'an gak pernah.ðŸ˜
Peggang hp dan laptop jam jaman sampai tengah malam, pegang tasbih jarang - jarang." ðŸ˜
"Iya iya Damar akan belajar ngaji.
Buk... Damar minta ijin nikah siri ya, Sama Bilqis dan Sarah."
"Menikahi dua perempuan?" sahut ibu Farida terkejut.
"Iya.
Sarah yang nyuruh."
"Kamu itu loh masih umur 18 tahun, Sarah umur 17 tahun, kok mau menikah. Ibu jodohkan kamu dan Sarah itu,
menikahnya setelah Sarah lulus sekolah. Atau setahun dua tahun setelah lulus sekolah. Kamu umur 23 dan Sarah umur 22.
__ADS_1
Jangan jangan... Bilqis dan Sarah kamu Hamili..?!"
"Iya mereka berdua hamil satu bulan," jawab Damar bohong.
"Damaaaar..!!!"teriak ibu Farida,
"Kamu itu gimana sih..?!
Bikin ibu malu saja. Jangan mentang - mentang banyak uang kamu seenaknya sama anak orang.
Habis ini ibuk akan pergi ke rumah ibu Latifah, mau minta maaf sekalian membahas kehamilan Sarah.
Ibu juga ingin ketemu sama keluarga nya Bilqis.
Hemmmm..!
Gimana kamu itu Mas..!
Punya banyak duit, hidup mewah, banyak tingkah. Sekarang yang susah ibuk bapak mu juga kan!"
"Buk, Damar mau pergi dulu, mau kerja,"kata Damar kemudian salim.
"Iya mas, hati - hati."
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
*****
"Kang, ke rumah sakit Kirana."
"Iya tuan," jawab kang Mamat kemudian melajukan mobil Fortuner pelan pelan menuju jalan raya.
***
"Mas..."
"Apa Farida," jawab pak Yasin.
"Damar anak mu menghamili anak orang."
"Ya di nikahkan saja kan beres. Mau diapain lagi sudah terlanjur?"
"Kamu itu mas, kalau di ajak ngomong selalu gitu.
Duduk sini ngobrol yang enak, malah santai sibuk sama ayam."
"Iya, bentar..!"
*****
Setelah berada di ruang rawat inap Vip, Damar bersama Bilqis dan keluarga nya,
"Tante... Barusan saya dan Bilqis sudah menemui dokter yang menangani pengobatan Tante.
Dokter bilang Tante boleh pulang sekarang. Hanya saja dokter menyarankan kontrol minggu depan. Dan obatnya rutin di minum sampai habis."
"Iya Nak Damar."
"Damar sudah mendapatkan rumah tempat tinggal untuk Om dan Tante, jadi Om sekeluarga gak usah pulang ke rumah gubuk di bantaran sungai.
Ayo Bilqis, Dodik kita pulang."
Setelah menaiki mobil Fortuner... Kang Mamat melajukan mobil ke arah surabaya menuju perumahan Delta Permai.
Setelah berhenti di depan rumah mewah berlantai dua, dua orang preman bayaran yang mengenal wajah Damar segera membukak kan pintu.
"Nak Damar... Bukan kah ini rumah Tante dulu..?"
"Iya Tante, ini rumah tante dulu, Sekarang pun masih milik Tante," jawab Damar kemudian turun dari mobil.
Sementara ibu Hanan Mamanya Bilqis meneteskan air mata melihat rumah nya sendiri setelah terusir selama 6 tahun.
"Terimakasih Nak Damar,* kata ibu Hanan kemudian memeluk Damar sambil menangis.
"Sudahlah Tante, jangan menangis. Mari masuk."
Om Anjar sangat terkejut melihat rumah miliknya dulu. Pak Anjar tak menyangkah sama sekali.
"Pa... Ayoo masuk," ajak Bilqis yang juga masih terheran - heran.
"Kak Damar...
Ini rumah siapa..?"
"Ini rumah mu Dodik.
Sekarang kamu punya rumah yang besar lantai dua."
Tingtung Tingtung!
HP Damar berbunyi tanda ada telpon masuk,
"Selamat siang tuan."
"Iya Dimas," jawab Damar sambil berjalan ke teras.
