Makam Keramat

Makam Keramat
Kakek Marin


__ADS_3

"Kang, pertigaan depan belok kiri ya, ke desa Nagrek."


"Iya tuan."


"Mau kemana kak..?"


"Mau menengok kakek dan Nenek Marin."


"Siapa mereka..?"


"Itu kakek nenek ku," orang tuanya ibu Farida mertua mu.


Lama aku gak ke sana. Ibuk pesan, aku di suruh menjenguk. Katanya kangen sama cucunya yang ganteng ini."


"Hehehehe.


Iya percaya kalau ganteng."


"Depan itu kang rumah nya, yang ada pohon beringin yang halamannya luas."


"Iya tuan," jawab kang Mamat kemudian pelan - pelan membelokkan mobilnya.


"Ayo turun semua," kata Damar sambil membuka pintu mobil kemudian turun di ikuti Sarah.


"Assalamualaikum," sapa Damar kemudian masuk rumah.


"Waalaikum salam," jawab Nenek Marin.


"Ya Allah..! Kamu Mar," kata nenek Marin kemudian menciumi pipi Damar cucunya,


"Lama gak ketemu sudah besar tambah ganteng..!


Pak..!


Ada Damar cucu mu."


"Ya Allah... Kemana saja kamu leee. Kok lama gak jenguk kakek nenek mu?"


"Sibuk pacaran Kek."


"Halah..! Kok niru kakek mu kamu itu," sahut Nenek Marin,


"Ayoo makan dulu di dapur."


"Masak apa Nek..?"


"Masak sayur lodeh ikan asin dan telor dadar.


Atau Nenek belikan rujak ulek bu Susi depan rumah itu..?"


"Beli rujak saja Nek, sama gado - gado, sebentar Nek, biar Sarah yang beli.


Sarah... Ajak Intan beli rujak di depan rumah ini, sebrang jalan. Nenek gado - gado senegannya. Kang Mamat belikan juga.


Sama rokok gudang garam merah dua bungkus."


"Iya Kak."


"Nek... Badan ku capek semua, pengen di pijitin Nenek."


"Iya Nenek pijitin.


Tengkurap sini saja ya, di ruang keluarga sambil nonton tv. Beli rujak juga antri."


"Iya Nek.


Nenek apa masih kerja mijit..?"


"Nenek sudah jarang mijit sekarang. Sama ibuk mu gak mu gak boleh mijit. Ibuk mu beli tanah di belakang rumah ini, kakek nenek mu di suruh memelihara ayam sama bebek juga ikan untuk mengisi kegiatan di rumah."


"Apa nenek di kasih uang sama ibu, kok gak boleh kerja mijit..?"


"Iya, setiap bulan di kasih uang ibuk mu, buat makan dan jajan. Ibuk mu sekarang banyak uangnya. Gak kayak dulu. Dulu boro - boro ngasih nenek uang, buat kasih jajan kamu saja pinjam tetangga.


Dulu ibuk mu sangat miskin Damar, miskin sekali.


Kadang... Dulu ibu mu kesini minta beras sama nenek. Nenek kadang jengkel sama bapak mu itu. Punya anak istri jarang ngasih nafkah, mabuk tiap malam.


Namanya anak... Yaa Nenek kasih beras uang juga lainnya.


Sekarang alhamdulillah... Ibu mu banyak uang, wajah nya terlihat cantik, putih. Kalau kesini sama bapak mu naik mobil pajero."


"Berarti ibuk sama bapak sering kesini ya Nek..?"


"Iya sering.


Itu Nenek di belikan hp sama ibuk mu, untuk hubungan keluarga.


Kamu nya saja yang lama gak jenguk kakek nenek mu."


"Nek... Apa bener, kakek itu punya istri banyak..?"


"Iya Mar..!


Punya istri tujuh, tetapi cerai semua. Hanya nenek mu ini yang di tungguin sama kekek mu.


Kamu jangan niru kakek mu ya... Kawin cerai! Kasihan nanti anak istri mu kalau kamu kawin cerai.'


"Lah, kenapa kakek kok suka kawin cerai, kan ada sebabnya Nek. Barangkali istrinya kurang cantik, barangkali servisnya kurang..?"


