
"Intan," panggil Damar.
"Iya Bos."
"Belikan amplop 100 biji ya. Lalu ambil uang di ATM 25 juta.
Terus, per amplop kamu isi 200 ribu."
"Baiklah Bos."
Selesai makan, tiba - tiba Ita memeluk Damar dari belakang lalu mencium pipi kiri kanan.
"Hemmm.
Bikin kaget aja kamu."
"Om Rudi, silahkan duduk," kata Ita,
"Mau minum apa Om?"
"Kopi hitam agak pahit."
"Baiklah."
"Ita... Itu ada ibu ku."
"Mana..?"
"Itu kelihatan, yang pakai baju hijau muda"
"Oh iya, bentar ya!"
****
"Malam Tante," sapa Ita kemudian salim.
"Eee, Ita, sama siapa..?"
"Sama teman Tante. Ada perlu bisnis sama Kak Damar."
"Ya sudah, di lanjut saja."
"Baiklah Tante.
Met malam..."
"Malam juga Ita."
"Mas, lihat anak mu Damar itu. Gonta ganti perempuan, kayak gak punya dosa saja!"
"Ya biarin lah, nama nya juga masih bujang. Barangkali cari yang cocok dengan seleranya."
"Kamu itu Mas, sama saja kayak Damar."
"Yaah bapak nya kok gak boleh sama?"
"Tetapi Bilqis ini, ibu baru tau anaknya. Gak pernah di bawah pulang, cantik juga dia."
****
"Ini Om Rudi, yang ingin ketemu Om."
"Kenalkan, saya Damar Om."
"Saya Rudi, orangnya Tuan Jhoni.
Ada yang bisa saya bantu..?"
"Saya ingin tau berapa kekayaan keluarga Dirman pemilik perusahaan PT indo plastik dan PT Nirwana, yang berada di daerah Sepanjang. Dan berapa dana keuangan perusahaan?"
"Baiklah, akan saya cek dulu di laptop saya.
Di mulai dari PT indo plastik Sepanjang Sidoarjo
Ok sudah ketemu. Sekarang aku lacak lewat nomer telpon perusahaan.
Ok ketemu. Nomer telpon direktur kita lacak bentar. Ini nomer Dirman Santuso presiden direktur.
Apa ini orang nya..?"
"Bilqis, kamu lihat fotonya, apa benar?"
"Iya benar, itu Dirman."
"Bentar, aku cek nomer rekening nya. Biasanya di simpan di hp. Ini ada foto no rekening. Ada juga no pin nya. Ada 4 no rekening.
Coba di cek dulu di lewat ATM, enak ada pin nya, tinggal masuk.
Sebentar, aku nyalahin laptop satunya lagi ya, bentar."
"Lacak nomer telpon PT indo plastik. Nomer telpon direktur keuangan. Cek data transaksi perusahaan. Pemilik saham," perintah Damar.
Setelah satu jam lebih, pak Rudi Hecker berkata,
"Dirman Santoso memiliki kekayaan sebesar dua Triliun.
Kekayaan perusahaan termasuk saham, sebesar 14 T. Dan PT Nirwana 10 T.
Mana nomer WA mas Damar. Akan aku kirim nomer telpon semua pegawai penting di kedua PT tersebut, dan pemegang saham tunggal. Juga alamat rumah Dirman, dan jenis transaksi.'
"Ini Om, nomer WA bisnis saya."
"Tunggu lima menit masih loading.
Sudah masuk semua mas Damar."
"Terimakasih Om Rudi."
"Sama & sama mas Damar."
"Om, aku minta nomer rekening nya, aku mau kasih hadiah."
"Gak usah mas Damar. Saya sudah di bayar oleh Papa nya Non ita.
Saya kesini atas permintaan keluarga tuan Jhoni.
Kecuali atas nama pribadi.
Kalau begitu, saya permisi dulu. Selamat malam."
"Malam juga om Rudi."
"Nona Ita, aku duluan."
"Baiklah Om."
*****
"Kak, siapa itu, cantik banget?"
"Oh iya, sampai lupa. Kenalkan ini Bilqis."
"Ita."
"Bilqis."
"Bilqis, apa kamu pacarnya kak Damar..?"
"Iya Ita."
"Ita, sudah jam 9, kakak mau ziarah dulu."
"Iya kak, aku gak ikut kak. Besok aku ujian soalnya. Doain aku naik kelas.
Kalau gitu aku balik dulu."
"Iya Ita."
"Ayo Bilqis, pamit ibuku."
****
"Buk... Damar dan Bilqis mau ziarah ke makam Pamenang. Ini malam terakhir, sudah 40 hari."