"Saya telah mendapatkan seorang sopir yang bisa mengemudikan mobil mewah, dan seorang pembantu rumah tangga."
"Kamu ajak ke sini, aku WA alamatnya.
Tolong belikan makan dan minum untuk lima orang."
"Baiklah tuan."
"Mas...
Sekarang kalian boleh pulang ya, karena rumah ini di huni sekarang.
Ini uang buat beli bensin dan
rokok."
"Baiklah mas Damar
Terimakasih banyak. Selamat siang."
"Siang juga."
"Ini mas kopinya, ini untuk Lapa dan ini teh untuk Mama.
Adik, ini es susu milo untuk mu," kata Bilqis.
"Kok ada kopi dan susu?" tanya Damar.
$Di dapur ada banyak kopi dan susu milo juga bahan makanan mentah mas. Di kulkas juga ada banyak daging dan ikan segar.
Apa mas mau aku masakin?"
"Tidak usah, aku sudah pesan makanan. Sebentar lagi Dimas ke sini.
Bilqis, di dasbor mobil ku ada rokok surya 16, kamu ambil buat Papa."
"Iya Mas."
***
"Ini Pa rokoknya."
"Bilqis, duduk sini sebelah ku," kata Damar, sambil mengeluarkan dokumen dari dalam tas rangselnya.
"Om Tante...
Ini surat dokumen perusahaan PT Nirmala dan PT indo plastik yang di rampas oleh pak Dirman dulu.
Alhamdulillah, saya telah berhasil mengambil kembali hak nya Om dari tangan pak Dirman. Sekarang dua perusahaan ini sah menjadi milik Om kembali."
"Alhamdulillah..." ucap pak Anjar kemudian membaca dokumen itu,
"Dua perusahaan Ini atas nama Bilqis ya mas Damar?"
"Iya pak, sengaja saya atas namakan Bilqis, agar tidak ada perebutan haq waris dengan Dewi.
Jika Dewi mengetahui aset perusahaan ini atas nama pak Anjar, maka saya khawatir nanti Dewi meminta hak waris secara paksa.
Dan lagi... Kalau secara hukum, dua perusahaan ini juga rumah ini atas nama saya. Dan sah milik saya. Karena saya yang dengan susah payah merebutnya.
Jadi saya mempunyai hak menentukan atas nama Bilqis."
"Iya mas Damar, saya terserah mas Damar saja. Yang penting dua perusahaan dan asetnya jatuh pindah tangan atas nama keluarga Om.
Memang Dewi anak yang durhaka."
"Kalau Om mau membalik nama atas nama om Anjar, silahkan om, gak apa apa. Toh ini sudah menjadi milik keluarga om. Saya tidak punya hak ikut campur dalam masalah keluarga nya Om.
Om Tante...
Ada aset rumah di Pondok mutiara, juga beberapa tanah di Malang, Krian sidoarjo dan jakarta milik pak Dirman dan istrinya. juga ada beberapa cek juga mobil milik pak Dirman.
Apakah boleh aset itu saya beli..?! Untuk saya pakai usaha."
"Nak Damar...
Itu bukan milik kami. Saya tidak pernah merasa memiliki. Mungkin pak Dirman yang membelinya untuk aset atau untuk usaha.
Terserah mas Damar, kalau mas Damar membutuhkan untuk usaha, silahkan ambil saja gak apa - apa.
Mobil yang ada di halaman rumah itu juga bukan milik saya. Silahkan mas Damar ambil saja, pakai saja."
"Baiklah pak Anjar, terimakasih banyak. Kalau begitu, aset aset itu akan saya kelola dan saya balik nama atas nama saya pribadi."
"Iya Mas Damar, silahkan."
"Pak Anjar... Besok Bapak bisa menjadi Presiden direktur lagi di PT Nirmala dan PT indo plastik," kata Damar.
"Mas Damar...
Pt Nirmala biar di urus sama Bilqis. Saya wariskan kepada Bilqis yang telah berbakti pada Om dan Tante.
Kalau PT indo plastik, akan saya wariskan pada Dodik adiknya Bilqis. Karena dodik masih SD kelas 6, maka, untuk sementara saya yang mengurusnya.
Saya minta pada mas Damar untuk membantu Bilqis dalam menjalankan perusahaan nya."
__ADS_1
"Baiklah Om."