
"Selamat pagi Nyonya," sapa seorang pembantu rumah tangga.
"Pagi juga," balas Firda yang sedang berdiri melihat taman belakang rumah.
"Sarapan pagi sudah siap."
"Baiklah Mbak," jawab Firda kemudian berjalan masuk kamar utama mendekati Damar yang masih duduk menghadap laptop.
"Mas...
Sarapan dulu."
"Iya Firda.
Habis ini aku mau pulang ke rumah ibu ku.
Kang Mamat juga sudah datang dari pagi tadi."
Selesai sarapan, Damar dan Firda keluar rumah.
Mobil pun berjalan pelan - pelan keluar perumahan Elizabet.
Setelah mobil berhenti di depan rumah Firda, Firda pamit kemudian memeluk Damar sambil mencium pipi kiri kanan.
Setelah itu, mobil kembali meluncur ke desa Agung.
Tak lama kemudian kemudian mobil pun terparkir di halaman depan rumah Damar.
"Kang, tolong turunkan tas plastik putih dan tas biru itu ya.
Habis ini kang Mamat pulang saja. Mobilnya bawah pulang kang. Ini hari minggu, pakai jalan - jalan sama anak istri.
Itu ada uang di dasbor buat beli bensin dan jajan bersama keluarga.
Rekreasi ke kota Malang sana loh kang sama keluarga.
Ambil secukupnya uang di dasbor itu."
"Iya Tuan," jawab Kang Mamat kemudian menurunkan dua kantong plastik, lalu meletakkan di kursi ruang tamu.
*****
"Assalamualaikum," sapa Damar
"Waalaikumsalam," jawab Lesty.
"Kok sepi rumah ini?"
"Sepi gak ada kamu Kak. Ibu barusan pergi bawah mobil honda jazz milik mbak Shinta. Katanya mau ke cafe Ayu satu. Ada janji sama teman bisnis kosmetik."
"Emang ibu bisa nyetir mobil..?"
"Bisa Kak, ibu itu diam - diam kursus mengemudi. Aku juga baru tau, kalau ibu bisa nyetir mobil.
Ibu juga beli laptop."
"Iya emang ibu butuh laptop sih, kan ibu butuh promosi produk jualannya."
*****
Setelah ganti celana pendek dan kaos, Damar menghidupkan mesin motor kemudian pergi mancing.
Setengah jam kemudian Damar memasuki bantaran sungai Sumorejo dan berhenti di samping rumah gubuk berdinding tripleks.
"Kak Damar," sapa Dodik yang lagi merawat kelinci.
"Iya Dodik."
"Kemana saja dua hari gak mancing?"
"Kerja cari uang.
Cari Kak Bilqis ya..!
Itu lagi di kebun, ambil daun pisang.
Kak, ada mas Damar datang."
"Iya Dik, bentar."
"Duduk sini Mas, aku buatin kopi. Habis ini makan bareng.aku masak pepes ikan keting."
"Bisa masak emang?"
"Bisalah Mas, masak cewek gak bisa masak," jawab Bilqis,
"Enak loh masak kan ku hehehehe."
***
"Ayo makan dulu, seadanya. Nasi putih ikan pepes keting dan mujahir."
"Dapat mancing nieh..?"
"Gak Mas, kemarin pas kamu kesini kan sungai banjir hingga meluap. Pagi - pagi aku dan Dodik cari ikan, yaah ini dapat nya.
Ini kopinya Mas.
Dodik gak makan..?"
"Nanti aja kak, ini lagi sibuk merawat kelinci."
"Enak sekali masakannya," ujar Damar.
"Enak ya masakan ku, ini belajar dari Mama ku."
"Mama mu mana..?"
"Sakit Mas, kambuh sesak nya.
Yaah sejak malam - malam mas disini itu. Kan sore mama tidur, ternyata kambuh sesaknya."
"Berarti sudah tiga hari ini ya..?"
"Iya Mas.
Mama memang sering kambuh. Karena, kadang gak punya uang buat beli obat mahal. Terpaksa beli obat yang murah - murah.