"Iya Mas, hati - hati.
Gak pulang kamu malam ini..?"
"Enggak, tadi pulang ibu gak ada.
Salim dulu, Bilqis salim sama ibu."
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
**
"Cakno, Intan, ayo ke makam."
"Baiklah Tuan.*
Setelah masuk kedalam mobil, Cakno melajukan pelan - pelan mobilnya keluar dari halaman parkir cafe Ayu satu.
__ADS_1
"Intan... Sudah isi amplopnya?"
"Sudah bos. Sisa uang 5 juta."
"Kamu taruh dasbor untuk keperluan mobil.'
"Siap bos."
***
Mobil melaju perlahan - lahan menembus keramaian jalan yang agak macet.
Bilqis yang yang sedang bahagia menyandarkan kepalanya di bahu Damar dengan manja.
Sepanjang jalan Damar memutar otak, hingga tak seberapa menghiraukan Bilqis,
"Bagaimana ya, caranya merebut kembali perusahaan milik Papanya Bilqis.
Kalau aku beli sahamnya, gak mungkin. Nilai saham dua perusahaan itu sebesar 28 T. Sedangkan uang ku di rekening bank Asia tinggal 5 T. Di bank Hongkong hasil mencuri milik si dukun pesugihan ada 6 T.
Dulu, Dirman menipu pak Anjar Papanya Bilqis dengan cara di guna - guna hingga linglung. Dalam keadaan linglung, tidak sadar, pak Anjar di suruh tanda tangan pengalihan perusahaan.
Akhirnya tanda tangan. Seketika itu, hilang semua perusahaan dan aset berharganya. Berpindah tangan atas nama Dirman.
Setelah semua hartanya hilang, pak Anjar baru sadar.
Hemmm...
Nanti aku tanya pada ki Rekso Jagad. Dia jin yang sakti."
"Sudah sampai Tuan," kata Cakno yang sudah menghentikan mobilnya di tempat parkir.
"Iya Cakno.
Ayo Bilqis turun, kita solat isak dulu di mesjid."
Setelah turun dari mobil, Damar mengandeng tangan Bilqis kemudian berjalan menuju mesjid untuk menunaikan solat isak juga solat sunnah dan wirid, setelah itu Damar pergi berziarah di makam kyai Pamenang.
Selesai berziarah... Damar mengajak Bilqis menuju warung langganan lalu duduk di atas keramik.
"Intan, pesankan kopi hitam ya.
Bilqis mau minum apa?"
"Teh hangat saja."
***
"Intan... Kamu sudah beli nasi untuk di teras masjid..?"
"Sudah Tuan."
"Sekarang kamu bagikan uang yang ada di amplop itu ya. Kamu berikan pada orang - orang yang duduk - duduk di teras depan masjid dan teras samping masjid.
Kalau ada sisanya, kamu bagikan pada para pedangan pinggir jalan."
"Baiklah Bos," jawab Intan kemudian bergegas pergi.
"Aduuuuh..!
Ganti lagi ceweknya," ujar Inna yang tiba - tiba berdiri di samping Damar,
"Nemu saja perempuan cantik."
"Sama siapa Inn..?"
"Sama mas Samsul."
"Kenalkan, ini Bilqis," kata Damar.
"Inna..."
"Bilqis."
"Assalamualaikum," sapa Samsul.
"Waalaikumsalam.
Duduk sini Sul, sebelah ku. Kangen aku, lama gak pernah main bareng.
Kapan - kapan kita minum vodca bir bintang bersama," kata Damar.
"Siaaap," sahut Samsul,
"Iya, kita lama gak main bersama. Kamu juga sekolah sering bolos, sibuk bisnis."
"Inna... Bilqis ajak ngobrol, ajak makan sana loh."
"Iya, ini juga lagi ngobrol."
"Bisnis kos kossan. Sudah punya 500 kamar."
"Lumayan, 500 ribu x 500 kamar jadi 250 juta perbulan.
Aku saja belum pernah menerima uang dari hasil bisnis ku.
Kerja belum pernah menerima bayaran sepeser pun.
Mengeluarkan uang terus menerus."
"Belum kali Mar, nanti kamu juga akan menerima hasil kerja keras mu.
Apa cafe Ayu milik mu rugi, kok kamu gak pernah dapat uang..?"
"Gak rugi sih, malah untung.
Uang hasil keuntungan sama manajer ku di simpan di bank.
Setahun sekali keuntungan cafe akan di transfer ke rekening ku."
"Terus perusahaan Kontruksi mu apa gak jalan..?"
"Jalan Sul, cuma belum mempunyai keuntungan sama sekali. Masih proses."
