Makam Keramat

Makam Keramat
Peresmian cafe Ayu 2


__ADS_3

"Tuan Damar, saya permisi dulu."


"Baiklah mas Angga, kalau besok selesai membahas kerjasama dengan perusahaan Tante Sisi, kamu hubungi aku ya."


"Baiklah Tuan."


****


"Mas Damar, gak usah khawatir masalah keuangan proyek pabrik kaca ya," kata ibu Sisi,


"Mas Damar kalau butuh uang operasional proyek, mas Damar telpon Asisten Tante."


"Iya Tante, terimakasih banyak atas kepercayaan nya."


"Sama - sama Mas Damar.


Selesai proyek pabrik kaca, nanti akan ada proyek lagi. Papa nya Firda mau mendirikan gudang di Papua dan NTB."


"Iya Tante."


"Kalau begitu, Tante mau istirahat."


"Iya Tante silahkan."


"Firda...


Mas Damar mau ke proyek dulu ya."


"Iya Mas, kapan - kapan kita jalan - jalan ya?"


"Siap.


Ayo Sarah


Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


***


Mobil BMW meluncur keluar perumahan Elit Garden The Lux,


"Kang Mamat, ke daerah raya sepanjang ya."


"Iya Tuan."


"Sarah...


Tadi ibu mu bilang, kamu dan aku sudah di jodoh kan."


"Hehehehe...


Iya, ibu mu juga bilang ke aku kapan hari.


Kamu setuju apa enggak..?"


"Aku setuju setuju saja. Lagian kamu cantik dan cerdas. Tetapi, aku sudah punya pacar."


"Ya gak apa - apa besok kamu nikah sama aku juga nikah sama pacar mu," ujar Sarah,


"Enak kan, kamu punya istri dua. Senggol kanan senggol kiri, hehehehe.


Kalau sudah jadi suami istri, nanti kita tidur bertiga hehehehe."


"Hemmmm...


Biasanya cewek itu cemburu kalau di duain, kamu malah senang?"


"Gak ada gunanya cemburu itu.


Percayalah padaku, kebaikan mu akan membuat ku setia," ujar Sarah.


"Sudah masuk wilayah sepanjang Tuan."


"Setelah pertigaan kang, itu ada papan tulisan tanah di jual.


Pelan - pelan kang, depan itu."


"Iya Tuan," jawab kang Mamat kemudian menepikan mobilnya.


"Sarah, turun, kamu foto nomer telpon nya."


"Iya Kak."


"Sudah."


"Kang, ke rumah ibu ya."


"Baiklah Tuan."


Di dalam mobil, Sarah menelpon pemilik tanah, setelah tersambung,


"Selamat siang... Dengan pak haji Salim?"


"Iya Mbak.


Ini siapa..?"


"Saya Sarah, mau menanyakan harga tanah yang bapak jual.


Di buka harga berapa pak?"


"Saya minta 950 M Mbak. Tanah itu luasnya 1 hektare setengah."


"Apa gak bisa kurang pak haji?"


"Begini saja, kalau Mbak Sarah serius, besok Mbak Sarah menemui saya di rumah. Kita bicarakan masalah harga. Kalau ada kesepakatan harga, saya akan hubungi notaris dan langsung melakukan transaksi.


Karena sudah sering kali orang menanyakan hal seperti ini, tetapi tidak ada kelanjutan nya."


"Baiklah Pak haji, besok jam antara jam 10 jam 11, saya akan ke rumah pak haji Salim. Tolong di kirim alamat lengkap nya."


"Baik lah Mbak, saya tunggu."


****


"Buka harga 950 M kak, satu hektare setengah."


"Mahal."


"Ya murah lah Kak. Posisi tanah strategis, jalan raya Sepanjang."


"Terserah kamu, kamu atur saja. Kalau bisa kamu tawar dulu."


Tak terasa mobil BMW berhenti di halaman rumah ibu Farida,


"Kang, istirahat di teras ya, ngopi dulu rokok an dulu. Habis asar kang Mamat ke rumah sakit Kirana jemput Bilqis."


"Iya Tuan."


Setelah turun Damar masuk rumah sambil uluksalam,


"Assalamualaikum..."


"Waalaikumsalam," jawab ibu Farida yang sedang menemui partner bisnisnya.


"Ibu," sapa Sarah kemudian salim cium tangan.


"Masuk saja, ibu masih ada tamu."


"Iya Buk."


