Makam Keramat

Makam Keramat
Bertemu Kyai Ndaru


__ADS_3

"Sejak kamu gigit kaki ku, aku mengalami hal aneh. Salah satunya, aku merasa kenal dengan diri mu sudah sangat lama. Dan tidak takut lagi sama kamu," ujar Damar


"Kedua... Setelah kamu gigit, aku tidak sadarkan diri selama 7 hari 7 malam. Dan di rawat di rumah sakit.


Kamu ini siapa sebenarnya..?


Harimau kok bisa bicara kayak manusia."


"Aku adalah abdi kyai Ali Wafa. Akulah yang menjaga makam kyai Ali Wafa ini."


"Nama mu itu loh siapa," tanya Damar


"Nama ku ki Ageng Ndaru, biasa di panggil kyai Ndaru."


"Kamu itu makhluk apa..?"


"Aku bangsa jin Gus, yang berwujud harimau."


"Seumur umur belum pernah aku lihat jin," kata Damar,


"Baru kamu ini jin yang aku lihat.


Coba kamu ceritakan, asal usulnya kamu kok bisa jadi penjaga makam kyai Ali Wafa. Kok gak jadi penjaga parbrik atau penjaga pasar..?"


"Kalau penjaga pabrik itu namanya satpam Gus."


"Hahahahaha..!


Hampir subuh bisa saja kamu ngelawak.


Yaah satpam lah, siapa juga yang bilang petani," ujar Damar,


"Ayo ceritakan..."


"Dulu... Setelah jaman kejayaan wali songo gelombang ke terakhir mulai runtuh, syeh Ali Wafa menyandarkan kapal nya di pesisir laut utara di wilayah kabupaten Tuban Jawa Timur," kata Kyai Ndaru,


"Setelah syeh Ali Wafa turun dari kapal, kapal itu kembali berlayar.


Syeh Ali Wafa kemudian berjalan dari satu desa ke desa lainnya. Pada suatu hari... Syeh Ali Wafa melintasi lereng gunung kapur di waktu sore hari. pada saat berjalan pelan - pelan, aku sangat terganggu dengan mantra - mantra yang di bacanya. Sebagai jin yang menguasai wilayah Gunung Kapur, aku langsung menghadang syeh Ali Wafa dan aku langsung menyerang nya. Aku ingin membunuh syeh Ali Wafa.


Tetapi...


Ilmu kesaktian yang aku miliki, tidak bisa melukai syeh Ali Wafa. Jangankan membunuh...! Menyentuh saja tidak bisa.


Akhirnya syeh Ali Wafa memukul ku dengan sorbannya. Hanya dengan sekali sentuhan kain sorban, aku jatuh terkapar. Seluruh badan ku sangat panas. Dan tubuh ku berubah wujud menjadi harimau.


Setelah aku minta maaf berkali - kali, akhirnya aku di maafkan, lalu di obati dan langsung sembuh. Sejak itu aku menjadi murid syeh Ali Wafa.


Dengan wujud baru ku sebagai harimau, aku mengikuti dan menemani syeh Ali Wafa kemana beliau pergi.


Syeh Ali Wafa bilang, aku bisa berubah menjadi wujud asliku, apabila syeh Ali Wafa wafat."


"Kemana saja pergi nya kyai Ali Wafa semasa hidupnya," tanya Damar.


"Syeh Ali Wafa pergi keliling daerah Tuban, Lamongan, Gresik dan Surabaya.


Ketika beliau pergi ke ujung Timur pulau, dan melewati desa Sani kecamatan Waru kabupaten Sidoarjo, syeh Ali Wafa tiba - tiba jatuh sakit.


Setelah di rawat beberapa hari oleh orang desa Sani, beliau wafat.


Dan di makamkan di sini Gus. Setelah di makam kan, aku bisa merubah wujud ku seperti semula. Tetapi... Aku sudah terlanjur nyaman dengan wujud harimau ini, maka, aku sering berwujud harimau."

__ADS_1


"Mengapa kyai Ndaru gak pulang kembali ke Gunung Kapur Tuban. Kok malah tinggal di sini, di desa Sani..?"


"Aku sangat senang kepada guru ku syeh Ali Wafa. Hingga aku putuskan untuk menjaga makam syeh Ali Wafa."


"Apa kyai Ndaru punya istri dan anak..?"


"Punya Gus...


Istri ku wanita jin dari desa Sani sini. Dan kami mempunyai 2 anak laki - laki dan 1 perempuan."


"Di makam ini, apa ada orang yang pernah kamu temui selain aku," tanya Damar.


"Ada Gus, tetapi orangnya lari ketakutan.


Kedua kamu Gus."


"Mengapa kamu mau menemui ku..?"


"Syeh Ali Wafa senang sama kamu, aku di suruh membantu mu waktu kamu riyadhoh disini."