Kasihan Mama ku, tersiksa sekali."
"Papa mu mana..?"
"Itu di belakang rumah, gunting plastik aqua gelas. Kan Papa kerjanya cari barang bekas, lalu di setor ke pengepul.
Aku juga sering bantu Papa saat pulang sekolah.
Oh iya Mas, sebelum nya aku minta maaf yang sebesar besarnya ya.
Barangkali aku salah.
Aku minta ijin, untuk mengadaikan laptop pemberian mu, untuk bayar ujian. Besok senin terakhir bayar nya. Karena... Papa ku gak ada uang. Sudah pinjam ke teman - teman nya juga gak ada."
"Berapa bayarnya..?"
"Semua 9 juta Mas. Aku nunggak bayar sekolah selama setahun. Belum bayar sama sekali."
"Gak usah mengadaikan laptop, habis ini aku kasih uang."
"Iya Mas.
Tetapi aku malu sebenarnya. Kamu terlalu baik.
Apa kamu punya uang sebanyak itu..?"
"Ada Bilqis.
Di tas ku ini ada uang ces 4 juta. Nanti ambil di ATM sama aku.
Hari minggu ini kamu ulang tahun ya?"
"Iya Mas, kok tau kamu..!"
__ADS_1
"Aku dapat pemberitahuan dari facebook.
"Bilqis Elisa berulang tahun. Apa anda akan memberi selamat"
Gitu tulisannya."
"Hehehehe.
Iya, malam itu setelah kamu belikan iPhone, aku pasang aplikasi Facebook dan instagram juga WA.
Aku ingin tau informasi dunia luar."
"Sudah makannya, kenyang dan enak sekali," kata Damar.
"Ini kopinya Mas."
"Oh iya, aku bawa kado ulang tahun untuk mu," kata Damar kemudian mengambil kantong plastik agak besar dan tas kain warna biru,
"Ini, terimalah."
"Iya Mas Damar, terimakasih.
Kok besar dan berat sekali, apa sih isinya.
Bentar Mas, aku taruh kamar dulu."
"Buka saja di kamar gak apa - apa."
"Iya. Siaap," jawab Bilqis kemudian masuk kamar kumuh, lalu membuka kantong biru kecil,
"Ini box perhiasan. Ini surat suratnya. Subhanallah... Berlian seharga 1,2 M. Bagaimana bentuk perhiasan ini, coba aku buka.
Yaa Allah... Indah sekali, ada kalung, gelang, dua cincin dan anting juga beqel kaki.
Yang bungkus besar ini apa..? Coba aku buka.
Pakaian, bagus sekali. Ada kosmetik ada sepatu dan sandal.
Kerja apa sebenarnya mas Damar ini?"
*****
"Terimakasih ya amas, atas kado ulang tahunnya.
Bilqis jadi menangis membuka kado itu.
Karena, baru pertama kali ini aku memiliki perhiasan, berlian lagi. Dan pertama kali mempunyai pakaian bagus."
"Sama - sama Bilqis."
Setelah nyeruput kopi dan menyulut rokok, Damar berkata,
"Apa boleh aku bawah Mama mu ke rumah sakit..?"
"Boleh saja Mas, tetapi Papa ku gak ada uang.
Gak usah mas, kamu sudah banyak membantu ku.
Biarkan Mama minum obat apa adanya."
"Gak apa - apa, aku punya uang untuk berobat Mama mu. Ayo kita ijin sama Papa mu."
"Baiklah kalau Mas Damar maksa."
***
"Pa..."
"Iya Bilqis."
"Siang Om."
"Siang juga mas Damar," balas Pak Anjar,
"Sudah di bikinin Kopi mas Damar nya. Ajak makan sana."
"Sudah Pa.
"Boleh Bilqis.
Silahkan Mas Damar, tidak apa - apa. Om juga sedih lihat Mama nya Bilqis sakit. Om tidak punya uang untuk berobat ke rumah sakit."
"Baiklah Om.