"Lah terus, dapat duit darimana kamu, kalau usahamu belum menghasilkan kan uang.
Sedang kan kamu tiap hari mengeluarkan uang terus..?"
"Yaah itu yang kadang aku pikirkan.
Yaah tetapi ada saja rejekinya, berkat barokahnya Mbah wali Pamenang.
Kamu bisnis buka usaha kos - kos saja."
"Enggak.
Inna buka usaha butik toko baju di surabaya dan jual beli onlain perhiasan dan kosmetik Marvis, kerja sama dengan ibu mu.
Kalau aku mau ternak ayam sama ikan saja, dan ternak burung. Di rumah aja Mar, sama anak istri. Yang penting ada pemasukan tiap bulan buat kebutuhan rumah.
Kasihan Inna hamil kalau aku tinggal kerja keluar rumah."
"Baguslah.
Uang mu masih ada kan..?"
"Banyaklah Mar.
Di makan tujuh turunan juga gak bakal habis hahahaha.
Ya ad 3 T.
Rencana mau bagun kos kossan lagi di wilayah surabaya, ini masih cari lahan."
"Ya sudah kalau masih banyak uang mu. Jangan boros - boros.
Kamu beli mobil lagi 10 unit, buat rental sewa mobil, buat sampingan."
"Iya Mar, aku pasti ingat nasehat mu.
Heeee akrab bangeeet baru kenal juga."
"Hehehehe...
Ini calonnya bu Nyai Mas. Calon istrinya mas Damar.
Pinter mas Damar memilih calon istri, gadis baik - baik, cantik dan pinter.
gak kayak cewek geng Hello kity, ancur semua hehehehe.
Contoh nya aku ini, hamil di luar nikah, gara - gara pergaulan bebas."
"Sudah jam 12 malam, aku pulang dulu, kalian lanjut aja."
"Ok ok."
"Ayo Bilqis.
Inna bayar pesanan ku."
"Iya, beres."
*****
__ADS_1
Mobil pun meluncur ke arah surabaya kota menuju perumahan Elizabet.
Setelah menurunkan Intan di depan cafe Ayu, mobil pun melanjutkan perjalanan.
Tak lama setelah itu, mobil Rolls Royce memasuki pintu gerbang halaman rumah mewah.
Setelah turun, Damar menyodorkan uang 300 ribu kepada Cakno.
"Buat beli rokok Cakno."
"Terimakasih Tuan.
Kalau begitu, saya pamit pulang.'
"Iya Cakno, hati - hati.
Ayo masuk Bilqis."
"Iya Mas," jawab Bilqis sambil melihat kemewahan bangunan rumah.
Sambil berjalan masuk rumah, Bilqis mengingat masa kecil nya yang tinggal di rumah mewah bersama Papa Mama nya.
Setelah memasuki kamar utama, Damar langsung mandi air hangat kemudian mengenakan baju tidur,
"Bilqis... Kok melamun..?
Mandi sana biar seger, habis itu istirahat tidur.
Baju tidurnya ada di gantungan lemari."
"Iya Mas.
Kalau melihat bangunan ini, ku teringat masa kecil ku dulu.
Ya sudah, aku tak mandi dulu, habis ini tidur."
Selesai mandi dan memakai baju tidur, Bilqis mendapati Damar sudah tertidur.
Bilqis menaiki spring bet lalu tidur di samping Damar,
"Hemmm... Pertemuan yang begitu cepat. Setelah mengenal Mas Damar tiga hari, aku tidur di sampingnya..?
Tak ku sangka semua ini terjadi.
Tidak pernah punya pacar, sekali punya pacar, langsung di ajak tidur sekamar.
Bagaimana kalau aku hamil kayak Desi kakak ku..?
Tetapi... Apa iya mas Damar akan memaksa ku berhubungan badan..?!! Dia solat dan wirid juga ziarah ke makam wali, masak akan memperkosa ku..?!! Gak mungkin lah. Dia pemuda baik."
****
Malam terus merambat pelan, waktu berjalan kian cepat.
Langit cerah secerah senyum istri muda.
Bintang - bintang bertebaran bagai serbuk embun terhempas selimir nya angin malam yang berlalu.
Suara pungguk burung derkuku mendekur di tengah malam terdengar menyayat hati, namun juga membuat bulu kudu berdiri.
Bilqis yang tertidur lelap tak sadar telah memeluk tubuh hangat Damar yang berselimut kan mimpi indah.
Mendengar suara burung derkuku yang berada di atas pohon yang terletak di taman teras kamar, Bilqis pelan - pelan membuka kedua matanya, lalu perlahan - lahan mengangkat lengan nya dari atas tubuh Damar.
