Makam Keramat

Makam Keramat
Ngumpul di rumah Damar


__ADS_3

"Hirbala... Apakah pak Dirman akan sadar setelah kita pergi..?"


"Tidak Gus.


Besok sore baru sadar. Karena pengaruh tipu daya ku saat ini masih sangat kuat.


Besok sore mulai melemah."


"Ok, pinter kamu.


Habis ini kamu ikut aku senang - senang."


"Iya Gus."


Tingtung Tingtung!


Hp Damar berdering.


"Iya Sarah..."


"Katanya mau jemput, ini malam minggu. Apa gak ngajak aku jalan - jalan..?"


"Iya, ini perjalanan ke rumah mu."


"Aku ada di cafe ayu satu kak."


"Ok sayang, sebentar lagi sampai," ujar Damar kemudian mematikan Hp,


"Kang, cafe ayu satu."


"Baiklah Tuan."


Di dalam mobil, Damar menelpon pak Beny Abraham.


"Malam Pak..."


"Malam juga mas Damar."


"Saya sudah mendapatkan tandatangan pak Dirman. Saya tunggu bapak di cafe Ayu satu."


"Baiklah mas Damar," jawab pak Beny Abraham terheran - heran,


"Bagaimana bisa dapat tanda tangan secepat ini..?"


"Sudah sampai Tuan," kata kang Mamat menghentikan mobilnya.


"Kang, suruh Cakno menjemput Nona Bilqis di rumah sakit Kirana,"perintah Damar sambil turun mobil.


"Baiklah Tuan.


Tuan..." panggil kang Mamat kemudian turun dari mobil.


"Ada apa Kang..?"


"Saya butuh uang Tuan, untuk biaya pendaftaran anak masuk sekolah SMA, dan untuk membeli laptop untuk anak saya. saya mau kasbon."


"Iya Kang, aku transfer Mbanking saja ya, aku gak bawah uang cas.


Mana nomet rekening nya?"


"Iya Tuan.


Ini Tuan nomer rekening nya."


"Sebentar kang...


Sudah masuk kang 10 juta. Gak usah kasbon, aku kasih untuk anak - anak.


Kalau perlu uang, kang Mamat bilang saja ya, gak usah sungkan."


"Iya Tuan.


Terimakasih banyak Tuan."


"Sama - sama Kang Mamat."


*****


Melihat Sarah duduk menghadap laptop, Damar langsung memeluk dari belakang lalu mencium pipi Sarah.


"Ah, Kakak ini, gak malu apa di lihat pegawainya?"


"Selamat malam mas Damar..."


"Malam juga pak Beny. Silahkan duduk sini saja."


"Saya mau lihat tandatangan nya pak Dirman."


"Ini pak, ini foto dan videonya."


Setelah meneliti dengan cermat, salah satu tim Pak Beny berkata,


"Ini sudah sah menurut hukum."


"Baiklah mas Damar, saya dan tim akan tanda tangan sebagai saksi, juga akan memberi stampel. Dan selaku Notaris.


Saya harap, mas Damar mengakui kami berempat sebagai saksi."


"Baiklah pak Beny."


"Besok, kami akan mengerahkan masa untuk mengusir keluarga Dirman dan menguasai semua aset - asetnya.


Saya juga akan koordinasi dengan pihak kepolisian.


Saya minta pada Mas Damar untuk memberi dana operasional untuk besok pagi. Karena, malam ini saya akan menghubungi pihak kepolisian dan preman bayaran. Besok kami akan melakukan exsekusi."


"Baiklah pak Beny, sesuai perjanjian, akan aku transfer 2 M dulu. Setelah semua beres, sisanya akan saya berikan."


"Kalau begitu, saya pamit dulu, karena banyak yang harus saya kerjakan malam ini.


Ini salinan fotocopy nya surat - surat perjanjian hutang piutang dan surat pengalihan hak kepemilikan aset."


"Iya pak Beny."


****


"Assalamualaikum Sarah..."


"Waalaikumsalam Bilqis," jawab Sarah kemudian memeluk dan mencium pipi Bilqis,


"Duduk sini, Mas Damar juga baru datang. Itu masih di parkiran ngantar tamunya."


