Makam Keramat

Makam Keramat
Keraguan kang Mamat


__ADS_3

Di dalam mobil, Damar berkata,


"Sul... Mampir ke bank Asia sebentar ya."


"Ok."


Setelah mencairkan cek 200 milyar dan memasukkan ke rekening Bank Asia, Damar melanjutkan kembali perjalanan ke rumah sakit.


"Mar," panggil Samsul sambil mengemudikan mobil.


"Apa," sahut Damar.


"Aku lihat ada tanah dijual, sekitar pabrik sepatu. Tanahnya luas, 200 meter x 100 meter. Tetapi minta nya mahal e. 2,8 M. Gak masuk akal," ujar Samsul.


"Mahal sebab dekat dengan pabrik Sul, tempatnya strategis," kata Damar.


"Iya, pinggir jalan tempatnya."


"Gak apa - apa, kamu beli saja besok. Lalu kamu bikin kos kossan.


Kalau jadi 100 kamar kan lumayan. 500 rb x 100 \= 50 juta," ujar Damar,


"Lumayan kamu nganggur setiap bulan menerima 50 juta.


Paling 2 atau 3 tahun balik modal mu. Selanjutnya tinggal untungnya."


"Baiklah, besok aku beli saja," setuju Samsul.


"Kalau ada tanah di jual, pinggir jalan raya kamu beli saja Sul. Nanti kamu jual lagi," nasehat Damar.


"Jual beli tanah gitu," tanya Samsul.


"Iya...


Iseng - iseng, siapa tau kamu untung besar," ujar Damar.


"Ok ok."


"Jangan boros - boros," ujar Damar,


"Uang mu kamu gunakan baik 7 baik biar gak nyesel. Pakai bisnis saja."


"Siaaap.


Inna juga dapat seminggu ini belajar bisnis jual beli perhiasan. Rencananya juga mau buka butik di Surabaya," kata Samsul.


"Emang Inna punya uang," tanya Damar.


"Katanya minta modal sama Mama nya," ujar Samsul.


"Kamu gak ingin pasang nomer togel lagi," tanya Damar


"Hahahaha..!" Samsul tertawa terbahak - bahak,


"Mulai mulai..!"


"Tetapi nomer nya gak jitu, gak jamin keluar.


Dapat mimpi soalnya," ujar Damar.


"Emang mimpi apa," tanya Samsul.


"Di kejar - kejar Harimau putih," ujar Damar.


"Kata Mak ku sih, itu tandanya mau mendapatkan derajat," kata Samsul,


"Yaa nanti aku pasang lah 108 siapa tau dapat.


Pasang 08 sejuta 108 sejuta saja."


"Kok ada kepala satunya," tanya Damar.


"Harimau kan 08. Harimau nya kan ada satu. Jadi satu pakai kepala saja," ujar Samsul.


"Kalau sejuta tiga angka dapat 350 juta Sul. Gak sekalian pasang 100 juta. Dapatnya 700 juta," usul Damar.


"Gak ah, kamu itu ngawur saja. Pasang togel kok sampai ratusan juta," ujar Samsul,


"Iya kalau dapat kalau tidak..?"


"Kalau ingin dapat uang banyak ya harus pasang banyak," ujar Damar.


"Dah sampai, kita cari parkir.

__ADS_1


Kamu tau kamar rawat inap nya?"


"Ini tadi sudah di WA


Kamar Elizabet no 01," kata Damar.


Setelah bertanya pada seorang satpam, Damar dan Samsul berjalan menuju lorong.


"Jenguk siapa sih Mar," tanya Samsul.


"Shinta."


"Shinta..! Sakit apa Shinta," ujar Samsul kaget.


"Paling juga sakit mental," kata Damar.


"Mas Damar," panggil kang Mamat.


"Iya Kang."


"Ini kamarnya Non Shinta.


Kebetulan Non Shinta terjaga. Mari masuk," ujar Kang Mamat,


"Nyonya... Ada Mas Damar."


"Baiklah Kang Mamat, ibu akan keluar," ujar Ibu Heni.


Setelah Ibu Heni keluar ruangan, Damar masuk sendirian mendekati Shinta yang tidur tiduran miring.


*****


Tanpa bicara... Damar memegang telapak tangan Shinta.


"Shinta..?"


Mendengar suara Damar, Shinta membalikkan badan, lalu meneteskan air mata sambil memegang erat jemari Damar.


"Tambah jelek saja kalau menangis.