Setelah masuk kamar, Damar menyalahkan kipas angin kemudian merebahkan badan,


"Sarah...


Kamu kerokin ya, sama di pijitin bentar, kaki ku capek.


Buka saja kamarnya, nanti ibu ngomel kalau di tutup."


"Iya Kak."


***


"Hemmm, di enak enakin," ujar ibu Farida kemudian masuk kamar Damar lalu duduk di sofa,


"Ini Mas, kopi mu."


"Sudah pulang Buk, tamu nya?"


"Sudah. Teman grup WA, beli kosmetik."


"Buk, besok ibu ambil langsung di kantor pemasaran PT Marvis saja. Langsung ke pabriknya, biar dapat harga pabrik, harga miring," kata Damar.


"Apa kalau di kantor pemasaran pabrik dan kantor pemasaran di ruko itu beda harganya?"


"Ya bedalah Buk, itukan orang ruko ambil di pabrik. Lalu di jual lagi, ya selisih harga lah Buk," jawab Damar,


"Dia itu konsumen pabrik."


"Bagaimana bisa ambil di pabrik, sedangkan ibu gak punya chanel dengan orang dalam perusahaan..?"


"Sarah sayang, ambilin kertas sama bolpoin di meja itu."


"Ini Kak.

__ADS_1


"To direktur Haris Nasution.


Tolong ibu Farida yang membawa memo ini, di ijinkan mengambil produk kosmetik di PT Marvis. Berapapun permintaan nya, harap di penuhi. Dan harap di utamakan.


Jangan lupa di tempatkan di ruang Vip.


Tdt: Damar Ahmad."


"Memo ini ibu bawa ya, kasih kan sama direktur PT Marvis kosmetik.


Kalau mau ke pabrik, ibu telpon dulu direktur nya. Ibu bilang di suruh Damar Ahmad."


"Iya Mas. Besok agak siang ibu pergi ke perusahaan.


Karena... Banyak permintaan dan pesanan.


Kamu kok kenal sama direktur PT Marvis kosmetik..?"


"Dia langganan ngopi di cafe Ayu Buk. Jadi kenal akrab. Kemarin waktu ngopi, aku bilang, ibu ku jualan online produk kosmetik PT Marvis.


Lalu direktur PT Marvis bilang, ibu mu suruh saja ambil di pabrik langsung.


Lah, kebetulan ibu bilang barusan. Damar jadi ingat," ujar Damar berbohong,


"Oh iya Buk.


Galeri toko baju milik Lesty sudah jadi. Ibu bilangin ya."


"Iya. Habis ini juga pulang, dia masih les bahasa inggris sama kursus manajemen bisnis."


"Buk" kata Lesty,


"Ibu beli laptop ya?"


"Iya, buat belajar mendalami ilmu manajemen bisnis. Ibu mau kuliah juga sudah umur 40, malu. Lebih cepat pinter belajar di YouTube dan google.


Laptop juga buat nyimpen data.


Sarah...


Gimana kabarnya ibu mu?"


"Alhamdulillah sehat Buk."


"Ibu mu sudah bilang masalah perjodohan antara kamu dengan Damar?"


"Sudah Buk."


"Kamu setuju di jodoh kan dengan Damar?"


"Iya Buk, setuju."


"Gitu semalam di telpon bilang, di jodohkan gak bilang - bilang. Mau kuliah dulu.


Sekarang minta kerokan sama kamu. Minta pijit.


Malu malu mau!"


"Hehehehe.


Begitulah Buk laki - laki."


"Assalamualaikum..."


"Waalaikumsalam," jawab ibu Farida kemudian keluar kamar,


"Ini Bilqis yang semalam ketemu di cafe ayu bukan..?"


"Iya Buk, benar.


Mas Damar ada..?"


"Ada di kamar sama jodohnya


Silahkan masuk.


Damar... Ada Bilqis."


"Sarah," ajak Bilqis masuk ke kamar.


"Iya Kak.


Mbak, masuk kamar sini."


"Iya Mbak."


"Sarah, kenalan dulu."


"Sarah."


"Bilqis."


Bilqis, ini Sarah jodoh ku. Kalian ngobrol - ngobrol ya, aku mau mandi dulu."


****


"Buk, masak apa..?"


"Masak sayur lodeh ikan pepes rempela hati. Ada udang dan ayam goreng.


Kamu gak solat sudah jam 4 sore?"