*****


"Kamu baru datang Bilqis," tanya Damar kemudian salaman lalu mencium pipi Bilqis.


"Iya Mas."


Setelah duduk di sisi Sarah, Damar menulis pesan di grup WA 4 sekawan.


*Malam minggu makan malam di cafe ayu satu, bayar sendiri - sendiri. malam nya dugem di diskotik Helowwin.


*Aldy:


Ok


*Erik:


Ok


*Samsul:


Meluncuuuur


"Sarah... Sudah pernah ke hiburan malam diskotik belum?"


"Belum Kak."


"Gak kepingin tau..?"

__ADS_1


"Kepingin sih, tetapi gak ada yang ngajak."


"Bilqis sudah pernah..?"


"Belum mas."


"Nanti kakak ajak main."


Tak lama kemudian Aldy dan Erik datang, begitu juga Samsul dan Inna juga datang.


"Aduuuuh..! Enaknya jadi bos.


Malam minggu duduk di apit dua gadis cantik," kata Inna yang baru datang,


"Sengol kanan, sengol kiri!"


"Sarah... Apa kabar..?


Tambah cantik saja."


"Baik Inna.


Kenalkan, ini pacarnya kak Damar."


"Inna."


"Bilqis."


"Nemu saja saja mas Damar ini yang bening - bening."


Sambil menikmati makan malam, Damar bertanya pada Erik,


"Rik, kamu putus sama Sari..?"


"Iya."


"Aldy, kamu juga putus sama Tiyas ya?"


"Iya."


"Gak apa - apa putus, cari lagi. Laki - laki, masih muda, banyak duitnya.


Gampang, tinggal pilih.


Lagian kalian sudah untung kan..?"


"Hehehehe," Inna tertawa pelan,


"Yaah untung lah, keluar masuk hotel, Belum yang di rumah!"


"Sebenarnya aku dulu mau mengingatkan kalian. Tetapi aku gak berani, karena itu privasi kalian.


Sari dan Tiyas dari keluarga pengusaha, tidak cocok dengan kalian.


Karena gaya hidup kalian berbeda, Status kalian juga berbeda.


Kecuali Sari dan Tiyas kayak Inna. Berani mengambil keputusan demi kekasih nya. Berani berkorban demi cintanya.


Lihat tu Inna, dia wanita yang benar - benar mencintai Samsul. Dia rela meninggalkan kemewahan demi cintanya.


Walaupun jalan Inna itu salah."


"Apa Villa ku yang di daerah Batu itu baru apa bekas," tanya Damar.


"Baru Mar," jawab Erik.


"Lah terus,, siapa yang merawat..?"


"Ada orang kampung sana, pak Hadi," sahut Aldy.


"Apa Villa ku itu kosong apa sudah ada perabotan nya..?"


"Sudah lengkap perabotannya. Ada 4 kamar dan satu kolam renang dewasa satu kolam renang anak - anak. Dapur lengkap dengan alat masaknya. Aku pasang Wi-Fi juga ac. Ada tiga satpam yang menjaganya."


"Apa kamu belum pernah menjenguk ke sana," tanya Samsul.


"Sejak kalian beri hadiah villa itu, aku belum pernah kesana.


"Bentar ya," ujar Aldy,


"Sudah Mar."


Sambil menikmati kepulan asap rokok, Damar memencet nomer telpon. Setelah terhubung,


"Malam pak Hadi..."


"Malam juga tuan Damar."


"Kok tau nama saya pak?"


"Iya tuan, dulu mas Erik yang kasih nomer telpon tuan dan nama tuan sebagai pemilik villa. Saya catat di nomer WA saya."


"Oh gitu.


Villa gimana pak kondisi nya, aman atau miring pondasinya..?"


"Hehehehe, bisa saja tuan kalau bercanda.


Aman tuan. Pondasi masih kokoh. Semua perabotan bersih tuan. Setiap hari saya rawat."


"Pak Hadi..


Gimana kondisi air kolam renang nya?"


"Air nya segar dan bagus tuan. Air kolam itu di aliri air sumber tuan. Jadi, setiap hari air kolam itu ganti yang baru dengan sendiri nya. Dan sangat jernih."