Badan kurus sekali, gak ada **** **** nya.


Kalau gak ****, siapa yang mau. Aku juga tidak mau," ujar Damar menggoda.


Sama siapa kesini."


"Sama Samsul."


"Kok tau aku disini," tanya Shinta.


"Mama mu tadi siang ke rumah ku. Menyuruh ku untuk menjenguk mu. Makanya aku tau kamu ada disini," ujar Damar,


"Aku tadi mampir ke cafe fafa milik mu, aku beli kentang goreng sama udang goreng saus dan dua berger.


Duduklah, ayooh kita makan bersama."


"Baiklah Mas," kata Shinta yang terlihat kurus sekali.


Setelah duduk bersandar bantal, Damar menyuapinya kentang goreng.


"Sudah Mas, aku tak ambil udang sendiri ya."


"Iya...


Habisin ya, makan yang kenyang biar sehat biar ada tenaganya.


Kamu harus sekolah, karena sebentar lagi ujian kelulusan."


"Iya Mas.


Kamu jangan pulang dulu ya?"


"Aku nginep sini kok, nungguin kamu. Tetapi, nanti aku keluar sebentar."


"Mana HP ku Mas..?"


'Sebentar ya, aku tanya kang Mamat."


Di balik pintu, Damar berkata,


"Kang... HP nya Shinta mana?"


"Ada di laci meja Mas Damar," sahut Kang Mamat.

__ADS_1


"Oh iya Mang Mamat," ujar Damar,


"Kang...


Suka pasang nomer togel gak..?"


"Yaah kadang - kadang pasang Mas, waktu santai ngopi, seribu dua ribu. Hanya iseng iseng saja."


"Kang, gak butuh uang..?"


"Mas... Lama amat sih ambil HP nya," teriak Shinta.


"Bentar, lagi ngobrol urusan laki - laki," ujar Damar,


"Gimana kang, gak butuh uang..?"


"Yaah butuh Mas Damar. Bentar lagi anak pertama masuk SMA, dan renovasi dapur belum di keramik. di tambah lagi istri mau melahirkan, usia kandungan nya sudah 8 bulan."


"Ada saldo kang di bank Asia..?"


"Ada Mas Damar, hanya 2 juta, uang persiapan persalinan istri. Takut sewaktu waktu melahirkan."


"Kang Mamat, uang 2 juta itu, kang Mamat pasangkan nomer togel sekarang ya. No108.


Pasang 2 juta."


"Nanti kalau gak dapat gimana Mas..?"


"Nanti aku ganti cas, di meja kamar rawat inap itu, aku lihat banyak amplop.


Sepertinya isi uang dari orang yang menjenguk Shinta."


"Iya Mas, itu isinya uang pemberian dari teman - temannya Tuan dan Nyonya Darwin untuk Shinta. dan dari saudaranya Non Shinta."


"Tau saja kang Mamat ini kalau isi uang."


"Kan saya Mas, yang merapikan meja dan menjaga Non Shinta."


"Ya sudah kang, pasang 108 2 juta ya?"


"Siap - siap Mas Damar."


*****


"Lama amat sih Mas," sewot Shinta.


"Lagi ngobrol bentar sama kang Mamat,


Ini HP mu, ada di laci.


Banyak banget amplop di laci."


"Itu amplop isinya uang Mas, kalau gak cek.


Shinta di kasih relasi kerjanya Papa dan Mama. Juga di kasih saudara. Ada yang di kasih pegawai nya Papa Mama.


Mas Damar ambil saja amplop - amplop itu. Untuk ngopi Mas Damar sama Samsul."


"Gak ah, aku masih punya uang kok."


"Ambil saja Mas, dari pada di ambil adik - adikku," kata Shinta,


"Kamu pakai ngopi sama Samsul sana.


Aku gak butuh uang itu."


"Iya iya, nanti aku simpan."


*****


Di ruang tunggu, kang Mamat duduk bersama Samsul, sementara ibu Heni masih pergi keluar.


Sambil membuka aplikasi Togel Naga 505, kang Mamat berkata dalam hati,


"Pasang togel... Apa enggak ya..?


Banyak amat pasang nya, 2 juta. Iya kalau dapat..!


Iya kalau di ganti sama mas Damar, kalau tidak..? Bisa kacau..!


Bismillah.


Pasang saja kalau gak keluar nomer togelnya, minta ganti sama Mas Damar saja."

__ADS_1


*Bersambung.


__ADS_2