"Iya Buk, ini mau mandi."


"Siapa Bilqis itu..?"


"Dia pacar Damar."


"Apa..!


Pacar mu..?"


"Iya, Buk."


"Lah terus, Sarah bagaimana..!!


Kan kamu sudah di jodoh kan sama Sarah.


Jangan tiru Kakek mu loh ya, punya istri empat."


"Tiru ya wajarlah Buk, kan aku ini cucunya."


"Hemmm..


Kamu itu bagaimana, nanti ibu bilang apa ke bu Latifah sahabat ibu..?"


"Gak usah bilang apa - apa. Lagian Damar juga mau kuliah dulu. Sarah juga masih SMA, dan Bilqis juga mau kuliah.


Kan masih lama Buk menikahnya."


"Terserah kamu lah Mas, pokoknya kamu tanggung jawab. Jangan anak orang di bawah ke sana kemari gak di nikahi. Sudah di towel towel, di ajak keluyuran malam - malam, terus di tinggalin. Dosa kamu, bisa kuwalat!"


"Iya Buk," Damar tanggung jawab.


I"ngat pesan ibu, jangan sampai berzina, kalau sampai hamil, kasihan masa depan Sarah dan Bilqis.


Buruan solat, sudah sore!"


"Iya...


Sarah, Bilqis, gak solat kalian..?"


"Iya Kak.


Bilqis, ayo solat dulu di belakang."


"Iya Sarah."



****


Selesai solat berjamaah, Damar dan Sarah juga Bilqis makan bersama dengan ibu Farida.


"Ayoo Bilqis, makan yang kenyang."


"Iya Buk."


"Sarah.. Ayoo makan."


"Iya Buk."


"Jam berapa Mas acara peresmian cafe mu yang baru," tanya ibu Farida.


"Jam 7 malam sampai jam 12 Buk."


"Jangan tidur malam - malam, besok kalian ujian."


"Iya Buk."


****


Setelah mandi dan solat Magrib, di dalam kamar Damar memakai baju lengan panjang warna crem dan celana kain hitam.


"Sarah...

__ADS_1


Ini ada perhiasan di lemari, untuk mu. pakailah biar tambah cantik dan anggun."


"Iya kak."


"Minta tolong sama Bilqis untuk memasang anting dan kalung."


"Ayo Kak, sudah selesai, Bilqis juga sudah selesai."


"Ayoo," ajak Damar kemudian keluar kamar,


"Ibuk, Damar duluan ya?"


"Iya Mas, ibu nyusul sama bapak dan Lesty juga Tio."


"Cakno, ke jalan merdeka ya, cafe ayu dua."


"Baiklah Tuan," jawab Cakno driver kemudian melajukan mobil BMW.


Setengah jam kemudian, mobil memasuki halaman parkir cafe yang sudah banyak mobil berjejer.


Damar dan Bilqis juga Sarah turun dari mobil lalu berjalan pelan menuju lobi teras cafe yang mulai rame.


Damar juga melihat karangan bunga berjejer jejeran di depan halaman cafe.


"Bilqis, Sarah, aku ke depan dulu ya, kamu cari tempat duduk."


"Iya Mas."


"Mas Damarrr..!" sapa Jessica langsung memeluk Damar,


"Semoga sukses dalam berbisnis."


"Makasih Jessi atas waktu nya mau hadir."


"Aduuuh, kamu ganteng banget malam ini!"


"Kamu juga sangat cantik."


"Aku mau cerita sesuatu, tetapi besok aja mas."


Puluhan mobil honda jazz anggota geng Hello berdatangan masuk di halaman parkir.


Damar yang berdiri di pintu masuk cafe menyambut teman teman sekolah juga teman teman nongkrong nya.


"Mas Damar, selamat dan sukses ya," sapa Inna kemudian mencium pipi Damar. Begitu juga Samsul sahabat nya memeluk Damar.


"Erik, mana Sari..?"


"Aku dan Sari, dua hari yang lalu putus Mar. Sudah gak ada hubungan spesial.


Selamat dan sukses ya Mar..."


"Kak," sapa Ita kemudian memeluk Damar,


"Selamat Kak, sukses selalu."


"Makasih Ita.


Malam Om Jhoni Tante Maya.$


"Selamat dan sukses Mas Damar," sapa pak Jhoni bos besar PT Metta grup."


"Terimakasih Om, Tante atas kehadiran nya. Maaf om gak pakai undangan khusus hehehehe hanya pemberitahuan lewat WA."


