
Jam 12 siang, Damar dan Sarah berjalan memasuki Cafe ayu.
"Selamat siang bos," sapa direktur Angga dan beberapa pegawai PT Podomoro sambil berdiri.
"Siang juga semuanya, silahkan duduk kembali.
Jam istirahat ya?"
"Iya bos."
"Mbak Lusi, tambah cantik saja," goda Damar
"Hehehehe, bisa saja si bos ini."
"Mbak Lilik yang cantik dan imut, sini!"
"Siap mas bos."
"Nona Sarah mau makan siang. Sayur Asem sama empal daging sapi dan bergedel. Dua porsi.
Kopi luwak dan teh madu jeruk nipis juga dua aqua."
"Siap mas bos."
"Itu pegawai PT Podomoro kamu catat, mau makan apa?"
"Siap mas bos."
"Direktur Angga, ajak makan semua anak buahnya, Nona Sarah yang traktir."
"Iya Bos.
Nona Sarah, terimakasih."
"Sama - sama."
*****
Sambil makan siang, Damar berkata,
"Mbak Beki, apa mobil honda jazz untuk mu sudah ada?"
"Sudah bos. Asisten Dimas telah membeli dua mobil untuk aset perusahaan.
Yang satunya mobil BMW untuk direktur Angga."
"Bos...
Saya mengambil beberapa pegawai untuk kepentingan PT Podomoro.
Ini Mbak Ratna direktur keuangan, ini Mas Reza kepala gudang dan pengadaan barang. Ini mas Yanto HRD menangkap personalia juga Humas. Ini Mbak Ira Administrasi
Saya juga mengambil pegawai ofisboy dan kurir."
"Iya direktur Angga.
Direktur keuangan Mbak Ratna, apa ada uang perusahaan sekarang?"
"Tadi saya di beri nomer rekening perusahaan sama sekretaris Lusi. setelah saya cek, hanya ada uang sebesar 4 milyar Tuan.
PT Podomoro seharusnya memiliki 4 rekening bank."
"Berapa uang yang di butuh kan perusahaan saat ini," tanya Damar.
"Tinggal CEO saja Tuan. Jika ingin PT Podomoro menjadi perusahaan besar dan mempunyai nama di dunia bisnis, maka uang modal awal ya harus besar.
Minimalnya 500 M."
"Mas Reza kepala gudang dan pengadaan barang, apa yang kamu butuhkan untuk perusahaan ini..?"
"Banyak Tuan.
Pertama saya butuh lahan sekitar satu hektare di wilayah sekitar surabaya sidoarjo.
Lahan ini di gunakan sebagai gudang penyimpanan bahan material.
Jika kita beli pasir, batu bata, semen, dll di galangan, itu terlalu mahal dan terlalu lama dalam pengiriman.
Dan lagi, belum tentu ada barang yang kita beli dalam jumlah besar."
Setelah menyulut rokok, Damar berkata,
"Jadi kita harus beli pasir, batu bata, semen, koral dll dalam jumlah besar. Lalu disimpan di gudang ya?"
"Iya Tuan.
Yang pokok - pokok saja.
Setelah kita memiliki material sendiri, jika ada tempat proyek membutuhkan bahan bangunan, manajer lapangan tinggal telpon saja. Dan orang bagian gudang tinggal kirim ke lokasi."
"Iya iya...
Jadi kita langsung beli semen di pabrik ya, beli pasir di pengepul langsung."
"Iya Tuan,
Itu lebih murah dan mudah untuk operasional perusahaan kita.
Tetapi... Kalau untuk proyek besar, kita kerja sama dengan pihak - pihak terkait, dalam masalah bahan bangunan."
"Baiklah, akan aku transfer uang modal awal 1 triliun," ujar Damar,
"Sarah... Kamu transfer ke rekening PT Podomoro ya. Ini HP nya."
"Iya Mas."
"Direktur keuangan, kasih Nona Sarah nomer rekening nya."
"Iya Tuan."
"Sudah masuk Mbak Ratna, coba di cek."
"Iya Nona."
"Direktur Angga, kamu beli mobil baru ya, untuk aset perusahaan. Biar di pakai transportasi karyawan. Terserah beli mobil apa, asal jangan yang jelek.
Beli mobil BMW untuk direktur keuangan. Beli kijang innova, Avanza atau honda jazz."
"Baiklah bos."