"Hemmmm...
Mengapa aku jadi memeluk mas Damar ya?
Suara burung derkuku itu terus menerus mendekur. Membuat ku terbangun.
Sudah jam tiga dini hari, lebih baik aku solat tahajjud."
Setelah wudhu, Bilqis mencari mukenah untuk solat tetapi tidak menemukan nya. Lalu Bilqis keluar kamar untuk mencari tempat ruang pasolatan.
Setelah menemukan, Bilqis langsung menunaikan solat tahajjud. Setelah mendawam kan wirid surat surat Al Ikhlas dan berdoa, Bilqis mengambil Al qur'an yang ada di atas meja pojok ruangan.
****
Adzan subuh berkumandang, Bilqis pun menghentikan bacaannya lalu berdiri kemudian berjalan masuk kamar utama.
"Mas...
Mas..?"
"Iya Bilqis."
"Sudah adzan subuh, kamu gak solat..?"
"Iya," jawab Damar kemudian bagun, langsung menuju kamar mandi.
***
Selesai solat subuh berjamaah, Bilqis menuju ruang Dapur lalu menyalahkan kompor.
"Masak apa," tanya Damar kemudian duduk di kursi meja makan lalu menyalahkan laptop.
"Masak air, buat kopi untuk mu."
Setelah membuka kulkas, Bilqis mengeluarkan daging ayam dan sayur segar juga bumbu pecel.
Sambil menanak nasi, Bilqis membersihkan sayur lalu merebusnya.
"Ini mas kopinya."
"Mbak - mbak yang biasanya masak kemana kok kamu yang masak..?"
"Mbak Mbak siapa Mas..?"
"Pembantu rumah tangga. Kan ada dua."
"Masih tidur kali."
"Biasanya subuh sudah bangun dan masak."
"Sudah, biarin saja, kasihan. Aku juga bisa masak."
***
*Berita Bisnis Indonesia.
Laporan pemasaran PT Marvis kosmetik. Beberapa produk baru setelah penarikan produk lama yang di palsukan, kini mulai ramai di nanti para konsumen. Dalam beberapa hari ini, pihak perusahaan kewalahan dalam memenuhi permintaan pasar.
Biro hukum yang di tunjuk oleh PT Marvis, yang bekerjasama dengan pihak kepolisian, telah berhasil menangkap dan mengungkapkan jaringan pemalsuan kosmetik bermerek Marvis. Kelompok jaringan internasional ini berbasis di jakarta.
"Direktur keuangan PT Marvis kosmetik mengatakan, akibat pemalsuan produk Marvis kosmetik, mengakibatkan keuangan perusahaan turun dratis, dan rugi hampir 6 T dalam waktu dua bulan. Dan perusahaan hampir kolep.
*Direktur PT Marvis.
kondisi PT Marvis kosmetik perlahan - lahan membaik, harga saham juga mulai naik.
Keuangan perusahaan mulai merangkak positif.
Dalam kurun waktu satu hinga dua bulan ini, kondisi PT Marvis akan normal kembali, dan bersiap meraih keuntungan yang besar.
"Alhamdulillah...
PT Marvis milik ku tidak jadi gulung tikar. Kalau bangkrut, aku rugi 10 T."
"Mas... Sudah matang. Makan dulu nasi pecel ayam goreng."
"Iya Bilqis, terimakasih.
Hemmm, kelihatan nya enak ini, kayak masakan ibu."
"Pasti enak dong..! Kan dari kelas satu SMP aku sudah belajar masak."
"Hemm, gitu ya.
Enak masakannya," puji Damar.
Selesai sarapan, Bilqis mencuci piring. Sementara Damar belajar ilmu manajemen bisnis dan Kontruksi.
"Bilqis..."
"Iya Mas."
"Jam berapa terakhir bayar uang ujian."
"Jam tiga sore Mas."
"Nanti kita pergi ke sekolahan mu ya. Kamu lunasi."
"Iya Mas."
"Bilqis ini kayak ibu ku ternyata. Habis solat subuh, bikin kopi, masak, makan bersama lalu cuci piring"
Gak banyak tanya lagi," gumam Damar dalam hati.
"Mas, aku tak lihat - lihat taman di sekitar rumah ya?"
"Iya Bilqis.
Rumah Dirman ada di Perumahan Delta indah . Perumahan lumayan Elit harganya paling murah 2 M. Coba aku cek di google.
__ADS_1
Harga rumah Dirjo Blok A no 5. Harganya 8 M.
Nanti malam aku temui kyai Ndaru. Aku akan minta petunjuk. Bagaimana aku bisa mengambil kembali harta milik Papa nya Bilqis."