"Memangnya motor apa, pakai di servis," sahut Nenek Marin,


"Kawin cerai, sebab istrinya banyak tuntutan dan berani sama suaminya."

__ADS_1


"Kakek kemana Nek..?"


"Lagi kasih makan ayam paling, kalau gak bikin pagar kebun."


"Kak..."


"Iya Sarah.


Dia jodoh ku Nek."


"Ini rujak nya, Nek, ini gado gado buat nenek sama kakek," kata Sarah.


"Sebentar, Nenek ambilin piring dan sendok.


Pak, ini di belikan gado - gado."


"Sebentar, aku solat asar dulu, sudah adzan ini," jawab Kakek Marin.


Damar dan Sarah juga Nenek marin menikmati makan bersama di depan tivi ruang keluarga.


Sementara... Di tempat solat, Kakek Marin duduk bersila setelah selesai solat.


Sambil membaca Dzikir ismudzat, Kakek Marin berkata dalam hati,


"Apa yang ada di dalam dompet nya Damar cucuku itu..?


Cahaya melingkar menaungi seluruh tubuhnya.


Subhanallah...


Sepasang Cabe Jatiroso.


Hanya orang - orang kelas waliyullah yang memiliki pusaka itu.


Tetapi... Mengapa bisa Damar memiliki pusaka itu..?! Padahal Damar cucuku masih anak - anak, umurnya juga masih 18 tahun.


Kalau sampai pusaka itu di salah gunakan, bisa rusak kehidupan Damar di masa depan.


Pusaka Cabe Jatiroso itu membuat Damar jadi pemberani, berwibawa, cerdas dalam berpikir dan di segani banyak orang, dan banyak di cintai orang, terutama orang perempuan.


Damar juga mempunyai tiga teman bangsa jin. Semua bersumber dari kyai Mustajab guru ku juga gurunya Farida.


Berkat doa Farida ibunya... Damar bisa menjadi kaya raya dan banyak memiliki usaha.


Iya iya...


Baru tau sekarang aku."


"Pak, buruan di makan, keburu gak enak nanti," ujar Nenek Marin.


"Iya...


Ini sudah selesai."


"Ya gitu Kakek mu itu. Kalau solat suka lama wiridnya," kata Nenek Marin,


"Barangkali ngobrol sama malaikat Nek," sahut Damar,


"Kayak kyai saja wirid suka lama - lama."


"Kakek mu dari dulu emang suka lama kalau wiridan. Dari ibuk mu masih bayi ya gitu. Gak tau apa yang di wirid," kata Nenek Marin.


"Emang kakek ngaji apa sih Nek, kok suka wirid lama lama dari dulu..?"


"Ngaji Torekot ke kyai Mustajab tetangga desa Nagrek sini. Setelah kyai Mustajab wafat... Kakek mu ngaji torekot ke kyai Hasan.


Setelah kyai Hasan wafat, kakek mu berhenti ngaji.


Tetapi, ganti ngaji nya di makam Mbak wali Doyong."


"Aku mau solat asar dulu Nek, habis solat aku mau kerja cari uang," kata Damar kemudian berdiri,


"Sarah, ayo solat, malah merebahkan badan."


"Iya Kak."


Selesai solat Asar, Damar mendekati kakek neneknya yang berada di dapur.


"Kakek... Nenek, Damar mau pergi dulu, mau kerja cari uang."


"Iya Mar, hati - hati."


"Ini ada uang buat kakek dan nenek," kata Damar kemudian salim. Begitu juga dengan Sarah ikut salim,


"Assalamualaikum..."


"Waalaikumsalam."


Baru saja mobil melaju pelan - pelan keluar halaman rumah kakek Marin... Hp Damar berbunyi.


"Pak Beny pengacara," guman Damar lirih,


"iya pak Beny..?"


"Mas Damar posisi di mana..?"


"Dalam perjalanan ke cafe ayu satu. Ada apa pak Beny..?"


"Gak apa - apa mas Damar. Ini saya lagi di perumahan Delta permai, rumah nya Nona Bilqis. Lagi ngecek beberapa dokumen. Apa mas Damar bisa mampir sebentar kesini. Barangkali mau melihat kondisi rumah dan perabotannya."