"Silahkan kerja kembali."
__ADS_1
*****
"Mas..."
"Iya Sayang, ada apa," jawab Damar yang sedang melihat Youtube di situs Kontruksi pembangunan perumahan.
"Mepet sini, tak kasih tau.
Lihat di Youtube ini, ada chanel PT Podomoro General kontraktor.
Setelah aku cek, sekarang PT Podomoro sudah punya chanel di yuotube, instagram, twitter dan facebook.
Lihat, di laman bisnis, iklan nya bertebaran.
Lihat ini di twitter,
Ruko Elima di bangun oleh PT Podomoro General kontraktor.
PT Podomoro General kontraktor siap menjalin hubungan kerjasama dengan pengembang real Estate dan Kontruksi yang bersifat umum dan pribadi.
PT Podomoro telah melakukan promosi besar besaran mas.
Jika PT Podomoro melebarkan sayap ke bidang Real Estate dan kuliner, dan berbagi bidang lainnya, maka Podomoro itu bisa menjadi grup bisnis, yaitu Podomoro grup."
"Selamat siang Tuan, maaf menganggu."
"Silahkan duduk kang Mamat."
"Terimakasih Tuan.
Ini Mas Sukarno sopir yang kita bicarakan kemarin."
"Pernah kerja di mana cak No ini, maaf tak panggil Cakno saja ya, biar enak."
"Kerja di PT Inka grup Tuan. Selama 5 tahun. Dan menjadi sopir pribadi selama setahun."
"Sekarang umur berapa Cakno ini?"
"Umur 25 tahun Tuan."
"Sudah punya anak istri belum?"
"Sudah Tuan. Istri satu, anak dua."
"Berapa biasanya menerima upah perbulan?"
"UMR Tuan, 4, juta 700 ribu perbulan."
"Baiklah, mulai sekarang Cakno bisa kerja dengan saya ya, sebagai sopir pribadi saya. Masalah gaji bulanan, nanti ikut PT Podomoro.
Hemmm.
Mengapa berhenti bekerja Cakno ini..?"
"Saya di pindah di kota Semarang Tuan. Saya memilih mengundurkan diri, karena jauh dari keluarga."
"Perusahaan apa itu PT Inka..?"
"Inka adalah perusahaan Farmasi milik pengusaha dari keluarga Darwin Tuan."
"Darwin, Darwin..?"
"Maaf Tuan," sela kang Mamat,
Makanya saya kenal dengan kang Sukarno ini, karena saya dan kang Sukarno sama - sama bekerja di PT Inka milik keluarga Darwin.
Hanya saja, saya di tarik oleh pak Darwin untuk menjadi sopir pribadi nya Non Shinta. Sedangkan kang Sukarno ini tetap berada di perusahaan."
"Oh, begitu.
Ya sudah, sekarang Cakno pergi ke kantor PT Podomoro di sebelah cafe ini ya. Ada papan tulisan nya kok.
Nanti temui personalia."
"Baiklah Tuan."
"Masalah kerja sip siang atau malam, kalian atur saja sama kang Mamat."
"Baiklah Tuan."
*****
"Assalamualaikum," sapa Shinta kemudian memeluk Damar lalu cium pipi kanan kiri.
"Salam...
Duduk sini Shinta. Sudah makan belum..?
Dari mana, kok jam dua siang belum pulang."
"Dari ngurusin bisnis cafe sama toko roti.
Nih aku bawain roti untuk kamu dan untuk ibu Farida."
"Makasih.
Dah makan belum..?"
"Sudah di cafe Fafa."
"Kenalkan, ini Sarah temen ku, anak SMAN 04."
"Shinta."
"Sarah."
"Ini Sarah yang tadi malam ikut ziarah di makam wali ya," tanya Shinta.
"Iya Shinta," jawab Sarah.
"Kok tau kamu," tanya Damar.
"Tau dari status WA nya Sari juga status nya Tiyas.
Cantik - cantik kalau pake jilbab dan jubah hehehehe."
"Tadinya kamu mau tak ajak ke makam semalam, ternyata kamu pulang."
"Iya Mas, maaf ya, hati ku tiba - tiba kacau tadi malam," jawab Shinta,
"Kapan ziarah lagi, aku ikut ya?"
__ADS_1
"Sekarang saja," sahut Sarah iseng.
"Ziarah kemana siang - siang siang gini," tanya Damar.