"Pak Hadi umur berapa?"


"Masih 37 tahun tuan."


"Lalu, bayaran pak Hadi dan ketiga satpam itu gimana?"


"Sudah di bayar tuan. Kami di bayar langsung setahun. Setiap bulan saya di bayar 6 juta. Kalau satpam 5 juta perbulan."


"Pak Hadi, punya nomer rekening..?"


"Ada tuan, bank Asia."


"Pak Hadi kirim ke WA saya pak, habis ini saya transfer sejumlah uang.


Besok pagi, pak hadi dan istri ke pasar ya, belikan Daging sapi daging ayam dan udang, cumi - cumi juga kepiting. Jangan lupa beli ikan segar Sama sayur sayuran dan bumbu sekalian."


"Iya tuan."


"Apa istri pak Hadi bisa masak?"


"Bisalah tuan, pinter masak Istri saya. Kan Istri saya jualan nasi bungkus di pinggir jalan wisata."


"Ya sudah, besok saya mau ke Villa, siang siang. Istri pak Hadi suruh masak ya?"


"Iya tuan."


"Saya transfer 5 juta pak Hadi. Buat belanja."


"Iya tuan."


****


"Samsul, kamu transfer pak Hadi 5 juta, aku kirim nomer rekening nya ke WA kamu."


"Siaaap," jawab Samsul.


"Bilqis..."


"Iya Mas."


"Besok kita ke villa di batu Malang ya."


"Iya Mas."

__ADS_1


"Siapa dua teman mu yang berpelukan dengan mu di dekat pintu gerbang sekolah. Waktu kamu bayar uang ujian, dan kamu kasih mereka uang 500 ribuan?"


"Dia Yuli dan Fuji mas."


"Cantik - cantik mereka, gak kalah dengan cewek SMA pancasila."


"Iya, kalau Fuji dan Yuli memang cantik. Hanya saja masih polos. Kalau di dandani, pasti kelihatan sangat cantik," ujar Bilqis.


"Kamu telpon Bilqis, besok kamu ajak mereka berdua ke Villa. Kan sekolah sudah tamat."


"Iya Mas, aku telpon dulu."


"Biar Erik dan Aldy ada pasangannya,"ujar Damar.


"Hehehehe.


Bisa aja kamu bos, kalau njodoh - njodohin," sahut Inna.


"Iya Mas, katanya mau. Besok suruh jemput di depan pintu gerbang sekolah."


"Bilangin gak usah bawah baju ganti, biar di belikan Aldy sama Erik, hahahaha.


Kalau mau punya pacar cantik dan anggun ya di modalin, ya di dandanin hahahaha.


Sudah jam 11 malam, ayo jalan, bentar saja ya cari hiburan, besok kita ke Villa.


Inna nginep rumah di rumah ku ya?"


"Iya Mas."


****


Jam 11 malam 4 mobil Fortuner meluncur ke diskotik Hellowin di plaza Hero lantai tujuh.


Tak lama setelah parkir, Damar dan sahabatnya masuk ke dalam diskotik.


Setelah mendapat kode ajakan, jin Hirbalah mengikuti Damar dari belakang.


Damar dan sahabat nya hanya duduk - duduk saja sambil menikmati bir bintang dan minuman ringan.


"Mas Damar...


Di depan hold itu ada beberapa anggota geng Hello kity. Padahal geng Hello kity sudah di bubarkan setelah ujian Akhir. Karena kebanyakan anggota sudah lulus sekolah SMA dan hendak meneruskan kuliah," kata Inna yang juga merupakan kelompok Hello kity,


"Itu ada Sabrina, Sari juga Shinta dan Tiyas, dan ada yang lainnya."


"Biarin saja Inna, kalau tau aku di sini, bisa ribet urusannya. Apalagi aku ajak Sarah dan Bilqis."


"Iya Mas.


Aku sendiri juga sudah bosan dengan kehidupan seperti mereka. Apalagi aku hamil satu bulan."


"Kelihatannya Shinta stres setelah mengetahui kak Damar berpacaran dengan Bilqis," sahut Sarah.


"Emang Shita tau," tanya Damar.