"Emangnya kyai Ali Wafa masih hidup gitu, kok bilang senang sama aku. Kan beliau sudah wafat," ujar Damar.


"Dalam pandangan orang awam, Syeh Ali Wafa memang terlihat wafat. Tetapi pada hakekat nya, syeh Ali Wafa masih hidup. Syeh Ali Wafa hanya pindah alam. Jasadnya saja yang mati. Tetapi ruh nya tetap hidup abadi.


Jadi, syeh Ali Wafa bisa melihat dan mengetahui siapa saja yang ziarah untuk mendoakan nya."


Mendengar penuturan kyai Ndaru jin penjaga makam, Damar agak bingung, namun Damar bisa menangkap maksud ucapan nya.


"Kyai Ndaru asik juga ngobrol sama kamu, jadi betah aku di sini.


Oh iya, Riyadhoh itu apa..?"


"Riyadhoh itu melakukan amalan spiritual untuk mendekatkan diri pada Allah," jawab kyai Ndaru,


"Jadi... Kalau solat sunnah malam dan wiridan itu namanya Riyadhoh ya?"


"Iya Gus...


Tetapi bukan solat sunnah malam saja. Gus solat lima waktu lalu wirid secara istiqomah, itu namanya Riyadhoh. Mendekatkan diri ke Allah lewat amalan ibadah."


"Kyai, sudah terdengar tarkhim subuh, aku mau pulang dulu ya, besok - besok kita ngobrol lagi.


Oh iya, satu lagi.


Aku mau beli tanah untuk usaha, tetapi tanah itu mahal sekali. Apa perlu tanah itu aku beli...?"


"Beli saja Gus, jangan ragu - ragu jika melakukan kebaikan. Jika niatnya baik, pasti akan berkah, dan Allah akan memberi jalan kemudahan."


"Baiklah, aku pamit dulu, Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam," jawab kyai Ndaru lalu menghilang.


*****


Adzan subuh terdengar berkumandang. Damar memarkir motornya di teras lalu masuk kamar lewat pintu samping.


Setelah mandi dan memakai sarung, Damar pergi ke dapur.


"Darimana saja kamu, kok subuh baru pulang," tanya ibu Farida yang lagi masak nasi di Megikom.


"Dari nganterin Ita pulang, terus mampir ngopi di makam kyai Ali Wafa."

__ADS_1


"Kamu itu suka mainin anak gadis orang, berapa gadis yang kamu pacari..!?


Habis Shinta, Aisah, sekarang Ita. Apa kamu pingin niru kakek mu, punya banyak istri ha..!


Anak gadis orang di ajak tidur sekamar, gak di nikahi. Apa gak malu sama tetangga, apa gak takut dosa..?


Bagaimana besok kalau kamu punya anak perempuan, lalu di buat mainan orang lain..?


Karma itu ada, dan pasti akan datang pada mu."


"Hemmm, subuh - subuh sudah di omelin."


"Ibu ngomel itu, karena sayang sama kamu, biar anak anaknya ibu gak salah jalan."


"Iya Buuuk..."


*****


Selesai solat berjamaah, Damar kembali ke kamar untuk tidur.


Jam 06:20 dengan rasa kantuk yang amat sangat, Damar berangkat sekolah dengan memacu motor bututnya.


Ketika berada di parkiran, wali kelas Damar menyapa,


"Damar... Sudah sembuh sakitnya?"


"Sudah Pak, tetapi belum pulih sepenuhnya," jawab Damar berbohong.


"Kalau belum sehat betul, gak usah masuk sekolah dulu, istirahat saja di rumah sampai pulih."


"Iya pak."


*****


Setelah mengikuti beberapa mata pelajaran, bel istirahat berbunyi. Para siswa siswi berhamburan keluar kelas menuju kantin.


Seperti biasa, suasana kantin ramai canda tawa.


"Shinta... Gimana kabarnya, dua minggu gak masuk sekolah," sapa Wina juga Sherly.


"Baik baik saja," jawab jawab Shinta yang lagi makan bakso.


"Tumben makan berdua sama Niken, Damar gak di ajak..?"


"Hemmm...


Kamu ajak aja dia makan bakso sana."


"Hemmm..."


"Hahahaha!" Sherly tertawa terpingkal - pingkal.


"Ngapain kamu ketawa," ujar Wina.


"Lucu aja. Lagian Shinta dah ninggalin Damar, kamu masih tanya aja, sok bego lu Win."


"Denger gosip, katanya Damar lagi jalan deh sama Ita Mayangkara," sahut Niken.


"Iya, semalam aku lihat status nya di WA, lagi makan bareng Damar," kata Sherly.


"Fotonya, Ita pakai jubah hitam dan kerudung putih," timpal Wina.

__ADS_1


"Syukurlah kalau dah ada gandengan nya," sahut Shinta.


*Bersambung.


__ADS_2