"Aku dulu pernah diajak rombongan orang kampung ke makam kyai kholil Bangkalan dan ke makam Batu Ampar Madura.
Hemmmm... Bagaimana kalau kita main ke sana?"
"Ok, disini juga duduk - duduk, mending kita jalan - jalan," ujar Damar,
"Shinta, ikut ya?"
"Baiklah, aku juga gak ada acara. Papa Mama ku masih di Jakarta.
Ayooo Sarah."
"Ok."
Setelah menyuruh sopir barunya pulang, Shinta, Damar dan Sarah meluncur ke arah jembatan suramadu menuju pulau madura.
"Shinta, sudah pernah ke pulau madura," tanya Sarah.
'Belum Sarah, ini pertama kalinya.
Mas, udah pernah ke madura..?"
"Belum," jawab Damar yang duduk di jok depan dekat sang sopir.
Kang Mamat, apa tau makam kyai kholil di bangkalan?"
"Tau Tuan.
Saat saya libur kerja, sering di suruh nyopir sama orang orang kampung untuk mengantar ziarah ke makam para wali.
Jadi, saya tau jalan dan tempatnya."
Tingtung Tingtung!
HP Damar berdering tanda apa panggilan masuk via WA. Setelah tersambung,
"Selamat siang pak Beny..?"
"Siang juga Mas Damar. posisi lagi di mana Mas?"
"Lagi perjalanan ke kota Bangkalan pak.
Ada apa pak, apa sudah selesai surat ijin nya?"
"Iya Mas, surat ijin pengembang real Estate dan kuliner sudah selesai."
"Baiklah pak Beny, nanti asisten saya akan saya suruh ambil dokumennya di kantor bapak, sekalian melunasi tagihan jasanya."
"Baiklah Mas
Selamat siang."
*****
Shinta dan Sarah terlihat akrab saling bercerita dan canda tawa di dalam mobil, juga saling berbagi no WA.
"Ada apa sih, dari tadi tertawa terus,x celetuk Damar.
"Rahasia wanita," jawab Shinta,
"Cowok gak boleh tau."
"Hemmm."
"Sudah sampai Tuan," ujar kang Mamat sambil membelokkan mobilnya kemudian parkir.
"Turun dulu, aku mau ganti baju," ujar Shinta.
"Kang Mamat turun langsung menuju warung kopi."
"Mas, gak turun, malah lihat Sarah dan aku ganti baju."
"Lihat saja kan gak lecet, Kalau gak ada Sarah, paling suruh nungguin," jawab Damar kemudian keluar mobil.
"Sarah...
Apa Mas Damar sering melihat mu buka baju..?"
"Iya Shinta, kadang aku mau ganti baju, mas Damar gak mau beranjak pergi dari kamar ku. Malah tidur - tiduran.
Ya aku biarkan saja dia melihat ku buka baju."
"Emang Mas Damar sering tidur di kamar mu..?"
"Dua kali, pas ngantar aku pulang, dia capek dan tidur di kamar."
"Apa kamu punya hubungan spesial dengan mas Damar..?"
"Tidak, aku dan mas Damar hanya sebatas teman saja, teman tapi mesra. Dan, aku menikmati saja pertemanan ini."
"Gitu ya, makanya kamu santai dan gak sakit hati atau cemburu waktu tadi aku peluk cium mas Damar di cafe."
"Hehehehe.
Buat apa cemburu dan sakit hati, gak penting.
Ayo Shinta, kita turun."
*****
Setelah solat Asar, Damar ziarah ke makam bersama. Setelah itu Shinta dan Sarah duduk di bawah pohon depan halaman masjid.
Sementara Damar masih meneruskan wirid di depan makam.
"Shinta...
Menurut ku, mas Damar itu sangat mencintai mu. Kadang, ketika mas Damar merindukan mu, di saat hubungan mu dengan mas Damar retak, dia, mas Damar melampiaskan rasa rindu itu ke aku.
Aku yang menjadi sasaran untuk pelampiasan rindunya.
Aku tidak bodoh.
Aku bisa membaca keadaan dan perasaan hati seseorang.
Itulah akhirnya aku menjadi teman tapi mesra bagi mas Damar.
Walau awalnya aku canggung, lama - lama aku terbiasa dan menikmati nya.
__ADS_1
Bahkan, lambat laun aku mulai mencintainya."