Om tidak usah memikirkan biaya pengobatan, semua saya yang tanggung.
Yang penting, Tante sembuh dan sehat kembali."
"Terimakasih Mas Damar."
"Om di rumah saja dulu sama Dodik, biar saya sama Bilqis yang ke rumah sakit. Nanti kalau rawat inap, Bilqis akan telpon Dodik."
"Baiklah Mas Damar."
"Bilqis, kamu mandi ya, ganti baju baru tadi, dan kamu pakai perhiasannya, biar terlihat cantik.
Aku tak telpon Dimas, suruh ngantar mobil kesini."
Setelah terhubung dengan Asisten Dimas,
"Mas Dimas masuk kerja apa libur hari minggu ini..?"
"Masuk kerja bos, stanbay di cafe Ayu satu. Menunggu bos datang."
"Kalau gitu, kamu ke Desa Sumorejo, dan parkir di jalan pinggir sungai. Calon mertua ku sakit. Butuh mobil untuk ke rumah sakit.
Aku kirim Lokasinya."
"Baiklah bos."
Sambil menunggu, Damar menikmati kepulan asap rokok sambil main game slot Domino.
"Mas Damar... Menang apa kalah," tanya Dodik.
"Menang, jadi 20b ini."
"Aku minta chip nya ya mas?"
"Ok, aku kasih 5b."
"5b mas..?
Aku jual saja mas yang 3b buat jajan," sahut Dodik
"Gak usah di jual, ini mas Damar kasih uang 100 ribu buat jajan dan saku sekolah besok.
Chip nya buat main game saja. Pasang bet besar gitu loh, biar dapat chip banyak."
"Makasih Mas.
Ok, aku pasang bet besar habis ini."
Tingtung Tingtung!
Telpon berdering.
"Bos, sudah ada di pinggir sungai."
"Kamu tunggu sebentar."
"Baiklah bos."
"Ayo mas," ajak Bilqis yang berdiri di depan Damar.
"Kak...! Kamu cantik sekali," kata Dodik adik nya.
"Iya cantik, di dandani sama Mas Damar."
"Apa Mas Damar calon suami mu..?"
"Kalau iya kenapa," kata Bilqis.
__ADS_1
"Ya gak apa - apa, kan enak kalau kakak jadi istrinya mas Damar. Aku bisa minta chip setiap hari sama mas Damar.
Mas Damar orangnya baik gak pelit. Gak kayak suaminya kak Desi, pelit.
Ini aku di kasih uang jajan 100 ribu."
"Desi siapa Dodik," tanya Damar,
"Kakak ku yang pertama mas."
"Jadi kamu tiga bersaudara..?"
"Iya Mas," jawab Bilqis,
"Desi kakak ku sudah menikah dan punya anak satu. Sekarang tinggal di Surabaya, ikut suaminya.
Ayo mas, kok malah lihatin aku terus..?"
"Hahahaha..!
Kamu terlihat cantik sekali kalau dandan.
Ayo kita tuntun Mama mu ke jalan raya. Mobilnya sudah siap."
****
Setelah berada di dalam mobil Terios, Dimas melajukan mobilnya pelan - pelan.
Tak seberapa lama, mobil pun memasuki halaman rumah sakit Kirana, dan berhenti di lorong pintu UGD.
Tanpa di perintah, dua orang suster membawa strecther tempat tidur khusus orang sakit. Lalu memindahkan ibu Hanan ke strecther dan dengan cepat mendorong strecther ke ruang khusus UGD.
Damar dan Bilqis duduk di ruang tunggu sambil menunggu konfirmasi dari dokter.
"Rumah sakit kirana ini terkenal mahal Mas, ini salah satu rumah sakit terbaik di kota Sidoarjo."
"Gak apa - apa, yang penting sembuh. Kalau gak sembuh, aku pindahan ke rumah sakit internasional surabaya."
"Keluarga ibu Hanan," panggil seorang suster.
"Iya Sus," jawab Damar dan Bilqis kemudian masuk ruang dokter.