"Tau kak, kemarin waktu hadir di acara pembukaan cafe ayu dua kan duduk sama aku dan Bilqis. Aku kenalkan sama Bilqis dan aku beri tau kalau Bilqis kekasih kakak."


"Shinta biasanya kalau ada masalah hati atau BT, dia pasti larinya ke narkoba," sahut Inna,


"Aku sudah sudah hafal sama anak - anak geng Hello kity."


"Biarin saja, yang rugi juga mereka sendiri," sahut Damar,


"Kalau Shinta sakit, paling - paling Papa Mama nya mencari ku.


Sudah jam satu, ayo pulang. Besok kita luar kota."


Ketika berada di parkiran... Salah satu geng Hello kity menyapa Inna dan Damar.


*****


"Inna, Damar, kok kalian udah balik jam segini," sapa Mirna yang baru datang.


"Iya, pindah tempat ke Dragon," jawab Inna bohong.


"Ok ok, lanjut, aku tak masuk dulu, sudah di tunggu Shinta sama Sari."


"Iya Mira, selamat Happy."


Tak lama kemudian 4 mobil Fortuner meluncur ke perumahan Elizabet. Tak berselang lama, ke empat mobil Fortuner memasuki halaman rumah Damar yang megah.


"Selamat malam Tuan," sapa Intan Asisten Damar.


"Malam juga Intan. Kok ada di rumah sini, kok gak ada tadi di cafe ayu?"


"Iya Tuan, lagi sibuk mengerjakan skripsi tadi. Setelah itu saya langsung kesini. Karena pesan WA saya tidak tuan buka."


"Iya, aku lagi ngobrol sama teman - teman, jadi gak sempat buka WA.


Ya sudah kamu tidur sini saja. Kalau gak keberatan, besok ikut aku liburan ke villa di batu Malang."


"Baiklah Tuan."


"Inna, kamu tidur situ saja, kamar sebelah taman."


"Iya Mas.


Rumah sebesar gini kamu sendiri yang nempati..?"


"Iya."


"Sarah, Bilqis...


Lagi apa sayang?"


"Masak air mau bikin kopi," jawab Sarah,


"Ini Bilqis lagi masak nasi, sama masak krengsengan daging sapi juga goreng udang."


"Dapat dari mana daging?"


"Ada di kulkas, masih banyak."


"Enak hidup kamu Mas," sahut Inna,


"Punya rumah mewah, uang banyak dan punya kekasih dua, cantik dan **** lagi."


"Samsul suamimu juga kaya, banyak uangnya. Punya istri kamu juga cantik."


"Ini kopinya sudah siap,x kata Sarah kemudian menaruh di meja ruang keluarga.


Setelah mengambil beberapa cek di kamar, Damar mendekati Intan yang sedang mengerjakan skripsi di teras belakang rumah sebelah taman.


"Intan... Besok minggu apa bisa mencairkan cek. Kan bank tutup..?"


"Bisa tuan, ada kantor penukaran mata uang asing dan penukaran segala jenis cek.


Hanya saja ada tambahan biaya sedikit."


"Jama berapa buka nya?"


"Jam 8 pagi."


"Besok kamu tukarkan cek ini ya, 2 triliun dari pak Dirman. Masukkan ke rekening bank Asia.


Ini cek 500 M dari Papa nya Firda dan cek hadiah pembukaan cafe kemarin kamu masukkan ke dalam rekening BRI.


jangan lupa isi rekening mu 100 juta untuk operasional kerja mu."


"Baiklah Tuan.


Cek yang Kadaluarsa itu, tadi siang sudah cair, dan sudah masuk rekening bank central Hongkong. Jumlah nya 7 triliun. Jadi total semua cek itu 13 triliun tuan."


"Baiklah terimakasih atas kerja keras mu. Kamu makan malam dulu terus istirahat ya, besok pagi kamu kan menukarkan cek."


"Iya Tuan."


****

__ADS_1


Malam terus merambat. Sahabat Damar pun tertidur di atas karpet ruang keluarga. Sementara Sarah tertidur nyenyak di kamar utama, dan Bilqis masih menunaikan solat malam di pasolatan belakang rumah samping taman.


__ADS_2