"Gak apa - apa Nak Damar," sahut ibu Maya,


"Tante ikut senang, melihat anak muda seperti mu melakukan hal baik seperti ini. Membuka usaha dan belajar bisnis."


"Jhoni..!" sapa pak Willy bos PT Inka grup Papa nya Sabrina Kamal, lalu berpelukan.


"Kok kamu bisa di sini," tanya pak Jhoni.


"Sabrina, anak ku yang mengajak.


Ayoo kita duduk."


"Mas Damar, selamat ya, semoga sukses."


"Terimakasih om Willy, silahkan masuk Om."


Shinta terlihat anggun dengan rambut agak pajang terurai berjalan pelan.


Baju blus warna hitam dengan aksesoris perhiasan berlian membuat Shinta salah satu bidadari anggota Hello kity terlihat sangat cantik.


"Mas... Selamat dan sukses selalu ya," ucap Shinta kemudian memeluk Damar dan mencium pipi.


"Terimakasih Shinta, atas waktunya.


Kamu terlihat sangat cantik sekali malam ini."


"Semua anggota Hello kity cantik cantik," sahut Sari dan Tiyas yang berdiri di belakang Shinta.


"Heee Sabrina, Tiyas."


"Selamat ya Mar," sapa Tiyas kemudian mencium pipi Damar.


"Mana Aldy, kok sendiri..?"


"Kami sudah bubar Mar, gak lagi menjalin hubungan asmara."


"Oh gitu, iya iya. Gak apa - apa, cari cowok lagi. Kan kamu cantik, pasti muda mendapatkan penggantinya."


"Iya Mar."


****


"Shinta," sapa Sarah.


"Hai Sarah, aduuh, cantik sekali dirimu."


"Kamu juga sangat cantik. Duduk sini, kenalkan, ini pacarnya mas Damar."


"Bilqis."


"Shinta.


Selamat ya Bilqis, telah menjadi kekasih mas Damar."


"Iya Shinta."


****


Malam yang indah dan menyenangkan. Beberapa petinggi PT Podomoro General kontraktor mulai berdatangan. Begitu juga ibu Farida dan pak Yasin orang tuanya Damar.


Sambil menikmati hidangan dan minuman ringan, suasana cafe ayu ramai dengan canda tawa dan juga perbincangan bisnis di kalangan pengusaha Elit. Apalagi kehadiran bos besar Metta grup dan Inka grup membuat nilai pasar Cafe Ayu bisa menjadi perhatian di kalangan pebisnis.


Pukul 11 malam satu persatu tamu meninggalkan cafe. Begitu juga dengan kelompok anggota geng Hello Kity yang besok pagi akan melaksanakan ujian akhir.


"Sarah, Bilqis, ayo pulang. Besok pagi kamu ujian."


"Aku sudah ujian kenaikan kelas Kak,x jawab Sarah,


"Hanya anak kelas tiga saja yang ujian akhir."


"Oh iya, sampai lupa aku. Kalau begitu kita istirahat di Elizabet saja ya, pagi - pagi biar Bilqis di antar oleh kang Mamat pulang."


"Baiklah Mas," kata Bilqis kemudian berdiri.


Setelah pamit pada manajer Wawan, Damar Bilqis dan Sarah berjalan menuju parkiran.


"Bos," sapa Asisten Intan.


"Iya Intan."


"Ini ada banyak kado berupa cek dan amplop dari penerima tamu."


"Iya Intan," jawab Damar kemudian menerima tumpukan amplop.


***


"Cakno, ke Elizabet ya."


"Baiklah Tuan," jawab Cakno kemudian menyalahkan mesin mobil. Tak lama kemudian mobil melaju pelan - pelan.


"Cakno, nanti kamu hubungi kang Mamat. Suruh jam setengah enam harus ada di Elizabet."


"Baiklah Tuan."


"Motor mu di mana Cakno?"


"Ada di cafe ayu satu Tuan."


"Nanti bawa saja mobil Fortuner ke cafe ayu. Besok ; besok, kalau motor Cakno ada di cafe, pakai saja mobil Fortuner ya, gak usah ijin ke aku."


"Iya Tuan."


***


Tak seberapa lama, mobil pun memasuki halaman rumah mewah.


Damar dan Sarah juga Bilqis masuk rumah langsung menuju kamar utama.



S

__ADS_1


__ADS_2