"Bisa pak Beny. Ini saya ada sekitar Waru.


Sebentar ya pak, ini otw," jawab Damar kemudian mematikan Hp,

__ADS_1


"Hemmm...


Mau minta uang bayaran jasa saja pakai alasan ngecek dokumen.


Kang, ke perumahan Delta Permai."


"Baiklah Tuan."


Tak seberapa lama, setelah bertanya kepada seorang secuirity, mobil Damar kemudian memasuki halaman rumah mewah di Blok A no 5.


"Intan... Kamu turun, lalu kamu foto dan kamu rekam semua isi rumah, dan luar rumah," kata Damar kemudian turun,


"Sarah ayoo."


"Selamat sore Mas Damar," sapa pak Beny.


"Sore juga pak Beny.


Apa rumah ini sudah kondisinya sudah aman pak," tanya Damar sambil duduk di teras.


"Sudah mas Damar, siap di tempati sewaktu waktu. Sertifikat sudah atas nama Bilqis Elisa."


"Kok bisa cepat pak ngurusnya?"


"Biasa mas Damar, indonesia, jangan kaget hahahaha.


Kalau ada uang pasti sat set gercep gerak cepat.


Menurut dokumen yang saya telusuri, sebenarnya, rumah ini atas nama bapak Anjar papa nya Bilqis. Lalu di sita pihak bank. Kemudian di tebus sama pak Dirman. Lalu di balik nama atas nama istri pak Dirman.


Dan sekarang sudah atas nama Bilqis Elisa."


"Kalau dua perusahaan itu pak, atas nama siapa..?"


"Atas nama pak Dirman. Sekarang sudah atas nama Bilqis juga dua duanya. Tadi jam 11 siang baru selesai dokumen surat nya.


Hanya surat kendaraan yang belum sempat saya urus mas Damar. Karena waktu nya terbatas.


Kemungkinan besok anak buah saya yang akan mengurus semuanya."


"Ada kendaraan apa saja pak..?"


"Ada Rolls Royce warna hitam, ada dua mobil BMW keluaran terharu. Alpahrd dan Fortuner.


Motor Vario dan scupy."


"Banyak ya mobilnya pak Dirman ada 5."


"Mobil itu atas nama anak - anaknya dan istrinya Mas.


Pak Dirman punya anak cowok kuliah semester satu, cewek sekolah SMA kelas dua, dan cewek kelas dua SMP.


Jadi, mobil 5 unit itu ya untuk orang lima mas."


"Mobil BMW kan ada dua pak, tolong yang satunya atas namakan Sarah Amalia. Ini orangnya.


Sarah, nanti kamu kirim identitas kamu ya, buat ngurus surat kendaraan."


"Iya Kak."


"Saya mau lihat - lihat isi rumah dulu ya pak."


"Silahkan mas Damar."


"Pak Beny...


Rumah ini apa tidak ada satpam nya?"


"Tidak ada mas Damar. Apa mas Damar membutuhkan jasa security..?"


"Iya pak, takutnya ada yang neror penghuni rumah ini nanti."


"Jangan khawatir mas Damar, ini salah satu perumahan elit. Setiap satu jam, keamanan berkeliling bergantian. Setiap ada orang tak di kenal sama secuirity, pasti di tanyakan siapa dan ada keperluan apa.


Satu blok ini hanya ini hanya ada 100 rumah saja.


Saya juga sudah menghubungi secuirity, bahwa rumah ini sekarang akan di huni olah Nona Bilqis."


****


"Intan...


Kamu bawah semua dokumen di lemari kamar utama ini ya.


Barusan aku lihat banyak dokumen surat surat."


"Baiklah tuan.


Ini sangat banyak sekali dokumennya."


"Sarah...


Kamu bantu nona Intan bawah ke mobil."


"Iya kak."


****


"Baiklah pak, kalau begitu saya permisi dulu. Besok pagi saya akan mengunjungi perusahaan milik Nona Bilqis."


"Baiklah mas Damar, besok hubungi saya jika di perlukan."


"Mari pak Beny.

__ADS_1


Nanti sisa uang pembayaran jasa pak Beny, nanti saya transfer di perjalanan."


"Baiklah mas Damar, terimakasih banyak."


__ADS_2