***
"Ibu anda tekena radang paru - paru dan penyempitan saluran pernafasan. Jadi, ibu anda harus menjalani rawat inap selama 10 hingga 14 hari."
"Apa tidak ada tindakan operasi dokter,x tanya Damar.
"Tidak Mas.
Cukup di lakukan perawatan khusus."
"Baiklah dokter, saya minta kamar ruang inap Vip, dan pengobatan yang terbaik."
"Baiklah Mas, ikuti suster kami.
Ini ada obat yang harus di tebus, sekalian administrasi UGD."
"Baiklah dokter," jawab Damar kemudian mengikuti dua orang suster.
"Ini ruangannya Mas, Ruang Vip blok mawar kamar no satu."
"Baiklah suster terimakasih.
Apa ada sewa kamar untuk istirahat keluarga..?"
"Ada Mas, khusus Vip ada kamar sewa istirahat untuk keluarga yang menjenguk."
"Terimakasih suster."
"Sama - sama Mas."
"Bilqis, mana resep dari dokter tadi?"
"Ini Mas, mahal, obatnya 1 juta 700 ribu plus dokter UGD."
"Dimas, pergilah ke Administrasi, bawa resep ini dan kamu bayar."
"Baik Bos."
***
"Bilqis... Mama mu masih tidur, itu akibat obat tidur biar gak batuk - batuk.
Kamu telpon Dodik, kasih kabar Papa mu. Dan kasih alamat rumah sakit dan kamar ruang inap."
"Iya Mas."
Damar yang duduk santai di ruang tunggu sambil berfikir,
"Ternyata Bilqis kalau pakai baju bagus dan merias wajahnya, terlihat sangat cantik sekali. Firda saja kalah cantik. Apalagi memakai perhiasan berlian, terlihat seperti gadis kalangan Elit dari keluarga pengusaha kaya raya.
Yang bikin aku heran... Orang miskin, tinggal di bantaran sungai, kok anak - anak nya memanggil Papa Mama ya..?!
Kok gak panggil bapak atau ayah. Ibu atau emak..!
Tadi.. Waktu masuk kamar Mama nya Bilqis, aku melihat foto keluarga. Ada pak Alex, ada ibu Hanan, ada Desi, Bilqis dan dodik. Foto lama masa dulu
Aku melihat senyum pak Alex yang bahagia, dengan setelan baju putih, jas biru, dan dasi merah garis garis hitam.
Ibu Hanan juga tersenyum bahagia, dengan corak baju bagus cap mahal.
Ada yang aneh..?!
Ada foto berdua, pak Alex dan ibu Hanan di depan mobil BMW model lama.
Apakah keluarga Bilqis ini keluarga pengusaha yang bangkrut ya..?
Iya iya, aku mengerti sekarang.
Dari foto itu... Ada petunjuk bahwa keluarganya Bilqis adalah keluarga pengusaha kaya yang bangkrut.
Hatiku mengatakan itu."
"Mas Damar...
Melamun saja..!"
"Bilqis...
Boleh aku memeluk mu," kata Damar pelan.
"Boleh Mas," jawab Bilqis kemudian duduk mendekat. Kemudian Damar memeluk tubuh Bilqis penuh kasih sayang.
Tak lama kemudian Damar melepas pelukannya.
"Bilqis, apa boleh aku bertanya sesuatu?"
"Boleh Mas..."
"Dimas...
Sudah bayar nya?"
"Sudah Bos."
"Sekarang kamu jaga ibu Hanan ya, aku mau ke depan dulu sama Bilqis, mau ngopi."
"Baiklah Bos.x
"Ayo Bilqis," ajak Damar kemudian mengandeng tangan Damar.
Setelah berada di luar rumah sakit, Damar menunjuk dan berkata,
"Itu ada KFC, kita ngobrol di sana ya, sambil ngopi."
"Boleh..."
Setelah masuk KFC dan memesan makan dan minum, Damar dan Bilqis duduk di ruang terbuka.
*Bersambung.
__ADS_1